Marhaen Teken MoU Agrinas, Lahan Pangan Produktif Nganjuk Bakal Dioptimalkan
- tim tvone - tim tvone
Sementara itu, Direktur Kawasan Sentra Produksi Pangan PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjend Blasius Popylus, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut dibentuk sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Dalam pelaksanaannya, PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki sejumlah strategi, diantaranya peningkatan produktivitas pertanian, pembinaan kelembagaan petani, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Ia menambahkan, strategi tersebut diwujudkan melalui perluasan kawasan sentra produksi pangan, modernisasi alat dan mesin pertanian, mekanisasi, digitalisasi, serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT). Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas sektor pertanian.
Menurutnya, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pertanian, bukan sekadar objek. Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh manfaat dari hasil panen, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
"Harapan kita, kegiatan pertanian bukan semata-mata untuk menyejahterakan petani, tetapi petanilah yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan sentra produksi pangan. Posisi geografis yang mendukung, masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, serta kekayaan sumber daya alam di bidang pangan menjadi alasan kuat pemilihan Nganjuk sebagai salah satu kawasan pengembangan.
Dalam implementasinya, pengembangan kawasan pangan akan mencakup tiga agenda utama, yakni agronomi, agroindustri, dan agrobisnis. Ketiganya meliputi kegiatan budidaya pertanian, pengolahan hasil produksi, hingga pengembangan usaha dan pemasaran komoditas pertanian. Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan dapat terlibat lebih luas dalam rantai pasok sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh semakin optimal.
Brigjend Blasius juga menekankan bahwa keberhasilan program membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga desa, masyarakat, perguruan tinggi, media, dan sektor swasta.
"Penandatanganan MoU menjadi landasan penting untuk memastikan kerja sama berjalan secara terarah, akuntabel, dan dapat ditindaklanjuti melalui program nyata,"pungkasnya. (hen)
Load more