News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Puluhan Jurnalis Keracunan di Banyuwangi, Kemenkes akhirnya Turun Tangan

Kasus keracunan 35 jurnalis di Banyuwangi, 12 Desember kemarin, mendapat perhatian khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Lembaga ini akhirnya turun tangan menangani tragedi tersebut.
Rabu, 14 Desember 2022 - 17:42 WIB
Tragedi keracunan massal menimpa para jurnalis di Banyuwangi, Senin (12/12/2022) lalu.
Sumber :
  • tvOne - happy oktavia

Banyuwangi, Jawa Timur - Kasus keracunan 35 jurnalis di Banyuwangi, 12 Desember kemarin, mendapat perhatian khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Lembaga ini akhirnya turun tangan menangani tragedi tersebut. Salah satunya, mengecek langsung sampel makanan yang diduga meracuni puluhan jurnalis tersebut.

Pengecekan sampel makanan ini untuk memastikan lebih detail penyebab keracunan massal ini. Pengecekan dilakukan di laboratorium Kemenkes lantaran lebih lengkap dan canggih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sudah kirim sampel makanan yang memicu keracunan jurnalis ke Jakarta. Sejak awal, Kemenkes memberikan atensi khusus kejadian ini,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, Rabu (14/12) siang.

Dari hasil lab, nantinya akan diketahui secara detail jumlah kuman yang ada di dalam makanan. Lalu, jenis bakterinya. Sehingga, lebih mudah mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut. Selain makanan, sampel air juga dilakukan penelitian di lab. Sebab, tak menutup kemungkinan airnya juga terkontaminasi.

“Bisa juga dari kontaminan alatnya, bahkan dari kontaminan orang yang menyajikan, sehingga semua kita kirim ke Jakarta," ucapnya.

Hasil lab sampel ini baru bisa diketahui sekitar 5-6 hari. Harapannya, lab ini akan membuka tabir penyebab pasti keracunan 35 jurnalis saat kegiatan bersama Bank Indonesia (BI) Jatim di Banyuwangi.

"Nanti hasilnya akan diberikan kepada kita, selanjutkan kita berikan kepada pihak terkait. Kemungkinan minggu depan sudah selesai," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedikitnya 35 jurnalis dari berbagai kota di Jawa Timur mengalami keracunan ketika mengikuti literasi dari BI, Minggu (11/12) lalu. Mereka mengalami mual, muntah dan diare.

Para peserta sudah mengeluhkan gejala mual dan sakit perut usai pulang dari Taman Nasional Alas Purwo. Di lokasi ini, para peserta disuguhi hidangan seafood. Lalu, mereka mengikuti makan malam di sebuah hotel di Ketapang. Minggu malam hari hingga Senin pagi, para peserta mengalami keracunan massal. (hoa/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lakukan Ritual dengan Sosok Perempuan "Misterius" Sebelum Gali Harta Karun di Bangunan Bekas Penggilingan Padi, Dua Warga Bandung Berujung Tewas Tertimbun Longsoran Galian di Antapani

Lakukan Ritual dengan Sosok Perempuan "Misterius" Sebelum Gali Harta Karun di Bangunan Bekas Penggilingan Padi, Dua Warga Bandung Berujung Tewas Tertimbun Longsoran Galian di Antapani

Sempat melakukan ritual dengan sosok perempuan “misterius” sebelum menggali harta karun di bangunan bekas penggilingan padi, dua warga Bandung berujung tewas tertimbun longsoran galian di Antapani.
Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Penerimaan Internasional di Bandara Juanda

Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan Penerimaan Internasional di Bandara Juanda

Dalam upaya mengantisipasi masuknya virus nipah ke Jawa Timur, BBKK Surabaya memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional di Bandara Juanda.
Dikira Mata-matai Timnas Futsal Indonesia, Ternyata Ini Tujuan Pelatih Iran Tonton Langsung Laga Skuad Garuda Kontra Jepang ‎

Dikira Mata-matai Timnas Futsal Indonesia, Ternyata Ini Tujuan Pelatih Iran Tonton Langsung Laga Skuad Garuda Kontra Jepang ‎

‎Iran bakal melakoni partai final Piala Asia Futsal 2026 dengan menghadapi penantang baru. Bukan Jepang maupun raksasa Asia lainnya, namun Timnas Futsal Indonesia menjadi lawan yang harus mereka hadapi di laga pamungkas tersebut. 
Alim Suseno Ungkap Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Megawati Hangestri Cs Tiga Set Langsung

Alim Suseno Ungkap Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Megawati Hangestri Cs Tiga Set Langsung

Jakarta Electric PLN gagal perpanjang catatan kemenangan beruntun mereka pada gelaran Proliga 2026 memasuki seri kelima yang berlangsung di Malang, Jawa Timur.
Komisi I DPR Tegaskan Belum Bahas Anggaran Kemenhan untuk Iuran Board of Peace

Komisi I DPR Tegaskan Belum Bahas Anggaran Kemenhan untuk Iuran Board of Peace

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan bahwa hingga saat ini belum pernah ada pembahasan resmi terkait rencana penggunaan anggaran Kemenhan untuk membayar iuran Board of Peace yang nilainya disebut mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.
Ramalan Cinta Shio 7 Februari 2026: Tikus, Macan, Kelinci, Naga hingga Babi

Ramalan Cinta Shio 7 Februari 2026: Tikus, Macan, Kelinci, Naga hingga Babi

​​​​​​​Ramalan cinta shio 7 Februari 2026: Tikus, Macan, Kelinci, Naga hingga Babi. Simak peruntungan asmara besok untuk single dan berpasangan lengkap.

Trending

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Susunan Pemain Tim Putri Indonesia vs Thailand di Perempat Final Kejuaraan Beregu Asia 2026

Berikut susunan pemain tim putri Indonesia vs Thailand di Perempat final Kejuaraan Beregu Asia 2026
Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari Cristiano Ronaldo

Baru Juga Rekrut Eks Pemain Al Hilal, Al Nassr Sudah Ditimpa Kabar Buruk dari Cristiano Ronaldo

Baru juga Al Nassr mengumumkan bergabungnya Abdullah Al-Hamddan dalam klub tersebut, Ronaldo malah bawa kabar buruk jelang laga menjamu Al Ittihad. Ada apa?
KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK Ungkap Deretan Barang Bukti Kasus Impor Bea Cukai Senilai Rp40,5 Miliar, dari Uang Tunai hingga Emas Batangan

KPK menyita uang tunai, valuta asing, jam tangan mewah, hingga emas 5,3 kg senilai Rp40,5 miliar dalam kasus korupsi impor Bea Cukai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT