GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gunung Semeru Terpantau Kembali Keluarkan Letusan dan Guguran Lava, BPBD : Jangan Panik, Tetap Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG

Aktivitas Gunung Semeru yang beberapa hari lalu sempat mengalami erupsi disertai Awan Panas Guguuran (APG) dengan jarak luncur 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, hingga saat ini masih fluktuatif.
Jumat, 11 November 2022 - 15:33 WIB
Visual asap kawah Gunung Semeru terpantau dari Dusun Kajar Kuning, Jum’at (11/11/2022)
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

Lumajang, Jawa Timur – Aktivitas Gunung Semeru yang beberapa hari lalu sempat mengalami erupsi disertai Awan Panas Guguuran (APG) dengan jarak luncur 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, hingga saat ini masih fluktuatif. Guguran lava pijar pada saat malam hari, juga masih terpantau terjadi dengan jarak luncur yang relatif aman, karena jauh dari pemukiman warga terdekat.

Berdasarkan laporan rutin Petugas Pemantau Gunung Api (PPGA) Semeru di Pos Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, terekam dan tercatat dalam periode pengamatan hari Jum’at (11/11) pukul 06.00 – 12.00 WIB, secara visual gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 500-1000 m di atas puncak kawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Teramati juga telah terjadi ltusan sebanyak 1 kali dengan  tinggi asap berwarna putih kelabu, kurang lebih 500 meter serta condong ke arah barat daya. Untuk guguran lava juga teramati terjadi 1 kali dengan jarak luncur kurang lebih 200 meter dari ujung lidah lava.  Untuk gunung dominan tertutup kabut,” tulis Mukdas Sofian, dalam laporannya, Jum’at (11/11).

Sedangakan secara kegempaan, Sofian melaporkan telah terjadi 19 kali letusan, 3 kali gugurab, 6 kali hembusan, 4 kali tremor hermonik dan sekali tektonik jauh.

“Untuk tingkat aktivitas, hingga kini Gunung Semeru masih berstatus siaga atau level 3,” jelasnya.

Sementara itu, Wawan Hadi selaku Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, terus melakukan koordinasi dengan berbagai lintas sektor, terutama dengan pihak PPGA Semeru, PVMBG, BMKG terkait kondisi cuaca di akhir tahun ini.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari PPGA Semeru, hingga saat ini aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif. Meskipun demikian, warga kami himbau tetap waspada terhadap potensi ancaman bencana alam termasuk bencana Gunung Semeru,” tutur Wawan saat ditemui di kantornya.

Terlebih, Wawan juga mengingatkan kepada warga agar tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang beredar terkait kondisi aktivitas Gunung Semeru, yang belum jelas sumbernya.

“Saat ini Gunung Semeru masih berstatus siaga, warga jangan mudah percaya dengan beredarnya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya. Setiap informasi, selalu kami sampaikan dan bagikan melalui media sosial resmi BPBD Lumajang, salah satunya melalui grup Whatsapp,” imbuhnya.

Disamping itu, Wawan juga menghimbau kepada warga agar tetap tenang, tidak panik dan tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG.

“Dan yang terpenting, dengan kondisi aktivitas gunung semeru yang fluktuatif saat ini di tengah meningkatnya curah hujan. Warga kami himbau agar tetap tenang, tidak panik dan harus mematuhi rekomendasi yang telah di berikan PVMBG selama ini,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut ini rekomendasi yang telah di keluarkan PVMBG dan agar senatiasa dipatuhi oleh warga masyarakat, diantaranya larangan melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar), serta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (wso/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Festival Bandeng kembali berlangsung di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat sebagai momen peringatan perayaan Imlek pada tiap tahunnya.
Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Bersamaan dengan Indonesia, Malaysia telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dalam pengumuman yang keluar Selasa (17/2/2026).
Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hasil pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Palembang dilaporkan tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Hal ini disampa
Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT