Gus Salam Soroti Isu Tekanan Peserta Muktamar: “Hormati Tuan Rumah Tambakberas"
- tim tvone - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam meminta seluruh pihak menjaga marwah organisasi dan menghentikan praktik yang dinilai bertentangan dengan akhlak serta tradisi para ulama NU.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, menyusul mencuatnya kabar pengunduran diri Rais Syuriyah PWNU Gorontalo yang disebut merasa tidak nyaman dan mendapat tekanan menjelang Muktamar.
Gus Salam menyebut kabar tersebut sebagai keprihatinan yang perlu mendapat perhatian serius.
"Surat pengunduran diri dari Rais Syuriyah Gorontalo, merasa tidak nyaman, merasa ditekan, merasa sudah keluar dari akhlak Nahdlatul Ulama, akhlak ulama, dan melupakan apa yang telah digariskan oleh para muassis. Tentu itu menjadi keprihatinan bersama," kata Gus Salam.
Ia meminta apabila memang terdapat praktik tekanan terhadap peserta maupun pengurus NU, hal tersebut segera dihentikan. Terlebih, menurut dia, apabila dugaan itu sampai melibatkan pejabat negara.
Gus Salam menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa klarifikasi dan pembuktian. Jika benar terjadi, menurutnya, harus ada langkah tegas melalui mekanisme yang berlaku.
"Apalagi kalau sampai terdeteksi melibatkan pejabat-pejabat negara. Ini sebuah pukulan telak sebenarnya untuk pemerintah," ujarnya.
Ia menilai dugaan praktik semacam itu, apabila tidak ditangani secara serius, dapat berdampak terhadap rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat.
"Ketika ada permainan yang sangat miris seperti ini dan terlibat di dalamnya pejabat-pejabat negara, masyarakat sudah tahu semuanya, walaupun mungkin perlu validasi, dan tidak ada tindakan apa-apa dari aparat hukum, ini tentu akan mencederai rasa keadilan, mencederai kepercayaan," katanya.
Gus Salam juga menyoroti kabar mengenai adanya peserta Muktamar yang disebut menjalani karantina atau pembatasan pergerakan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang disebut mengalami hal tersebut. Namun, banyaknya informasi yang beredar menurutnya perlu menjadi perhatian.
"Ya saya enggak tahu ya, karena ini kan juga banyak berita. Tapi bahwa semakin banyaknya berita yang masuk itu menunjukkan adanya fakta-fakta seperti itu," ucapnya.
Load more