WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah
- tim tvOne
- tim tvOne
Program utama yang dijalankan berupa pendampingan belajar rutin setiap Sabtu atau Minggu. Selain literasi dan numerasi dasar, kegiatan juga mencakup pembelajaran sopan santun, bahasa Inggris, serta materi kesehatan seperti kebersihan diri dan pola hidup sehat.
Laksani mengatakan materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengurus di setiap titik menentukan kegiatan berdasarkan kondisi dan kemampuan anak-anak yang mereka dampingi.
"Jadi sebagai contoh di satu titik kebutuhan terbesarnya adalah membaca, sementara di titik lain anak-anaknya sudah lancar membaca tapi lebih butuh bahasa Inggris atau pembiasaan hidup sehat," jelasnya.
Keterbatasan Relawan hingga Pendanaan
Dalam menjalankan pendampingan, WEPOSE juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan relawan dan pendanaan.
Laksani mengatakan sebagian besar relawan merupakan mahasiswa sehingga ketersediaan waktu mereka tidak selalu konsisten. Kondisi tersebut terutama terjadi saat memasuki musim ujian, penyelesaian tugas akhir, hingga ketika relawan lulus dan pindah kota.
"Kendala yang paling terasa ada dua, yaitu keberlanjutan volunteer dan pendanaan," kata Laksani.
"Volunteer kami mayoritas merupakan mahasiswa, jadi ketersediaan waktu mereka naik turun, terutama saat musim ujian, tugas akhir, atau ketika ada yang lulus dan pindah kota," lanjutnya.
Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar anak juga berbeda-beda. Sebagian orang tua aktif mengantar anak dan menanyakan perkembangannya, sementara sebagian lainnya belum dapat terlibat banyak karena kesibukan bekerja.
Untuk meningkatkan keterlibatan keluarga, WEPOSE memiliki program Parent Up yang ditujukan untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak di rumah.
Di sisi lain, WEPOSE mengakui evaluasi perkembangan anak selama ini masih dilakukan secara internal oleh masing-masing titik binaan. Belum ada format baku yang diterapkan secara seragam sehingga organisasi tersebut belum dapat menyajikan data kuantitatif perkembangan seluruh anak dampingan hanya berdasarkan laporan setiap titik binaan.
"Karena itu, kami belum bisa menyajikan data kuantitatif yang seragam dari seluruh titik," ujar Laksani.
Ke depan, WEPOSE menargetkan penyeragaman media evaluasi, penguatan kapasitas relawan, serta perluasan jangkauan pendampingan secara bertahap. Organisasi tersebut juga membutuhkan tambahan relawan yang dapat hadir secara rutin dan dukungan pendanaan untuk menjalankan kegiatan berskala lebih besar. (gol)
Load more