News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gus Kikin Siap Maju Jadi Ketua Umum PBNU, Tawarkan Konsep Perubahan di Muktamar NU 2026

Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU mulai menghangat menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang
Kamis, 30 Juli 2026 - 10:39 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com – Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Salah satu nama yang dipastikan siap meramaikan bursa calon ketua umum adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. Pengasuh pesantren yang didirikan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari itu menyatakan kesediaannya maju setelah menerima mandat resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin saat ditemui di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk maju bukan berasal dari keinginan pribadi, melainkan amanah yang diberikan PWNU Jawa Timur melalui mekanisme organisasi.

“Pada rapat rutin hari Selasa kemarin, PWNU Jawa Timur secara resmi meminta sekaligus menugaskan saya untuk menjadi kandidat Ketua Umum PBNU,” ujar Gus Kikin, Kamis (30/7).

Menurutnya, penugasan tersebut merupakan hasil pembahasan dalam rapat rutin PWNU Jawa Timur yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Forum itu kemudian memutuskan untuk memberikan mandat kepadanya sebagai salah satu kandidat yang akan berlaga dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

Gus Kikin mengaku semula tidak memiliki rencana untuk maju dalam kontestasi tersebut. Namun, setelah melalui berbagai diskusi dan menerima dorongan dari para pengurus wilayah, ia akhirnya memutuskan menerima amanah yang diberikan.

“Awalnya saya memang tidak berniat mencalonkan diri. Tetapi setelah beberapa kali pembicaraan dan akhirnya mendapat penugasan, saya menerima dan siap menjalankan amanah itu,” katanya.

Terkait langkah-langkah menjelang muktamar, Gus Kikin menegaskan bahwa aktivitas silaturahmi dengan pengurus cabang maupun warga Nahdlatul Ulama bukanlah hal baru yang dilakukan karena momentum pemilihan.

Menurutnya, kunjungan ke berbagai daerah dan komunikasi dengan struktur organisasi telah menjadi bagian dari aktivitasnya selama ini.

“Saya memang sudah biasa berkunjung ke cabang-cabang. Silaturahmi itu bukan karena menjelang muktamar, tetapi sudah menjadi kebiasaan sejak dulu,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai manuver politik yang mulai mengemuka menjelang pelaksanaan forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama.

Di tengah dinamika menjelang muktamar, Gus Kikin juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU, khususnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama dibangun di atas fondasi persatuan, kasih sayang, kerukunan, dan pengabdian kepada umat. Karena itu, seluruh proses yang berlangsung menjelang muktamar harus tetap berada dalam koridor ukhuwah dan semangat kebersamaan.

“Pesan para muassis adalah membangun NU dengan niat yang dilandasi cinta kasih, kerukunan, persatuan, serta mengedepankan hati nurani dalam mengabdi kepada umat. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga oleh seluruh warga NU,” tegasnya.

Munculnya nama Gus Kikin menambah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026. Forum lima tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum untuk menentukan arah kepemimpinan NU periode mendatang.

Sebagai salah satu tokoh pesantren berpengaruh di Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, nama Gus Kikin dinilai memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan pesantren maupun struktur organisasi NU.

Meski demikian, Gus Kikin menegaskan bahwa amanah yang diterimanya harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi tradisi Nahdlatul Ulama. (roi/gol)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT