Lahan Kurang Produktif di Jombang Disulap Jadi Greenhouse Melon Premium
- Rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Lahan yang sebelumnya dinilai kurang produktif di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini berubah menjadi kebun melon premium berbasis teknologi hidroponik.
Di atas lahan tersebut, Tri Mardi Walyono mengembangkan budidaya melon menggunakan greenhouse dengan sistem Deep Flow Technique (DFT). Teknologi ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah dengan pasokan air dan nutrisi yang dikontrol melalui sistem sirkulasi.
Di dalam greenhouse, ribuan tanaman melon tampak tumbuh berjajar di atas talang hidroponik. Larutan nutrisi dialirkan dari bak penampungan menuju talang, kemudian kembali ke bak kontrol untuk disirkulasikan.
Tri Mardi memilih sistem DFT karena dinilai lebih praktis dalam perawatan. Sistem tersebut juga memiliki cadangan larutan di dalam talang sehingga ketika terjadi pemadaman listrik, tanaman masih mendapatkan pasokan air dan nutrisi untuk sementara waktu.
"Sistemnya lebih praktis. Kalau listrik mati, masih ada cadangan air di dalam talang sehingga tanaman tidak langsung kekurangan air dan nutrisi," ujar Tri Mardi, Sabtu (3/10).
Saat ini, Pondok Melon Gondangmanis memiliki dua greenhouse yang menampung lebih dari 2.000 tanaman. Greenhouse pertama memiliki sekitar 1.000 tanaman, sedangkan greenhouse kedua menampung sekitar 1.200 tanaman.
Satu greenhouse tambahan juga tengah dibangun dengan kapasitas sekitar 2.800 tanaman. Jika seluruh greenhouse telah beroperasi, produksi melon di lokasi tersebut ditargetkan semakin meningkat.
Tri menggunakan varietas melon premium jenis Lavender. Tanaman membutuhkan waktu sekitar 65 hari sejak ditanam hingga memasuki masa panen.
Untuk menjaga kualitas buah, setiap tanaman diseleksi dan hanya dipertahankan satu buah melon. Dengan cara tersebut, nutrisi tanaman dapat lebih terfokus sehingga buah yang dihasilkan memiliki ukuran relatif seragam.
"Tingkat produktivitasnya seratus persen berbuah. Setiap tanaman kita seleksi, satu tanaman satu buah," kata Tri.
Dalam kondisi normal, bobot melon yang dihasilkan rata-rata sekitar dua kilogram per buah. Namun, beberapa buah yang dipanen sebelumnya bahkan mampu mencapai bobot tiga hingga empat kilogram.
Harga jual melon berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas atau grade buah. Jika tiga greenhouse nantinya beroperasi penuh, Tri menargetkan produksi dalam satu periode panen dapat mencapai sekitar 10 ton.
Menurut Tri Mardi, pengembangan greenhouse tersebut bukan hanya ditujukan untuk menghasilkan melon premium. Ia juga ingin menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi dengan dukungan teknologi.
"Harapannya, ini tidak hanya menjadi tempat produksi melon premium, tetapi juga bisa menjadi contoh bagaimana lahan yang kurang produktif dapat dimanfaatkan dengan teknologi pertanian yang lebih terkontrol," ujarnya.
Diketahui, budidaya melon dengan sistem greenhouse juga membuat proses produksi lebih mudah dikontrol, mulai dari pemberian nutrisi, kebutuhan air, hingga kondisi tanaman. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi alternatif bagi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi lahan melalui penerapan teknologi pertanian modern. (roi/far)
Load more