Gubernur Khofifah Pimpin Pembaretan 1334 Taruna-Taruni Jatim, Tekankan Displin dan Tanggungjawab sebagai Kader Bela Negara
- tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah menegaskan, enam SMAN Taruna Jawa Timur dikembangkan bukan semata-mata untuk menghasilkan peserta didik dengan prestasi akademik tinggi.
Lebih dari itu, sekolah taruna diharapkan menjadi ekosistem pembentukan calon pemimpin masa depan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan spiritualitas.
Karena itu, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terbangun bersama TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Kodam V/Brawijaya, Polda Jawa Timur, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah Pasuruan.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan penting dalam membangun model pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bela negara dan spiritualitas.
“Jawa Timur ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul yang cerdas sekaligus berkarakter. Mereka harus mampu berdiri tegak menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri, nilai kebangsaan dan kompas moralnya,” ungkapnya.
Kepada para orang tua, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan keikhlasan mendampingi putra-putrinya menjalani proses pendidikan ketarunaan.
Menurutnya, pembaretan menjadi momentum emosional bagi keluarga setelah selama masa basis para taruna dan taruni ditempa untuk tumbuh lebih mandiri.
“Hari ini Bapak dan Ibu melihat putra-putrinya mengenakan baret. Tetapi yang jauh lebih penting adalah kelak kita melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, menghormati sesama, membanggakan keluarga serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Itulah sesungguhnya makna pendidikan ketarunaan,” tuturnya.
Mengakhiri pesannya, Khofifah meminta para taruna dan taruni menjadikan baret yang dikenakan bukan sebagai simbol kebanggaan semata, tetapi sebagai pengingat atas tanggung jawab yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat atas pembaretan SMAN Taruna Jawa Timur Tahun 2026. Jaga kehormatan baret kalian dengan prestasi, integritas dan keteladanan. Jadilah kebanggaan orang tua, sekolah, Jawa Timur, bangsa dan negara. Teruslah melangkah dengan keyakinan dan persiapkan diri mengambil peran terbaik untuk menjemput Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 12 taruna dan taruni atas capaian selama masa basis. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan drum corps serta defile taruna-taruni dari enam SMAN Taruna Jawa Timur. (hen)
Load more