Penasehat Ahli Kapolri Sidak Ditpolairud Polda Jatim, Soroti Inovasi Pelayanan Maritim
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Penasehat Ahli Kapolri Bidang Hukum Kepolisian dan Kriminologi, Edi Saputra Hasibuan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur, Senin (20/7/2026) sore. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kesiapan personel serta sarana dan prasarana kapal patroli yang bersandar di dermaga.
Selain mengecek kesiapan operasional, Edi juga meninjau sejumlah program pelayanan yang dijalankan Ditpolairud Polda Jatim.
“Saya melihat banyak capaian yang sudah dilakukan Polairud Polda Jatim. Kehadiran Polairud benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan di wilayah perairan, tetapi juga melalui berbagai aksi kemanusiaan,” ujarnya.
Edi menyebut salah satu program yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah upaya penyelamatan satwa laut dilindungi yang terdampar di perairan Jawa Timur. Ia juga menyoroti penanganan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang dilakukan jajaran Ditpolairud.
“Penindakan terhadap BBM ilegal sudah berjalan baik dan memberikan dampak positif. Kami juga melihat adanya inovasi pelayanan berupa klinik terapung yang menjadi terobosan Ditpolairud Polda Jatim,” katanya.
Ia mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi sekaligus memberikan dukungan kepada personel agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap berbagai inovasi yang sudah dilakukan bisa menjadi contoh bagi satuan Polairud di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan kunjungan Penasehat Ahli Kapolri menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan evaluasi terhadap pelayanan kepolisian di bidang perairan dan udara.
“Kunjungan ini menjadi sarana komunikasi dua arah agar pelayanan kepolisian, khususnya di bidang perairan dan udara, dapat terus berjalan optimal,” ujarnya.
Arman menjelaskan, dalam satu bulan terakhir Ditpolairud Polda Jatim menerima Maritime Awards atas sejumlah program yang mencakup aspek keamanan, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, penghargaan tersebut berkaitan dengan upaya penyelamatan satwa laut dilindungi, seperti lumba-lumba dan paus yang terdampar di perairan Jawa Timur akibat perpindahan habitat.
“Satwa-satwa tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang harus dijaga keberlangsungannya agar tetap memberikan manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Ditpolairud Polda Jatim juga menerima penghargaan dari Amerika Serikat atas komitmennya dalam perlindungan satwa liar. Sepanjang pelaksanaan operasi, pihaknya menggagalkan perdagangan sekitar 2.743 satwa dilindungi dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Kalimantan.
“Seluruh satwa yang diamankan kami serahkan kepada BKSDA agar dapat direhabilitasi dan kembali ke habitatnya,” katanya.
Di bidang pelayanan masyarakat, Ditpolairud Polda Jatim mengembangkan program Rumah Kamtibmas di kawasan pesisir sebagai sarana komunikasi antara kepolisian dengan nelayan, tokoh masyarakat, dan kelompok sadar wisata.
Selain itu, layanan kesehatan melalui poliklinik terapung terus dikembangkan untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan di daratan.
“Melalui pelayanan kesehatan terapung ini, kami ingin memastikan masyarakat pesisir, mulai anak-anak hingga lanjut usia, tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak sehingga dapat menjalankan aktivitas dan mencari nafkah dengan baik,” tandas Arman. (gol)
Load more