Gubernur Khofifah Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Tekankan Keselamatan, Suplai Air Bersih dan Terbitkan SE Imbauan Salat Istisqa
- Tim tvone - tim tvone
"Koordinasi dengan apakah Manggala Agni ataukah MPA (masyarakat peduli api), ataukah relawan yang lain dengan kepala desa, camat dan semua jajaran TNI Polri yang sudah memiliki pemetaan dengan baik maka bisa melakukan langkah-langkah pengamanan dan pemadaman maupun pembasahan," jelasnya.
Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam pemadaman periode 13–19 Oktober 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Mereka terdiri atas Polisi Kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, penyuluh kehutanan, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat setempat.
"Jadi hari ini area Tahura Soerjo ini masih terdeteksi ada 92 hotspot," imbuhnya.
Gubernur menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh unsur yang bekerja di lapangan. Dukungan terhadap petugas harus diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan logistik, peralatan, layanan kesehatan, dan pengaturan waktu istirahat agar penanganan dapat berlangsung dengan aman dan efektif.
Pada saat yang sama, Gubernur Khofifah mengatakan perlindungan warga desa penyangga dan keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar juga harus dipastikan pemenuhannya.
“Kita juga harus menjaga sumber air dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Gubernur.
Kebakaran Tahura Raden Soerjo turut berdampak pada jaringan air bersih masyarakat. Laporan penanganan mencatat sepanjang 10.260 meter pipa air terdampak atau rusak di tiga desa penyangga, yakni 4.000 meter di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo, Kabupaten Pasuruan.
Dampak tersebut menempatkan perlindungan sumber air dan pemulihan jaringan distribusi sebagai bagian penting dari penanganan. Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah melakukan pemetaan titik pipa air yang terdampak dan akan melakukan pengeboran sumur.
“Ada ikhtiar yang akan sama-sama kita lakukan, kalau sumur bor nanti Pak Bupati kalau Pemprov karena kita sudah melakukan di banyak tempat itu kalau sumbernya ada kita tarik melalui pipa dan sama-sama kita ikhtiarkan, intinya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat semaksimal mungkin kita ikhtiarkan untuk bisa terpenuhi, jangka pendeknya memang dropping air bersih tapi jangka panjangnya memang harus ada katakan sumur atau kalau ada sumber kita tarik dengan pipa," terangnya.
Load more