News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah

WEPOSE Indonesia mendampingi 324 anak di Surabaya melalui program literasi dan numerasi. Namun, relawan masih menemukan ketertinggalan kemampuan dasar hingga keterbatasan pendampingan belajar.
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 3 November 2026 - 14:40 WIB
Kegiatan WEPOSE Indonesia
Sumber :
  • tim tvOne

Kegiatan WEPOSE Indonesia
Kegiatan WEPOSE Indonesia
Sumber :
  • tim tvOne

Program utama yang dijalankan berupa pendampingan belajar rutin setiap Sabtu atau Minggu. Selain literasi dan numerasi dasar, kegiatan juga mencakup pembelajaran sopan santun, bahasa Inggris, serta materi kesehatan seperti kebersihan diri dan pola hidup sehat.

Laksani mengatakan materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengurus di setiap titik menentukan kegiatan berdasarkan kondisi dan kemampuan anak-anak yang mereka dampingi.

"Jadi sebagai contoh di satu titik kebutuhan terbesarnya adalah membaca, sementara di titik lain anak-anaknya sudah lancar membaca tapi lebih butuh bahasa Inggris atau pembiasaan hidup sehat," jelasnya.

Keterbatasan Relawan hingga Pendanaan

Dalam menjalankan pendampingan, WEPOSE juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan relawan dan pendanaan.

Laksani mengatakan sebagian besar relawan merupakan mahasiswa sehingga ketersediaan waktu mereka tidak selalu konsisten. Kondisi tersebut terutama terjadi saat memasuki musim ujian, penyelesaian tugas akhir, hingga ketika relawan lulus dan pindah kota.

"Kendala yang paling terasa ada dua, yaitu keberlanjutan volunteer dan pendanaan," kata Laksani.

"Volunteer kami mayoritas merupakan mahasiswa, jadi ketersediaan waktu mereka naik turun, terutama saat musim ujian, tugas akhir, atau ketika ada yang lulus dan pindah kota," lanjutnya.

Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar anak juga berbeda-beda. Sebagian orang tua aktif mengantar anak dan menanyakan perkembangannya, sementara sebagian lainnya belum dapat terlibat banyak karena kesibukan bekerja.

Untuk meningkatkan keterlibatan keluarga, WEPOSE memiliki program Parent Up yang ditujukan untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak di rumah.

Di sisi lain, WEPOSE mengakui evaluasi perkembangan anak selama ini masih dilakukan secara internal oleh masing-masing titik binaan. Belum ada format baku yang diterapkan secara seragam sehingga organisasi tersebut belum dapat menyajikan data kuantitatif perkembangan seluruh anak dampingan hanya berdasarkan laporan setiap titik binaan.

"Karena itu, kami belum bisa menyajikan data kuantitatif yang seragam dari seluruh titik," ujar Laksani.

Ke depan, WEPOSE menargetkan penyeragaman media evaluasi, penguatan kapasitas relawan, serta perluasan jangkauan pendampingan secara bertahap. Organisasi tersebut juga membutuhkan tambahan relawan yang dapat hadir secara rutin dan dukungan pendanaan untuk menjalankan kegiatan berskala lebih besar. (gol)

Halaman Selanjutnya :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pamerkan 25 Karya Seni, “Ikhtiar Menitipkan Harapan” Ajak Pengunjung Selami Berbagai Pengalaman Hidup Lewat Ekspresi Visual

Pamerkan 25 Karya Seni, “Ikhtiar Menitipkan Harapan” Ajak Pengunjung Selami Berbagai Pengalaman Hidup Lewat Ekspresi Visual

Sebanyak 25 karya seni yang terdiri atas 22 lukisan dan 3 patung hadir dalam pameran bertajuk “Ikhtiar Menitipkan Harapan” di PORTA by Ambarrukmo Yogyakarta
Habib Bahar Buka Suara soal Polemik Herri Pras, Soroti Konten Caci Maki Ulama

Habib Bahar Buka Suara soal Polemik Herri Pras, Soroti Konten Caci Maki Ulama

Pendakwah Habib Bahar bin Smith akhirnya buka suara menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang ramai disorot publik. Ia menyinggung konten yang dinilai.
Daftar Pemain Asing Klub Super League di I.League Cup 2026-2027: Persija Tak Masukkan Jeremejeff dan Stjepan Loncar

Daftar Pemain Asing Klub Super League di I.League Cup 2026-2027: Persija Tak Masukkan Jeremejeff dan Stjepan Loncar

Sebanyak 16 klub Super League telah mendaftarkan pemain asing untuk I.League Cup 2026/2027. Menariknya, Persija Jakarta tidak memasukkan dua nama yang penting.
Profil Martha Amalia Iflahah, Sosok Istri Sah Dwi Bagus Martono yang Kini Jadi Sorotan

Profil Martha Amalia Iflahah, Sosok Istri Sah Dwi Bagus Martono yang Kini Jadi Sorotan

Nama Martha Amalia Iflahah menjadi perhatian publik usai kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun terungkap. Ini profil istri Dwi Bagus Martono.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Bobotoh Invasi Australia, Pelatih Melbourne Victory Pilih Fokus Misi Balas Dendam Amankan Poin Penuh dari Persib

Bobotoh Invasi Australia, Pelatih Melbourne Victory Pilih Fokus Misi Balas Dendam Amankan Poin Penuh dari Persib

Melbourne Victory akan menjamu Persib Bandung dalam laga pekan keempat babak penyisihan Grup E AFC Champions League Two, pada Rabu (3/11/2026). 

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT