Isak Tangis Iringi Pemakaman ASN Bangkalan, Keluarga Bantah Rumor Korban Hamil
- tvOne - abdul rohim
Bangkalan, tvOnenews.com - Isak tangis keluarga dan rekan kerja sesama ASN pecah saat jenazah wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan itu dibawa ke masjid untuk disalatkan, sebelum akhirnya dihantarkan ke kompleks pemakaman desa setempat.
Pihak keluarga dengan tegas membantah rumor yang menyebut korban meninggal dunia dalam kondisi hamil.
“Keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengklarifikasi simpang siur informasi mengenai kondisi fisik korban saat pertama kali dievakuasi dari dalam mobil dinasnya,” tegasnya.
Meskipun hasil autopsi resmi dari tim kedokteran forensik belum keluar, pihak keluarga memastikan bahwa pembengkakan luar biasa pada tubuh korban murni karena proses pembusukan alami setelah meninggal dunia selama berhari-hari.
“Terkait pemberitaan awal yang menyatakan korban dalam kondisi hamil, kami dari pihak keluarga pastikan itu tidak benar. Saat ditemukan, kondisi jenazah memang sangat membengkak karena diduga sudah empat hari berada di dalam mobil yang tertutup rapat, terkunci, dan terpapar terik matahari langsung. Cairan yang keluar pun merupakan cairan jenazah, bukan darah akibat penganiayaan langsung,” ujar Risang Bima Wijaya, Kamis (25/6/2026).
Selain meluruskan kondisi jenazah korban, Risang juga membeberkan fakta penting terkait petunjuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bandara Juanda. Berdasarkan rekaman tersebut, pergerakan mencurigakan terfokus pada satu orang laki-laki misterius yang mengemudikan mobil dinas korban.
Pria tersebut terekam kamera sejak mobil dinas melewati pintu gerbang utama bandara hingga masuk ke area parkir yang menjadi lokasi penemuan mayat.
“Berdasarkan rekaman CCTV, perkembangannya tetap mengarah pada satu orang. Dia berada di kursi pengemudi, lalu memarkirkan mobil. Setelah keluar, tidak ada orang lain lagi di dalam hingga akhirnya korban ditemukan. Informasi terbaru, orang tersebut melarikan diri dengan berpindah ke kendaraan umum,” ungkap Risang.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu informasi hasil penyelidikan dari polisi. Terlebih, saat ini ponsel korban sudah bisa diekstraksi.
“Jadi nanti terlihat nomor siapa saja yang sering berkomunikasi dengan korban. Masih ditelusuri. Selain itu, barang bukti berupa struk belanja dan pembayaran dari dalam mobil menjadi petunjuk,” terangnya. (arm/gol)
Load more