News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seorang Ibu di Sampang Tinggal bersama 2 Anak dan 2 Cucu Balita di Rumah yang Rapuh dan Bocor

Seorang ibu bernama Sutihah, warga Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, tinggal bersama dua anak dan cucu, di rumah yang kondisinya memprihatinkan
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:16 WIB
Seorang ibu di Kabupaten Sampang, tinggal bersama dua anak dan cucu, di rumah memprihatinkan
Sumber :
  • tim tvone - dimas farik

Sampang, Jawa Timur - Seorang ibu bernama Sutihah (54), warga Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, tinggal bersama dua anaknya dan dua cucu yang masih bocah, di rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Atap bangunan rumah, seperti kayu, plafon sudah tak ada yang tersisa akibat jatuh termakan usia. Selain itu, genting sebagai penutup bangunan sebagian sudah tidak ada yang terpasang, sehingga atap bangunan bolong. Sementara itu, dinding rumah yang terbuat dari bambu mengililingi badan bangunan sudah mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumah berukuran sekitar 4x3 meter memiliki dua kamar tempat tidur. Atap bangunan sempat dipasangi penutup terpal, guna saat air hujan turun, tidak masuk ke dalam ruangan, namun karena tidak punya biaya untuk membeli, Sutiah yang sudah ditinggal suaminya, membiarkan atap bangunan bolong.

"Ya, gimana lagi, keadaanya seperti ini. Saya hidup bersama empat anak saya, ada kamar saya bocor, ruangan tamu juga bocor. Ya cuman satu kamar yang bisa ditempati. Ya kalau tidur kita kumpul bersama anak-anak. Dulu ditutup terpal, karena tidak bisa membeli terpal lagi, ya sudah dibiarkan saja begitu," kata Sutihah, Kamis (28/7).

Sutihah menambahkan, untuk menyambung  hidup sehari-hari, ia memiliki pekerjaan yang ahli dalam bidang pijet, baik anak-anak maupun orang dewasa.

"Yaitu pak. Kalau ada butuh jasa pijet, saya pijet. Kadang saya dijemput untuk memijet kadang ada yang datang sendiri ke rumah saya. Cuman itu pak pekerjaan saya sehari-hari," terangnya.

Ia menambahkan, rumahnya sempat didatangi oleh dinas sosial Kabupaten Sampang, maupun pihak terkait guna membedah rumah yang tak layak huni.

"Iya ada yang datang ke sini, dari Kecamatan, dinas Sosial, Kodim, dari kepolisian. Katanya habis lebaran (idul fitri) mau dibedah, dan pasti jadi begitu. Ternyata sampai sekarang belum ada apa- apa," keluhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Rawi, Lurah Polagan Kecamatan Sampang, mengakui bahwa beberapa bulan lalu, rumah warganya telah didata dan diusahakan dilakukan pembedahan.

"Ternyata bedah rumah tidak dilakukan secara keseluruhan, cuman hanya separuh badan sehingga, kami kesulitan untuk kayu yang ada di atasnya rumah," terangnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh
Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api untuk periode arus balik H+1 Lebaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Ini jadwal lengkap pemesanan tiket arus balik
Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia Ungkap Pengalaman Bahayanya Buka M-Banking Pakai WiFi Publik, Ini yang Terjadi!

Surya Insomnia bagikan pengalamannya tentang bahaya membuka M-Banking lewat WiFi publik. Ia mengingatkan risiko pencurian data hingga penyusupan akun.
esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

esan 'Khusus' Michael Carrick Gagal: Marcus Rashford Lebih Pilih Barcelona Ketimbang Pulang ke Manchester United

Michael Carrick sangat terbuka untuk menyambut Marcus Rashford kembali ke Manchester United. Namun, Rashford telah memberi tahu Barcelona bahwa ia tidak berniat

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT