News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Limbah Medis Ditemukan di Sidoarjo, Pemkot Surabaya Pastikan Bukan Milik RSUD EC

Pemkot Surabaya memastikan spuit yang ditemukan bersama ribuan limbah medis B3 di Sidoarjo bukan merek yang digunakan RSUD Eka Candrarini.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WIB
Ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur
Sumber :
  • tvOne - syamsul huda

Surabaya, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan merek spuit atau jarum suntik yang ditemukan bersama ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, bukan merupakan merek yang digunakan Rumah Sakit Umum Daerah Eka Candrarini (RSUD EC).

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan pengecekan di lokasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, serta pihak RSUD EC pada Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi terkait limbah rumah sakit, kita tidak pernah punya spuit merek itu. Yang kedua, ada bungkus di sana. Bungkus itu adalah bungkus obat, bukan bungkus terkait spuit," ujar Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya memiliki mekanisme pengelolaan limbah B3 melalui pihak ketiga. Spuit yang masuk kategori limbah medis, khususnya yang memiliki jarum, dipisahkan untuk kemudian diproses sesuai ketentuan.

"Jadi di rumah sakit seluruh Kota Surabaya itu pemrosesan (limbah medis) menggunakan pihak ketiga. Di mana ketika ada spuit yang termasuk jarum, maka itu dilepas (dipisah). Dan itu dimasukkan ke dalam pemrosesan yang diambil pihak ketiga dihancurkan dalam limbah B3," jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, Wali Kota Eri memastikan pengelolaan spuit bekas di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tidak dilakukan dengan cara membuangnya langsung ke lingkungan.

Meski merek spuit yang ditemukan dipastikan bukan milik rumah sakit Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri mengakui adanya kemasan bertuliskan RSUD EC di lokasi menjadi hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kemasan tersebut merupakan kantong obat berbahan kertas yang digunakan di Surabaya sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi di Surabaya untuk menghilangkan plastik maka untuk obat itu dimasukkan dalam bungkus kertas. Itu kotaknya kecil, padahal spuitnya panjang. Jadi itu enggak mungkin (bungkus spuit)," tambahnya.

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri menginstruksikan Dinkes Surabaya dan jajaran RSUD EC untuk menelusuri asal kemasan tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

900 Pelari Ramaikan FIKKIA Run UNAIR 2026

900 Pelari Ramaikan FIKKIA Run UNAIR 2026

Ratusan pelari dari berbagai kota memeriahkan FIKKIA Run UNAIR 2026 yang digelar di Banyuwangi.
9 Pemain The Long Shot Trial, Drama yang Dicoret dari Jadwal Tayang SBS Imbas Kontroversi Pro-Jepang Ha Young

9 Pemain The Long Shot Trial, Drama yang Dicoret dari Jadwal Tayang SBS Imbas Kontroversi Pro-Jepang Ha Young

Berikut daftar 9 pemain drama Korea The Long Shot Trial yang dicoret dari jadwal tayang SBS imbas kontroversi pro-Jepang Ha Young.
Reuni dengan Megawati Hangestri, Bintang GS Caltex Blak-blakan Ungkap Perasaannya

Reuni dengan Megawati Hangestri, Bintang GS Caltex Blak-blakan Ungkap Perasaannya

Pevoli Thailand Thanacha Sooksod, mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali bertemu dengan Megawati Hangestri dalam ajang Piala Yeosu-NH Nonghyup 2026 di Korea.
Volimania Korea Sebut Skuad Hyundai Hillstate Bobrok usai Gagal di KOVO Cup, Prediksi Megawati Hangestri Cs Jadi Juru Kunci

Volimania Korea Sebut Skuad Hyundai Hillstate Bobrok usai Gagal di KOVO Cup, Prediksi Megawati Hangestri Cs Jadi Juru Kunci

Volimania Korea Selatan memberikan kritik pedas kepada skuad Hyundai Hillstate usai gagal tampil gemilang di KOVO Cup 2026. Bahkan penggemar memprediksi bahwa Megawati Hangestri dan kawan-kawan bakal menjadi juru kunci di Liga Voli Korea 2026-2027.
AFC Bahas Penangguhan Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Bisa Kena Dampak Besar

AFC Bahas Penangguhan Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Bisa Kena Dampak Besar

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dikabarkan segera membahas kemungkinan menangguhkan Piala Asia 2027. Hal ini akan berdampak secara langsung kepada Timnas Indonesia.
Nelayan Asal Jember yang Hilang Dihantam Ombak di Perairan Lumajang, Belum Ditemukan

Nelayan Asal Jember yang Hilang Dihantam Ombak di Perairan Lumajang, Belum Ditemukan

Seorang nelayan asal Jember yang hilang dihantam ombak besar saat berlayar di perairan Kabupaten Lumajang, belum ditemukan hingga Senin.

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

GS Caltex berhasil merebut gelar juara KOVO Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Expressway Hi-Pass dalam pertarungan lima set. Rival Megawati Hangestri raih MVP.
Sebelum Meninggal, Bocah Difabel di Surabaya Ditemukan dengan Bekas Tamparan dan Pasir di Tubuh

Sebelum Meninggal, Bocah Difabel di Surabaya Ditemukan dengan Bekas Tamparan dan Pasir di Tubuh

Kematian Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Surabaya, menyisakan sejumlah kejanggalan. Sang ayah, Selaras Abdul Wahid, mengungkap putranya pernah.
Hasil Survei PPI soal Simulasi Elektabilitas Cawapres: Dedi Mulyadi Teratas, Lebih Unggul dari Gibran dan AHY

Hasil Survei PPI soal Simulasi Elektabilitas Cawapres: Dedi Mulyadi Teratas, Lebih Unggul dari Gibran dan AHY

PPI merilis studi terbaru yang menempatkan Dedi Mulyadi (KDM) ungguli Gibran Rakabuming Raka dan AHY dalam simulasi elektabilitas Cawapres untuk Pilpres 2029.
Alasan Ole Romeny Belum Main Lagi Sejak Bantu Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Alasan Ole Romeny Belum Main Lagi Sejak Bantu Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny belum pernah dimainkan lagi sejak membantu Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Sang striker kembali absen saat Fortuna Sittard berlaga.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Komunitas Ini Himpun Masukan Publik untuk Evaluasi Program Pemerintah

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Komunitas Ini Himpun Masukan Publik untuk Evaluasi Program Pemerintah

Menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Komunitas Melek Politik menggelar aksi serap aspirasi masyarakat di Taman Ayodya, Blok M, Jakarta, Sabtu (17/10). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT