News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wujudkan Kabinet Antaraxia PBNU, Gus Hans Ajak Semua Pihak Legawa Terima Hasil Muktamar ke-35 NU

Dinamika pasca Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting untuk membangun kepengurusan PBNU yang solid dan mampu menjawab berbagai tantangan umat.
Rabu, 2 September 2026 - 16:35 WIB
Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Ayo Mondok, HM Zahrul Azhar As’ad atau Gus Hans
Sumber :
  • Istimewa

Jombang, tvOnenews.com - Dinamika pasca Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menjadi momentum penting untuk membangun kepengurusan PBNU yang solid dan mampu menjawab berbagai tantangan umat.

Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Ayo Mondok, HM Zahrul Azhar As’ad atau Gus Hans, mendorong lahirnya apa yang ia sebut sebagai “Kabinet Antaraxia” di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Gus Hans, istilah tersebut merupakan metafora bagi kepengurusan PBNU yang visioner, memiliki wawasan luas, mampu melampaui sekat-sekat kepentingan, serta bekerja dalam suasana yang sejuk dan jauh dari konflik.

“Kabinet Antaraxia” diharapkan menjadi sebuah kepengurusan yang benar-benar menempatkan kepentingan dan kemaslahatan umat sebagai orientasi utama.

Namun, menurut Gus Hans, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen NU memiliki kedewasaan dalam menerima hasil Muktamar ke-35.

Ia menilai, setiap proses muktamar tentu memiliki dinamika dan tidak mungkin memuaskan seluruh pihak. Perbedaan pandangan maupun kekecewaan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses organisasi.

Karena itu, seluruh pihak dinilai perlu berlapang dada menerima keputusan yang telah dihasilkan melalui mekanisme muktamar.

“Tidak ada proses maupun hasil muktamar yang benar-benar sempurna. Selalu ada ruang bagi perbedaan pendapat dan kekecewaan. Namun, demi marwah organisasi, sangat penting bagi semua pihak untuk berlapang dada menerima hasil yang telah diputuskan,” ujar Gus Hans.

Ia mengingatkan, menghidupkan kembali polemik dan mempertahankan rivalitas setelah muktamar justru berpotensi menguras energi organisasi.

Padahal, energi tersebut menurutnya jauh lebih penting diarahkan untuk membesarkan jam’iyah dan menjawab persoalan masyarakat di tingkat akar rumput.

Gus Hans menegaskan, stabilitas internal menjadi salah satu kunci agar kepengurusan PBNU ke depan dapat bekerja secara optimal. Ketika seluruh pihak mampu menyudahi rivalitas dan kembali bersatu, PBNU dapat segera berkonsentrasi pada berbagai agenda strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga NU.

“NU membutuhkan para pengurus yang fokus membesarkan jam’iyah, bukan mereka yang menjadikan organisasi sebagai batu loncatan demi meraih ambisi jabatan publik,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan PBNU ke depan dapat menjaga jarak dari kepentingan politik praktis sehingga dapat lebih leluasa menjalankan program-program strategis organisasi.

Sejumlah agenda yang dinilai mendesak di antaranya penguatan ekonomi warga, peningkatan mutu pendidikan pesantren, hingga pengembangan dakwah digital yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Wakil Rektor Unipdu Jombang, keberhasilan membangun kepengurusan yang solid bukan hanya menyangkut kepentingan elite organisasi, tetapi juga masa depan NU dan jutaan warga yang menggantungkan harapan pada jam’iyah tersebut.

Ia mengingatkan, apabila NU terus terjebak dalam konflik kepentingan dan rivalitas internal, organisasi berisiko kehilangan energi serta relevansinya dalam menghadapi perubahan zaman.

“Jika Kabinet Antaraxia ini tidak terwujud dan organisasi tetap terjebak dalam konflik kepentingan, maka jam’iyah kita akan terlindas oleh zaman,” ujarnya.

Gus Hans menilai NU harus mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Sebab, kebesaran NU harus terus diwujudkan melalui kerja nyata dan kebermanfaatan bagi umat.

“NU akan kehilangan relevansinya di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, dan lambat laun, kebesaran organisasi ini hanya akan menjadi kenangan serta cerita masa lalu untuk anak cucu kita,” lanjutnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen NU menjadikan hasil Muktamar ke-35 sebagai titik awal untuk kembali membangun kebersamaan.

Menurutnya, menerima hasil muktamar dengan legawa dan memberikan dukungan terhadap kepemimpinan yang telah terpilih bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

Di akhir pernyataannya, Gus Hans menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih serta berharap kepemimpinan baru mampu membawa NU semakin kuat dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.

“Selamat kepada Rais Aam dan Ketum Tanfidziyah terpilih,” pungkas Gus Hans. (roi/far)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

RUPSLB BEI Mendadak Ditunda, OJK Baru Bahas Kendalanya pada 4 September

RUPSLB BEI Mendadak Ditunda, OJK Baru Bahas Kendalanya pada 4 September

RUPSLB BEI yang dijadwalkan 15 September 2026 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. OJK akan membahas kendalanya pada 4 September.
Teka-Teki Kematian Sutrimo, Polda Metro Sebut Tak Pegang Barang Pribadi Almarhum Termasuk HP

Teka-Teki Kematian Sutrimo, Polda Metro Sebut Tak Pegang Barang Pribadi Almarhum Termasuk HP

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut bahwa pihaknya hingga saat ini tidak memegang barang pribadi milik Sutrimo, termasuk ponselnya yang entah ke mana.
Kepala BNPB pastikan titik api di Jambi terus berkurang

Kepala BNPB pastikan titik api di Jambi terus berkurang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa penanganan Satgas Karhutla di Provinsi Jambi cukup baik dan dibuktikan dengan semakin berkurangnya titik api atau fire spot yang terjadi sampai saat ini terus berkurang jumlahnya.
Dua Bulan Kekeringan, BPBD Kabupaten Probolinggo Pasok 10 Ribu Liter Air Bersih di Desa Tegalsono

Dua Bulan Kekeringan, BPBD Kabupaten Probolinggo Pasok 10 Ribu Liter Air Bersih di Desa Tegalsono

BPBD Kabupaten Probolinggo pada Rabu (2/9/26) menyalurkan 10 ribu liter air bersih ke warga Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo.
Diburu Banyak Klub Kelas Kakap, Megawati Hangestri Sempat Ragu ke Hyundai Hillstate karena Hal Ini

Diburu Banyak Klub Kelas Kakap, Megawati Hangestri Sempat Ragu ke Hyundai Hillstate karena Hal Ini

Megawati Hangestri sempat ragu memilih Hyundai Hillstate karena cedera lutut meski diburu banyak klub. Debutnya langsung berbuah kemenangan dramatis.
Borneo FC Samarinda Siap Hadapi 4 Kompetisi Musim ini

Borneo FC Samarinda Siap Hadapi 4 Kompetisi Musim ini

Borneo FC Samarinda memastikan tidak ada istilah memilih kompetisi mana yang akan menjadi prioritas untuk diikuti pada musim 2026/2027. Pesut Etam siap menghadapi seluruh kompetisi yang ada.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Pemain Hillstate Kompak Bikin Konten Dance Ala Korea: Megawati Hangestri dan Kim Da-in Jadi Favorit

Kim Da-in dan Megawati Hangestri jadi favorit volimania ketika akun YouTube klub upload video konten dance yang dilakukan pemain Hillstate setelah latihan.
Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Benarkah gaji Jordan Wilson jauh melampaui Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate meskipun ini merupakan kompetisi profesional pertama sepanjang kariernya?
Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Megawati Hangestri memang belum menjalani debut resmi bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Namun, pevoli berjuluk Megatron itu sudah memiliki rencana untuk mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah pelaku pengeroyokan terhadap pria bernama Bambang Setiyawan (59) warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terjadi pascakerusuhan demo.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT