News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gaji Dosen Non ASN Lulusan Luar Negeri Rp2,6 Juta, Begini Penjelasan Unair 

Sistem penghasilan dosen tetap non-ASN di Unair pada prinsipnya sama dengan dosen PNS. Dosen PNS dibayar pemerintah sedangkan dosen tetap non-ASN dibayar oleh universitas. 
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 6 Juli 2026 - 11:05 WIB
Gedung Universitas Airlangga di Surabaya.
Sumber :
  • tvOne - Sandi Irwanto

Surabaya, tvOnenews.com – Dosen non ASN Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Cenuk Widiyastrisna Sayekti memberikan kesaksian di MK. Dia menyebutkan menerima gaji pokok Rp2,6 juta per bulan meski pun dirinya bergelar doktor lulusan luar negeri dan mengajar sejak 2010. Video pernyataan tersebut viral di sosial media. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi Unair Prof. Dr. Radian Salman, SH, LLM, menyebutkan bahwa yang disampaikan dalam persidangan adalah gaji pokok. Sementara dosen tidak pernah menerima gaji pokok saja. 

Prof Radian menjelaskan penghasilan yang diperoleh dosen setiap bulan merupakan take home pay yang terdiri dari beberapa komponen. Rinciannya, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan fungsional, tambahan tunjangan fungsional dari universitas, hingga tunjangan sertifikasi dosen bagi dosen yang memenuhi persyaratan.

"Jika melihat slip gaji memang ada komponen gaji pokok. Tetapi yang masuk ke rekening dosen bukan hanya gaji pokok melainkan sudah ditambah berbagai tunjangan," terangnya.

Tak hanya itu, dosen juga memperoleh gaji ke-13, Tunjangan Hari Raya (THR), Tunjangan TPK 1, serta berbagai insentif akademik seperti honor pembimbing KKN, honor penguji, honor koreksi, insentif publikasi ilmiah, hingga insentif capaian akademik.

Kenaikan kesejahteraan dosen, kata Radian, tidak hanya bergantung pada penyesuaian gaji pokok yang dilakukan setiap dua tahun sekali dengan nilai sekitar Rp96 ribu hingga Rp120 ribu.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Oleh sebab itu, peningkatan kesejahteraan dosen bukan hanya berasal dari kenaikan gaji pokok tetapi juga kenaikan jabatan akademik, tunjangan, serta berbagai insentif akademik," ujarnya.

menurut Radian sistem penghasilan dosen tetap non-ASN di Unair pada prinsipnya sama dengan dosen PNS. Perbedaannya hanya terletak pada sumber pembiayaan, yakni dosen PNS dibayar pemerintah sedangkan dosen tetap non-ASN dibayar oleh universitas. 

Berdasarkan data Direktorat SDM Unair, Radian menyebut total penghasilan yang diterima Cenuk selama 2025 mencapai sekitar Rp94 juta hingga Rp95 juta atau rata-rata sekitar Rp7,8 juta per bulan. Sementara hingga Juli 2026, penghasilan yang telah diterima mencapai lebih dari Rp50 juta dengan rata-rata sekitar Rp9,2 juta per bulan. 

"Kalau melihat take home pay nilainya sudah berada di atas UMK Surabaya. Karena itu, penghasilan dosen tidak tepat jika hanya dilihat dari gaji pokok," imbuhnya. 

Dia meluruskan kabar mengenai dana penelitian. Menurutnya, dana hibah penelitian bukan merupakan penghasilan tetap dosen karena hanya diberikan kepada peneliti yang proposalnya lolos seleksi. Dana penelitian dicairkan secara bertahap, yakni 70 persen setelah kontrak penelitian ditandatangani dan administrasi dinyatakan lengkap, sedangkan 30 persen sisanya dibayarkan setelah target luaran penelitian terpenuhi.

"Jika target luaran belum tercapai sampai batas waktu yang ditentukan, maka 30 persen itulah yang belum dicairkan. Jadi bukan menahan hak dosen melainkan mekanisme pertanggungjawaban penelitian," ungkapnya.

Belum lama ini dalam sidang uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi pada Selasa, 30 Juni 2026, Cenuk Widiayastrisna Sayekti mengungkapkan gaji pokok yang diterimanya saat mulai menjadi dosen tetap non-ASN di Unair pada 2022 sekitar Rp2,6 juta per bulan. Kesaksian tersebut disampaikan dalam perkara pengujian Undang-Undang Guru dan Dosen yang diajukan Serikat Pekerja Kampus bersama para pemohon lainnya terkait isu kesejahteraan dosen. (msi/ias) 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Meski Perang di Timur Tengah Masih Panas, MotoGP Tegaskan akan Tetap Menggelar Balapan di Qatar Musim Ini

Meski Perang di Timur Tengah Masih Panas, MotoGP Tegaskan akan Tetap Menggelar Balapan di Qatar Musim Ini

MotoGP menegaskan rencana mereka untuk tetap menyelenggarakan MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail meski situasi keamanan di Timur Tengah belum stabil.
Singgung FIFA, I.League Minta Komite Disiplin PSSI Lebih Tegas Soal Imbas Kericuhan Suporter

Singgung FIFA, I.League Minta Komite Disiplin PSSI Lebih Tegas Soal Imbas Kericuhan Suporter

Larangan suporter tandang akhirnya dicabut setelah tiga tahun lamanya diterapkan I.League. Ferry Paulus mengakui beberapa syarat diajukan pihak keamanan atas pertandingan mana yang dapat dihadiri oleh suporter tim tandang. 
El Clasico di Depan Mata, Jose Mourinho Justru Ogah Rotasi Susunan Pemain Real Madrid di Liga Champions

El Clasico di Depan Mata, Jose Mourinho Justru Ogah Rotasi Susunan Pemain Real Madrid di Liga Champions

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dikabarkan tidak berniat untuk melakukan perubahan besar-besaran di laga kontra RB Leipzig. Padahal, ada duel El Clasico kontra Barcelona yang menanti di akhir pekan.
Lemkapi Menilai Adanya Komitmen Polri dalam Menindak Tegas Pelaku Karhutla

Lemkapi Menilai Adanya Komitmen Polri dalam Menindak Tegas Pelaku Karhutla

Kapolri baru, Suyudi Ario Seto tengah menyoroti karhutla. Pihaknya, masih mendalami dan memilah pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Sambut Sumpah Pemuda, Persatuan Mahasiswa Dorong Para Pemuda Tingkatkan Semangat Persatuan

Sambut Sumpah Pemuda, Persatuan Mahasiswa Dorong Para Pemuda Tingkatkan Semangat Persatuan

Mahasiswa bersatu melalui forum Mimbar Persatuan Mahasiswa menyambut hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Gerakan ini ingin generasi muda kuatkan persatuan.
Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Orionid Capai Puncak Malam Ini, Simak Waktu Terbaik untuk Melihatnya

Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Orionid Capai Puncak Malam Ini, Simak Waktu Terbaik untuk Melihatnya

Fenomena hujan meteor Orionid menjadi perbincangan publik di media sosial karena capai puncak 21-22 Oktober 2026. Ini cara dan waktu terbaik untuk melihatnya.

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi resmi meluncurkan Pajero terbaru di Thailand dan menyiapkan ekspansi ke 100 negara. Lantas, kapan SUV legendaris ini akhirnya dijual di Indonesia?
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Anak Diduga Mutilasi-Rebus Ayahnya di Brebes, Polisi: Potongan Tubuh Korban Direbus Dua Hari hingga Hancur

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus anak mutilasi hingga rebus ayahnya sendiri di Brebes, Jawa Tengah. Anak itu mengaku merebus potongan tubuh ayahnya selama dua hari sebelum dibuang ke Sungai Kluwut. Sementara itu, tulang belulang ayahnya dibakar hingga menjadi abu.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT