Keluarga Mempertanyakan Keterlibatan Sefriel dalam Upaya Pemadaman Karhutla
- tvOne - Wawan Sugiarto
Probolinggo, tvOnenews.com – Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar takziah kerumah salah satu korban meninggal saat memadamkan Karhutla Sefriel Ardiansyah, di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan, Kedopok, Kota Probolinggo. Kapolres menyebut bahwa penyelidikan masih dilakukan termasuk memeriksan sejumlah saksi.
Takziah yang dilakukan Kapolres bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Probolinggo tersebut berlangsung pada Sabtu pagi (17/10/2026). Kedatangan rombongan disambut langsung oleh orang tua dan keluarga almarhum.
Dalam pertemuan itu, pihak keluarga mempertanyakan keterlibatan Sefriel dalam upaya pemadaman karhutla. Pasalnya, almarhum diketahui bekerja sebagai karyawan Artotel di bagian engineering. Keluarga pun mempertanyakan alasan Sefriel berada di lokasi kebakaran dan apakah tugas tersebut termasuk dalam tanggung jawab pekerjaannya.
“Ada kejanggalan dari pihak keluarga, di mana almarhum Sefriel sendiri merupakan bagian engineering. Kenapa ada di lokasi karhutla? Apakah ini juga job desk-nya?” ujar salah satu anggota keluarga, Aqniz Ruri Ambarwati.
Meski telah mengikhlaskan kepergian Sefriel, keluarga berharap kepolisian dapat mengungkap secara jelas peristiwa yang merenggut nyawa almarhum, termasuk alasan dan keterlibatannya dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo.
Sementara itu, AKBP Asmida mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan pihak keluarga.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan kami telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi di TKP serta keluarga. Untuk jumlah saksi yang diperiksa, yang mengetahui adalah Satreskrim,” katanya.
Menanggapi harapan keluarga, AKBP Asmida menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Polisi berupaya mendalami kronologi kejadian, termasuk rangkaian peristiwa yang menyebabkan karhutla tersebut menelan korban jiwa.
“Kami mohon waktu dan kesempatan bagi pihak keluarga agar kami bisa melakukan penyelidikan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10).
Dalam peristiwa tersebut, enam orang yang terdiri atas petugas TNBTS, relawan, dan karyawan Artotel terjebak kobaran api. Akibat kejadian itu, empat orang meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka. (wso/ias)
Load more