News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lahan Kurang Produktif di Jombang Disulap Jadi Greenhouse Melon Premium

Lahan yang sebelumnya dinilai kurang produktif di Desa Gondangmanis, Kabupaten Jombang, kini berubah menjadi kebun melon premium berbasis teknologi hidroponik.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:20 WIB
Petani melon premium di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang saat merawat tanaman.
Sumber :
  • Rohmadi

Jombang, tvOnenews.com – Lahan yang sebelumnya dinilai kurang produktif di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini berubah menjadi kebun melon premium berbasis teknologi hidroponik.

Di atas lahan tersebut, Tri Mardi Walyono mengembangkan budidaya melon menggunakan greenhouse dengan sistem Deep Flow Technique (DFT). Teknologi ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah dengan pasokan air dan nutrisi yang dikontrol melalui sistem sirkulasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam greenhouse, ribuan tanaman melon tampak tumbuh berjajar di atas talang hidroponik. Larutan nutrisi dialirkan dari bak penampungan menuju talang, kemudian kembali ke bak kontrol untuk disirkulasikan.

Tri Mardi memilih sistem DFT karena dinilai lebih praktis dalam perawatan. Sistem tersebut juga memiliki cadangan larutan di dalam talang sehingga ketika terjadi pemadaman listrik, tanaman masih mendapatkan pasokan air dan nutrisi untuk sementara waktu.

"Sistemnya lebih praktis. Kalau listrik mati, masih ada cadangan air di dalam talang sehingga tanaman tidak langsung kekurangan air dan nutrisi," ujar Tri Mardi, Sabtu (3/10). 

Saat ini, Pondok Melon Gondangmanis memiliki dua greenhouse yang menampung lebih dari 2.000 tanaman. Greenhouse pertama memiliki sekitar 1.000 tanaman, sedangkan greenhouse kedua menampung sekitar 1.200 tanaman.

Satu greenhouse tambahan juga tengah dibangun dengan kapasitas sekitar 2.800 tanaman. Jika seluruh greenhouse telah beroperasi, produksi melon di lokasi tersebut ditargetkan semakin meningkat.

Tri menggunakan varietas melon premium jenis Lavender. Tanaman membutuhkan waktu sekitar 65 hari sejak ditanam hingga memasuki masa panen.

Untuk menjaga kualitas buah, setiap tanaman diseleksi dan hanya dipertahankan satu buah melon. Dengan cara tersebut, nutrisi tanaman dapat lebih terfokus sehingga buah yang dihasilkan memiliki ukuran relatif seragam.

"Tingkat produktivitasnya seratus persen berbuah. Setiap tanaman kita seleksi, satu tanaman satu buah," kata Tri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kondisi normal, bobot melon yang dihasilkan rata-rata sekitar dua kilogram per buah. Namun, beberapa buah yang dipanen sebelumnya bahkan mampu mencapai bobot tiga hingga empat kilogram.

Harga jual melon berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas atau grade buah. Jika tiga greenhouse nantinya beroperasi penuh, Tri menargetkan produksi dalam satu periode panen dapat mencapai sekitar 10 ton.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar Pejabat Utama Polda Metro Jaya yang Kena Rotasi Lengkap dengan Penggantinya

Daftar Pejabat Utama Polda Metro Jaya yang Kena Rotasi Lengkap dengan Penggantinya

Berdasarkan Surat Telegram tersebut, mutasi posisi di lingkungan Polda Metro Jaya mencakup tingkat Kapolda, Wakapolda, Direktur Reserse, dan Kapolresta....
Megawati Hangestri Berhasil Penuhi Syarat dari Kang Sung-hyung, Sudah Siap Debut dengan Hyundai Hillstate di KOVO Cup?

Megawati Hangestri Berhasil Penuhi Syarat dari Kang Sung-hyung, Sudah Siap Debut dengan Hyundai Hillstate di KOVO Cup?

Megawati Hangestri semakin dekat dengan kesempatab debut bersama Hyundai Hillstate setelah kondisi fisiknya kini mulai menunjukan perekembangan yang positif.
Amankan Medali Perak Asian Games 2026, Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Langsung Alihkan Fokus Hadapi SEA Games

Amankan Medali Perak Asian Games 2026, Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Langsung Alihkan Fokus Hadapi SEA Games

Tim sepak takraw putra Indonesia lamhsung mengalihkan perhatian ke agenda selanjutnya setelah meraih medali perak Asian Games 2026.
Disinggung Arya Wedakarna agar Artis Tidak Emosi di Bali, Billy Syahputra: Salah Kaprah Nih

Disinggung Arya Wedakarna agar Artis Tidak Emosi di Bali, Billy Syahputra: Salah Kaprah Nih

Billy Syahputra bereaksi santai namun nyelekit setelah anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK) unggah video sentil para artis agar tidak gaduh selama di Bali.
FIFA Beri 'Sanksi' Singapura usai Dihajar Malaysia 0-6 di FIFA ASEAN Cup 2026, The Lions Langsung Merasakan Dampaknya

FIFA Beri 'Sanksi' Singapura usai Dihajar Malaysia 0-6 di FIFA ASEAN Cup 2026, The Lions Langsung Merasakan Dampaknya

Singapura dipermalukan Malaysia 0-6 di FIFA ASEAN Cup 2026. Kekalahan telak itu memangkas poin The Lions dan mengancam posisi mereka di ranking FIFA dunia.
Profil Komjen Pol Asep Edi Suheri yang Kini Menjabat Inspektur Pengawasan Umum

Profil Komjen Pol Asep Edi Suheri yang Kini Menjabat Inspektur Pengawasan Umum

Komisaris Jenderal Asep Edi Suheri diketahui menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Posisi kosong yang ditinggalkannya, sekarang diisi oleh Irjen Dadang Hartanto.

Trending

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

Sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 pati dan pamen.
Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya yang Baru Bergelar Profesor

Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya yang Baru Bergelar Profesor

Inilah profil Irjen Pol Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya yang baru. Ternyata Kapolda Metro Jaya yang baru ini memiliki gelar profesor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT