Prof Mas’ud Apresiasi Program Khofifah, 123 Mahasiswa Jatim Kuliah di Al Azhar dan Raih Prestasi
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com – Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, telah memfasilitasi 123 mahasiswa sejak 2021.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang tafsir, hadis, fikih, ushul fikih, dan sejarah peradaban Islam.
Program tersebut kemudian diperluas. Sejak 2025, Pemprov Jatim melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) memberikan fasilitasi kepada 60 mahasiswa untuk menempuh pendidikan magister atau S2.
“Setelah berpengalaman beberapa tahun, mulai 2025 Pemprov Jatim melalui LPPD meningkatkan program strategisnya dengan memfasilitasi 60 mahasiswa S2 yang memenuhi syarat. Ini menunjukkan program sudah naik kelas,” ujar Mas’ud.
Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. M. Mas’ud Said, yang melakukan pemantauan mahasiswa Jatim di Kairo bersama tim LPPD Jatim, menilai program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di bidang keislaman.
Ia menyebut mahasiswa asal Jatim di Al Azhar memiliki kemampuan dalam literatur Islam klasik dan mengikuti berbagai kompetisi akademik.
“Sebagian besar mahasiswa yang saya wawancarai di kampus Al Azhar tidak hanya kuat dalam kitab-kitab klasik, tetapi juga tangguh. Sebagian mereka adalah juara di kampusnya dan menang dalam kompetisi internasional dengan persaingan yang ketat,” ujarnya.
Selain penguasaan bahasa Arab dan literatur klasik, sejumlah mahasiswa disebut telah menghasilkan buku, ulasan, dan artikel ilmiah.
“Rata-rata kader memiliki semangat kelas satu. Saya bangga bisa berdiskusi dengan cendekiawan muda yang memiliki pemahaman Al Quran mendalam. Mereka muda, berprestasi, mandiri, dan penuh semangat,” katanya.
Mas’ud mengatakan latar belakang pendidikan pesantren turut menjadi modal bagi mahasiswa dalam mempelajari literatur Islam klasik dan memperdalam bahasa Arab.
“Sebagian besar mereka produktif, banyak menjadi juara baca kitab klasik, meresensi buku utama para syaikh Al Azhar, dan menerjemahkan berbagai kitab penting,” ungkapnya.
Selain penerima fasilitasi dari Pemprov Jatim, mahasiswa asal Jawa Timur di Al Azhar juga berasal dari jalur mandiri yang dikirim sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Dalwa Bangil, dan Tebuireng Jombang.
Dalam pemantauan di Kairo, Mas’ud juga melihat mahasiswa menjalani kehidupan secara mandiri. Sejumlah mahasiswa disebut memenuhi kebutuhan sehari-hari secara bersama, termasuk memasak sendiri.
Menurut Mas’ud, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang lulus. Pendampingan dan evaluasi selama masa studi juga diperlukan untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target.
LPPD Jatim melakukan monitoring terhadap perkembangan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Evaluasi mencakup pendampingan penulisan ilmiah, pemeriksaan kesehatan, kemampuan menulis, hingga pemantauan kelulusan tepat waktu.
Mas’ud menilai proses pendampingan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan akademik dan keilmuan yang memadai.
“Saya yakin kader-kader ini akan mewarnai Islam Indonesia lima hingga sepuluh tahun mendatang, serta menguatkan transformasi kebudayaan unggul yang kita tunggu-tunggu,” kata Mas’ud.
Sementara itu, terkait program beasiswa Pemprov Jatim, Mas’ud menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan fasilitasi pendidikan mahasiswa di Al Azhar.
“Saya baru memahami bahwa ini adalah tanaman kader yang penting dari Gubernur Khofifah untuk membuat Islam Indonesia masa depan lebih hebat dan terukur,” kata Mas’ud dalam laporannya dari Kairo, Mesir, Minggu (27/9).
Program beasiswa mahasiswa Jatim di Al Azhar saat ini mencakup jenjang S1 dan S2 dengan bidang studi, antara lain tafsir, hadis, ushul fikih, ushuluddin, pengembangan bahasa Arab, serta studi kebudayaan Islam. (gol)
Load more