News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soekarno Disebut Lahir di Blitar Bukan di Surabaya, Pakar Sejarah Unesa Beberkan Fakta Ini

Melakukan klarifikasi terkait polemik kesalahpahaman pada catatan historis tempat kelahiran Presiden Republik Indonesia (RI) yang pertama, yakni Ir. Soekarno
Kamis, 16 Juni 2022 - 23:56 WIB
Potret Soekarno muda.
Sumber :
  • Dok. Kuncarsono Prasetyo

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng sejumlah pakar dan penggiat sejarah untuk melakukan klarifikasi terkait polemik kesalahpahaman pada catatan historis tempat kelahiran Presiden Republik Indonesia (RI) yang pertama, yakni Ir. Soekarno atau yang lebih akrab dikenal sebagai Bung Karno.

Pakar Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji mengatakan, bahwa tokoh bangsa yang dikenal sebagai Sang Proklamator itu yang dinyatakan lahir di Kota Blitar adalah tidak tepat. Sebab, tempat kelahiran Bung Karno yang sebenarnya adalah di Kota Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, terdapat beberapa keterangan yang menyatakan bahwa Soekarno adalah arek Suroboyo. Pertama adalah surat keterang penerimaan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), menyatakan bahwa Soekarno yang lahir pada 6 Juni 1901 di Kota Surabaya.

“Ada catatan di penerimaan ITB tertulis bahwasannya Soekarno itu lahir tahun 1902 pada 6 Juni. Akan tetapi tahun 1902 itu dimungkinkan karena usianya dimudahkan saat masuk perguruan tinggi. Surat keterangan tersebut menyatakan bahwa ia lahir pada 6 Juni 1901 di Kota Surabaya,” kata Bayu Aji.

Bayu Aji menjelaskan, berdasarkan satu keterangan tersebut, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa Soekarno lahir di Kota Surabaya. Dimana, Soekarno adalah anak seorang guru di Kota Pahlawan yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo.

Keterangan kedua adalah ketika Soekarno menghadiri penerimaan gelar Honoris Causa (HC) ke 25 untuk di dirinya pada tahun 1964 di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Dalam pidatonya, ia meminta melakukan koreksi mengenai asal-usul tempat kelahirannya, bukan di Kota Blitar melainkan di Kota Surabaya.

“Satu koreksi kecil kepada rektor yang ditulis dalam piagam yang dibacakan oleh Bung Karno adalah ia mengatakan, ‘saya dilahirkan tanggal 6 Juni 1901 di blitar itu salah, saya dilahirkan di Surabaya, jadi saya arek Suroboyo’,” ungkap dia.

Dari kejadian di Unpad, Bayu Aji menerangkan semua tamu yang hadir langsung bertepuk tangan dengan riuh. Selain itu, catatan histori lainnya adalah sebuah buku yang ditulis oleh Cindy Adams yang berjudul Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Buku tersebut juga menjadi tanda sekaligus bukti, bahwa Putra Sang Fajar dilahirkan di Kota Surabaya.

“Sayangnya, pada era orde baru, muncul banyak narasi Bung Karno dilahirkan di Kota Blitar. Karena itu, momentum hari kelahiran Bung Karno, kita harus menuliskan ulang atau membuat koreksi, bahwa yang benar adalah beliau dilahirkan di Surabaya,” tegas dia.

Ketiga, Soekarno juga memiliki kisah yang panjang dengan Kota Surabaya sejak bersekolah di HBS. Bahkan Bung Karno juga berguru kepada H. Oemar Said Tjokroaminoto. Disitulah, ia bertemu berbagai macam kalangan dan pemuda dengan berbagai macam ideologi.

“Surabaya dan Soekarno yang dilahirkan di Jalan Pandean IV no 40 ini harus terus digaungkan. Sehingga kita melek  terhadap sejarah proklamator kita, yang mana Soekarno sangat jelas memiliki visi nasionalisme untuk menguatkan kebangsaan Indonesia,” jelas dia.

Keterangan keempat adalah hasil penelitian dari Peneliti Lembaga Institut Soekarno Peter A Rohi, yang meneliti tentang Soekarno mengenai hari lahir yang bahwasannya beliau dilahirkan di Kota Surabaya.

“Catatan-catatan itu memang bukan menjadi problem utama terkait dengan tanggal tahun lahirnya. Tetapi keterangan yang lebih krusial lagi adalah dia dilahirkan di Surabaya dan banyak sekali keterangan yang cocok dengan keterangan yang lainnya,” terang dia.

Ia menambahkan, jika dalam konteks ilmu sejarah terdapat kebenaran koherensi, yakni satu kebenaran dengan yang lainnya itu mengalami sinkronisasi atau kecocokan. Apalagi, Soekarno begitu melekat di hati masyarakat Indonesia sebagai Bapak Proklamator dengan jasa-jasa yang sangat luar biasa.

“Sebab, dia bisa menyatukan bangsa dan menyatukan Asia Afrika. Ini merupakan catatan historis yang perlu diketahui oleh khalayak umum, bahwa Soekarno ini adalah arek Suroboyo,” ujar dia.

Tak hanya itu saja, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik koreksi dari catatan historis tempat kelahiran Bung Karno, dimana ia ingin menjadikan rumah kelahiran Sang Proklamator sebagai museum edukasi pendidikan. Nantinya, pengunjung yang hendak mengunjungi museum tersebut bisa menjelajahi sungai Kalimas.

“Surabaya memiliki Wisata Perahu Air Kalimas, ada dermaga untuk menyusuri museum HOS Tjokroaminoto lalu menuju ke rumah kelahiran Bung Karno. Dan ini bisa menjadi napak tilas kita semuanya untuk mempelajari tentang Soekarno dan Surabaya,” ujar dia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi dia, terdapat tiga hal penting jika rumah kelahiran Bung Karno akan dijadikan museum oleh Pemkot Surabaya. Yakni, sebagai tempat belajar yang berkaitan dengan tempat edukasi. “Ketika anak-anak sekolah mempelajari tentang Soekarno, bisa belajar secara langsung untuk menemukan discovery learning,” kata dia.

Selanjutnya adalah sebagai tempat penelitian. Artinya, siapapun yang ingin melakukan penelitian tentang Bung Karno bisa datang ke rumah kelahiran Sang Proklamator. “Terakhir adalah sebagai tempat wisata. Artinya wisata pendidikan dan edukasi serta penelitian ini bisa menjadi satu kesatuan,” pungkasnya. (amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Ringan, Denda PKB dan BBNKB Dihapus Selama Tiga Bulan

Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Ringan, Denda PKB dan BBNKB Dihapus Selama Tiga Bulan

Memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan kebijakan pembebasan sanksi administratif bagi wajib pajak kendaraan bermotor
Mathew Baker Lagi-Lagi Dapat Pujian Usai Debut di Timnas Indonesia Senior, Kini Giliran Eks Pelatih Piala Dunia yang Kirim Pesan Khusus

Mathew Baker Lagi-Lagi Dapat Pujian Usai Debut di Timnas Indonesia Senior, Kini Giliran Eks Pelatih Piala Dunia yang Kirim Pesan Khusus

Mathew Baker mencuri perhatian usai menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior. Penampilan bek berusia 17 tahun itu mendapat pujian dari berbagai pihak.
Rupiah Hari Ini 8 Juni 2026 Anjlok ke Rp18.109 per Dolar AS, Berpotensi Tembus Rp19.000 di Akhir Juni Imbas Geopolitik Timur Tengah

Rupiah Hari Ini 8 Juni 2026 Anjlok ke Rp18.109 per Dolar AS, Berpotensi Tembus Rp19.000 di Akhir Juni Imbas Geopolitik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah hari ini 8 Juni 2026 anjlok ke angka Rp18.109 per dolar Amerika Serikat (AS). 
Emak-emak Nangis Lihat Harga Pangan, Bawang dan Minyak Goreng Alami Lonjakan Harga

Emak-emak Nangis Lihat Harga Pangan, Bawang dan Minyak Goreng Alami Lonjakan Harga

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (7/6/2026) menunjukkan penurunan tajam terjadi pada kelompok cabai dan daging-dagingan.
Kronologi Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Laga Denmark Vs Ukraina Terpaksa Dihentikan

Kronologi Christian Eriksen Kolaps di Lapangan, Laga Denmark Vs Ukraina Terpaksa Dihentikan

Christian Eriksen kembali mengalami kolaps saat menjalani pertandingan persahabatan Denmark melawan Ukraina. Insiden ini memaksa laga harus dihentikan di Stadion Odense, Denmark, Minggu (7/6/2026).
Pemain Muda ini Disanjung Setinggi Langit sama John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia yang Semangat Bangun Generasi Sepakbola

Pemain Muda ini Disanjung Setinggi Langit sama John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia yang Semangat Bangun Generasi Sepakbola

Belum lama ini, Pelatih timnas Indonesia John Herdman memuji pemain muda di skuad Garuda. Sosoknya mencuri perhatian publik

Trending

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Walau punya selisih gol signifikan, Vietnam harus bersaing di klasemen mini runner up terbaik setelah Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos langsung sebagai juara Grup A. 
Update Top Skor AVC Women's Cup 2026: Tiga Andalan Timnas Voli Putri Indonesia Bertahan di 10 Besar

Update Top Skor AVC Women's Cup 2026: Tiga Andalan Timnas Voli Putri Indonesia Bertahan di 10 Besar

Top skor AVC Women's Cup 2026, di mana tiga pemain Timnas Voli Putri Indonesia masih bertahan di posisi 10 besar.
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Respons Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi Program MBG, PDIP 'Sentil' Kejagung: Bisa Dicegah Sejak Awal

Respons Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi Program MBG, PDIP 'Sentil' Kejagung: Bisa Dicegah Sejak Awal

Eks tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT