Gubernur Khofifah Bagi 300 Liter BBM Gratis untuk Ojol Malang, Tegaskan Stok Aman, Distribusi Sesuai Kebutuhan Masyarakat
- Tim tvone - tim tvone
Dalam koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga, Khofifah juga memperoleh penjelasan bahwa pasokan ke sejumlah SPBU di Malang bahkan telah melampaui kuota yang tercatat.
Karena itu, apabila antrean panjang masih terjadi, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan, baik dari sisi distribusi maupun perkembangan kebutuhan masyarakat.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena Kota Malang memiliki karakteristik sebagai kota pendidikan sekaligus tujuan wisata. Mobilitas mahasiswa, wisatawan, dan masyarakat pada periode tertentu dapat memengaruhi kebutuhan bahan bakar.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga perlu terus mencermati pola konsumsi dan memastikan penyesuaian pasokan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual.
Selain memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan, Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Ia mengingatkan bahwa pembelian dalam jumlah tidak wajar justru berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.
“Kita harus menghindari panic buying. Apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki yang lebih besar, kemudian BBM-nya disedot atau dijual kembali di jalan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan, Khofifah mengatakan koordinasi juga dilakukan dengan jajaran kepolisian, termasuk Kapolda Jawa Timur dan Kapolri. Pengawasan diperlukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan sekaligus mendukung upaya menjaga kelancaran distribusi di lapangan.
Khofifah secara khusus menekankan agar masyarakat yang membutuhkan Pertalite maupun solar tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
Berdasarkan data yang disampaikan Pertamina Patra Niaga dalam koordinasi tersebut, pasokan Pertamax hingga 31 Oktober diperkirakan melebihi kebutuhan, sedangkan Pertalite dan solar diperkirakan mencukupi sesuai alokasi yang telah tercatat.
Meski demikian, apabila antrean panjang masih ditemukan, pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga perlu terus mengevaluasi penyebabnya. Peningkatan kebutuhan pada waktu tertentu juga perlu menjadi pertimbangan dalam pengaturan pasokan agar distribusi tetap sejalan dengan dinamika aktivitas masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya. Karena itu, distribusi harus dikawal, data kebutuhan harus menjadi dasar, dan kita bersama-sama mencegah adanya pembelian berlebihan maupun penyelewengan di lapangan,” ujar Khofifah.
Load more