WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com – WEPOSE Indonesia mendampingi sekitar 324 anak di enam titik binaan di Surabaya sepanjang 2026. Mayoritas anak yang mengikuti program tersebut berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah dengan orang tua yang bekerja di sektor informal.
Pendampingan dilakukan setiap akhir pekan dengan fokus pada penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, dalam pelaksanaannya, para relawan menemukan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari anak putus sekolah hingga mereka yang masih tertinggal dalam kemampuan dasar meski telah menempuh pendidikan formal.
Creative Media Officer sekaligus Mentor Titik 4 Keputran WEPOSE Indonesia, Laksani, mengatakan ketertinggalan kemampuan dasar anak terkadang tidak terlihat dari keseharian mereka sebagai siswa.
"Secara administrasi mereka tercatat di kelas tertentu, tapi kemampuan dasarnya, terutama membaca dan berhitung, belum sampai di level yang seharusnya," kata Laksani.
Salah satu temuan berada di kawasan Keputran. Seorang anak kelas 6 SD diketahui masih terbata-bata ketika membaca kalimat sederhana.
Menurut Laksani, anak tersebut sebenarnya mampu mengikuti pembelajaran apabila mendapatkan pendampingan secara personal. Namun, selama ini tidak ada yang memiliki cukup waktu untuk mendampinginya belajar.
"Dia sebenarnya bukan anak yang tidak mampu. Ketika didampingi pelan-pelan satu per satu, dia bisa mengejar. Masalahnya selama ini tidak ada yang punya waktu untuk duduk bersamanya," ujarnya.
Laksani menjelaskan, persoalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Kondisi ekonomi keluarga dapat membuat sebagian anak tidak melanjutkan pendidikan formal. Sementara itu, anak yang tetap bersekolah belum tentu mendapatkan pendampingan belajar di rumah karena orang tua harus bekerja dari pagi hingga sore, bahkan malam.
Di sekolah, banyaknya murid yang harus ditangani seorang guru juga membuat anak yang mengalami ketertinggalan sulit memperoleh perhatian lebih.
Dampingi Anak dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah
Sekretaris 1 WEPOSE Indonesia, Revana, menyebut sebagian besar anak yang mengikuti program berusia 4–12 tahun atau berada pada jenjang TK hingga SD.
"Mayoritas berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, dengan orang tua yang bekerja di sektor informal seperti Pedagang, Ojek Online, Kuli Bangunan," kata Revana.
Menurutnya, kemampuan belajar anak-anak yang didampingi cukup beragam. Ada yang hanya membutuhkan bantuan mengerjakan tugas sekolah, tetapi ada pula yang harus mendapatkan pendampingan dari kemampuan paling dasar, mulai dari mengenal huruf dan angka.
"Saat ini, pendampingan WEPOSE tersebar di enam titik binaan aktif, yakni Wonokromo, Dupak Magersari, Keputran, SD Dumas, Makam Rangkah, dan Kampung Nelayan. Jika di total sejak tahun 2019, Wepose memiliki 7 titik, 6 titik aktif dan 1 titik bacaan meliputi lebih dari 1000 lebih adik asuh dan lebih dari 3000 pemuda terlibat sejak 2019," ujar Tabitha, Ketua Komunitas Wepose Indonesia.
Load more