Iduladha di Masjid Al Akbar Surabaya, Prof Halim Soebahar: Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi
- Tim tvone - tim tvone
Surabaya, tvOnenews.com – Saat menyampaikan khutbah Iduladha di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof Dr KH Abd. Halim Soebahar MA menegaskan bahwa Idul Adha mengajarkan kesabaran paling tinggi yang diteladankan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menerima apapun ketetapan Allah.
“Kesabaran paling tinggi itu diteladankan Nabi Ibrahim ketika taat pada perintah Allah harus rela mengorbankan anak sendiri, Nabi Ismail,” katanya dalam khutbah bertema ‘Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul’ yang dihadiri Gubernur Jatim Hj Khofifah, Wagub Jatim, dan diikuti 40.000 jamaah di Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu (27/5) pagi.
Dalam khutbah setelah Sholat Iduladha dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah M.Si (Imam Besar MAS) itu, Prof Halim Soebahar menjelaskan Hari Raya Idul Adha bukan hari raya biasa, tetapi hari-hari penuh sejarah.
“Kalau hari raya Idulfiitri diawali dengan turunnya pertama kali Al-qur’an (17 Ramadhan) berupa turunnya 5 ayat dalam Al Qur’an Surah Al-‘Alaq, maka Iduladha diawali dengan turunnya Al-Qur’an yang terakhir (9 Dzulhijjah) berupa Surah Al Maidah ayat 3, yang berbunyi ‘Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu’,” katanya.
Dalam Al-qur’an yang sudah sempurna itu ada sejarah besar, yakni sejarah keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail, yang memberi pembelajaran tentang kesabaran paling tinggi, ketika taat pada perintah Allah harus rela mengorbankan anak sendiri, Nabi Ismail. Disembelih oleh tangannya sendiri, di hadapan matanya, dan dengan kesadaran penuh sebagai bentuk patuh pada perintah Allah SWT.
“Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu kisah kesabaran yang sangat luar biasa untuk kita teladani bersama. Dalam potongan kisah tersebut, kita menyaksikan dua sosok luar biasa : Nabi Ibrahim tidak hanya menunjukkan ketaatan sebagai seorang hamba, tapi juga ketegaran dan keberanian sebagai seorang ayah yang sanggup menundukkan rasa cintanya kepada sang anak demi patuh kepada Tuhannya," katanya.
Load more