Meriahkan Hari Batik, Penumpang Kereta Diajari Membatik, Pegawai KAI Gelar Fashion Show di Stasiun
- Sandi Irwanto
KAI Daop 8 Surabaya terus mendorong pemanfaatan stasiun sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang menghadirkan pengalaman positif bagi masyarakat. Berbagai kegiatan edukasi, budaya, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penumpang sekaligus memperkuat hubungan KAI dengan masyarakat.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Penetapan tersebut berkaitan dengan pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2009, yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi membatik serta mendukung para perajin yang berperan dalam melestarikannya.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal batik tidak hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses, nilai, dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pada saat yang sama, kolaborasi dengan UMKM binaan KAI diharapkan dapat memperkuat promosi produk lokal dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
“Melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal, mencoba, dan bangga menggunakan batik. Melalui kolaborasi dengan UMKM binaan KAI, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal. Dengan demikian, stasiun tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pelanggan menuju tujuan, tetapi juga tempat hadirnya pengalaman dan cerita positif tentang budaya Indonesia,” tutup Zaini. (msi/far)
Load more