News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Stasiun Semut Surabaya Jadi Saksi Pahitnya Hidup Soekarno Jauh Sebelum Jadi Presiden

Sosok Soekarno menjadi daya tarik tersendiri bagi Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo. Ia menceritakan bagaimana Kota Surabaya, khusus
Kamis, 16 Juni 2022 - 23:48 WIB
Soekarno muda pernah menjadi pegawai kereta api di Stasiun Semut Surabaya.
Sumber :
  • Dok. Kuncarsono Prasetyo

Surabaya, Jawa Timur - Sosok Soekarno memiliki daya tarik tersendiri bagi Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo. Ia menceritakan bagaimana Kota Surabaya, khususnya kawasan Peneleh menjadi saksi bisu tempat lahir dan tumbuhnya Presiden Republik Indonesia (RI) Pertama itu.

Kuncarsono menjelaskan, kelekatan Presiden RI ke-1 itu dengan Kota Pahlawan didasarkan pada buku berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Mulanya, berawal dari kedua orang tua Soekarno yakni, Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai yang menjalin hubungan sebagai seorang sepasang kekasih hingga akhirnya menikah pada tahun 1897.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat itu, Sukemi (Sosrodihardjo) dan Srimben (Ida Ayu Nyoman Rai) bertemu di Singaraja, Bali. Ketika itu, Sukemi menjadi seorang guru PNS yang ditugaskan di sana, kemudian saling kenal dan suka," kata Kuncar sapaan akrab Kuncarsono. 

Benih-benih cinta itu muncul, karena indekos Sukemi dengan Puri Agung Singaraja atau kediaman Srimben kala itu jaraknya yang tidak begitu jauh, bahkan sejalur dengan tempat ayah Soekarno itu pergi dan pulang mengajar. Meskipun ada rasa saling suka hubungan keduanya tidak mendapatkan restu karena, Srimben adalah keturunan ningrat kerajaan Singaraja. 

“Karena Srimben adalah keturunan ningrat tinggi, sedangkan Sukemi bukan dari keluarga ningrat, sehingga ditolak oleh keluarga pujaan hatinya. Pada saat itu lah ia (Sukemi), tetap mengajak Srimben menikah,” papar Kuncar. 

Setelah menikah, Sukemi dan Srimben pun dikaruniai anak pertama pada 29 Maret 1898. Anak pertama berjenis kelamin perempuan itu mereka beri nama Sukarmini. Setelah itu, di tahun 1899, keluarga kecil ini pindah dari Bali ke Surabaya, seiring adanya surat pindah tugas dari kementerian pendidikan kalau itu. 

Setelah pindah dari Bali ke Surabaya, Sukemi mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) sekolah Belanda untuk bumiputera di Jalan Sulung, atau sekarang SDN Alun - Alun Contong I, Surabaya. Selang setahun kemudian, pada 6 Juni 1901, Srimben melahirkan anak keduanya, Kusno (Soekarno). 

“Tak berselang lama, setelah usia Kusno enam bulan, tepatnya 28 Desember 1901, bapaknya dimutasi lagi, ke Jombang, Ploso. Karena pada saat itu gaji PNS tidak terlalu tinggi, pada akhirnya Sukarno cilik dititipkan ke rumah kakeknya di Tulungagung dari tahun 1904 - 1906,” ujar Kuncar. 

Saat sarasehan, Kuncar juga menjelaskan, di tanggal 23 November 1907, Soekarno ikut pindah lagi bersama ayahnya, kemudian menetap lama di Mojokerto  pada 22 Januari 1909. Setelah itu, Soekarno kecil sekolah di Hoogere Burgerschool (HBS) Surabaya, sedangkan bapaknya pindah tugas lagi ke HBS Blitar. 

“Nah, cerita Blitar sebenarnya diawali dari sini. Jadi bapaknya dari dari Mojokerto pindah ke Blitar, kemudian kontrak di sebuah rumah kecil, lantas ketika libur sekolah, Sukarno muda pulang ke Blitar untuk bertemu orang tuanya. Jadi seolah-olah Bung Karno pada waktu itu mudik ke Blitar, padahal awal mulanya itu karena Bapaknya dimutasi,” urainya. 

Di tengah perjalanan Soekarno muda saat mengenyam pendidikan di HBS Surabaya, ada secuil kisah menarik yang dijalaninya. Saat itu di usianya yang baru menginjak ke 15 tahun, Soekarno rela berjauhan dari keluarganya dan memilih untuk merantau ke Kota Pahlawan. Saat itu ia, tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto.

Saat mengenyam pendidikan, Soekarno muda tinggal bersama 30 pemuda lainnya di indekos milik HOS Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh Gang VII No. 29 - 31, Surabaya. “Jadi yang tinggal di situ indekos Tjokroaminoto) gratis, tapi syaratnya harus makan di rumah itu. Karena waktu itu Sukarno makannya sedikit, sehari dua bahkan sekali, maka dia tinggalnya di indekos paling belakang, sekarang menjadi sekolah SD Muhammadiyah,” jelas Kuncar.

Bukan hanya tinggal di indekos, sebagai seorang yang kaya akan rasa ingin tahu, Soekarno muda sering kali ikut nimbrung bersama pendiri Sarekat Islam (SI) itu, ketika mempraktikkan pidato atau diskusi soal politik. Bahkan, saat itu Soekarno sempat menjadi wartawan tulis media yang dimiliki oleh Tjokoroaminoto.

“Di usianya yang masih 15 tahun, Soekarno itu pembaca ulung, makannya di kalau menulis itu runtun. Di bertemu banyak orang yang usianya jauh di atasnya. Yang paling keren, pertama kali Sukarno mengenal Islam itu di rumah HOS Tjokroaminoto,” ungkapnya. 

Di usianya yang menginjak ke 20 tahun, Soekarno remaja baru mengenal yang namanya cinta. Kala itu ia menyatakan cintanya kepada Utari, anak pertama HOS Tjokroaminoto. Saat itu, waktu sore hari menyatakan cintanya di atas Jembatan Peneleh, sembari menghadap ke selatan. 

Kemudian pada usia ke 21 tahun, Soekarno mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Bandung. Selang satu tahun kemudian, Soekarno mendengar kabar kalau istri Tjokroaminoto wafat pada tahun 1921. Setelah menerima telegram dari Surabaya, ia pun memutuskan untuk cuti selama tujuh bulan. 

Saat itu Tjokroaminoto merasa tiada harapan lagi, tanpa istrinya, tokoh politik itu akhirnya sempat ling-lung. Karena Tjokroaminoto sudah tidak lagi punya penghasilan dari hasil usaha istrinya. Pada saat Soekarno tinggal di Surabaya itu pula, ia melangsungkan pernikahan dengan Utari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan hanya menikah dengan Utari, ketika dia cuti kuliah selama tujuh bulan, akan tetapi ia juga sempat bekerja sebagai pegawai tidak tetap di Stasiun Semut (Surabaya Kota) untuk membantu keuangan Tjokroaminoto sekaligus menghidupi biaya sehari-harinya bersama sang istri. 

“Jadi ini yang nggak banyak diungkap pertama kali Soekarno menikah di Surabaya, tentu ia bekerja susah payah di Stasiun Semut. Itu ada catatannya juga di sebuah buku di Jepang, ditulis bahwa Bung Karno bekerja sebagai outsourcing,” pungkasnya. (amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Bijak Betrand Peto untuk Sarwendah, Singgung Rumah yang Ditempati Ibu Sambungnya itu

Respons Bijak Betrand Peto untuk Sarwendah, Singgung Rumah yang Ditempati Ibu Sambungnya itu

Di tengah konflik orang tua angkatnya. Betrand Peto menyampaikan respons bijak sebagai anak anagkat dari Ruben Onsu dan Sarwendah.
Wirang Birawa Sampai Tak Bisa Berkata-kata Lihat Video Thania Pijat Punggung Kekasih Baru Sarwendah

Wirang Birawa Sampai Tak Bisa Berkata-kata Lihat Video Thania Pijat Punggung Kekasih Baru Sarwendah

Video Thania pijat punggung kekasih baru Sarwendah viral dan tuai kecaman. Wirang Birawa pun tak sanggup berkomentar, warganet ramai minta hak asuh diubah.
Ruben Onsu Tak Terima Disebut 'Mantan Ayah' oleh Pengacara Sarwendah, Langsung Beri Sindiran Menohok

Ruben Onsu Tak Terima Disebut 'Mantan Ayah' oleh Pengacara Sarwendah, Langsung Beri Sindiran Menohok

Ruben Onsu bereaksi keras setelah disebut "mantan ayah" oleh kuasa hukum Sarwendah. Sindiran pedasnya jadi sorotan.
KPK Periksa Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Periksa Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Dua pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi kuota haji yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi yang menjerat mantan Menteri Agama
Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 Jadi 'Biang Kerok', Vietnam Terancam Tersingkir dari Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 sukses memastikan tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah meraih kemenangan penting atas Vietnam. Hasil tersebut sekaligus membuat nasib The Golden Star Warriors di ujung tanduk.
Perseteruan dengan Sarwendah Semakin Kemana-mana, Ruben Onsu: Ya Allah, Ampunilah Dosaku

Perseteruan dengan Sarwendah Semakin Kemana-mana, Ruben Onsu: Ya Allah, Ampunilah Dosaku

Di tengah kisruh dengan Sarwendah, Ruben Onsu justru makin rajin tahajud dan bangun masjid. Ini doa menyentuh yang ia tulis di tengah semua ujiannya.

Trending

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Top 3 Bola: Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Top 3 Bola: Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia, Prediksi Nasib Garuda, Bung Binder Bela John Herdman

Top 3 Bola hari ini: Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke semifinal, media Vietnam memprediksi nasib Garuda usai hajar Oman, Bung Binder bela John Herdman.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Walau punya selisih gol signifikan, Vietnam harus bersaing di klasemen mini runner up terbaik setelah Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos langsung sebagai juara Grup A. 
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Media Vietnam Langsung Salahkan Wasit usai Kalah Lawan Timnas Indonesia U19 dan Terancam Tersingkir dari AFF U19 2026

Media Vietnam Langsung Salahkan Wasit usai Kalah Lawan Timnas Indonesia U19 dan Terancam Tersingkir dari AFF U19 2026

Media Vietnam salahkan keputusan wasit yang dianggap jadi biang kerok kekalahan lawan Timnas Indonesia U19. Kini Vietnam terancam tersingkir dari Piala AFF U19.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT