News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Relawan Puan Gelar Pentas Seni dan Bagikan Pupuk di Banyuwangi

Selain pentas seni, Relawan Puan juga membagikan bantuan pupuk bagi petani di Desa Krajan, Kelurahan Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabuaten Banyuwangi.
Minggu, 18 Desember 2022 - 18:59 WIB
Relawan Puan bagikan bantuan pupuk bagi petani di Kabupaten Banyuwangi, Jatim, Minggu (18/12/2022)
Sumber :
  • ANTARA

Banyuwangi, Jawa Timur - Relawan Puan Maharani mengadakan sejumlah kegiatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan  dilaksanakan untuk memperkuat basis dukungan Puan Maharani di wilayah tersebut, serta ajakan untuk terus bersama menjaga dan melestarikan budaya Indonesia agar tidak punah.

Kegiatan pentas seni yang menampilkan seni tari gandrung yang digelar relawan Puan di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Banyuwangi ke-251. Kegiatan ini berlangsung meriah dan ditonton ratusan orang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut, Pak Toha salah satu warga yang mengikuti acara tersebut mengaku senang dengan acara yang dibuat Relawan Puan. Dirinya mengatakan acara yang digelar sangat bagus untuk melestarikan budaya seni tari. 

"Apalagi ini momentunya bertepatan dengan HUT Banyuwangi, Relawan Puan Hebat! Ibu Puan Jaya Selalu!" kata Toha, Minggu (18/12/2022).

Selain pentas seni, Relawan Puan juga membagikan bantuan pupuk bagi petani di Desa Krajan, Kelurahan Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.

“Terima kasih tim Relawan Puan atas bantuan pupuknya. Semoga hasil panen saya dapat semakin banyak. Semoga Puan Maharani bisa maju di pilpres 2024,” tutur Ibu Komariah, salah satu petani penerima bantuan.

Acara ditutup dengan kegiatan Relawan Puan peduli masyarakat, di mana Relawan Puan membagikan 200 karung beras berukuran 5 kilogram kepada masyarakat yang kurang mampu di Desa Paliran, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Banyuwangi.

Relawan Puan di Palembang

Selain di Banyuwangi, di Kota Palembang, Relawan Puan membagikan bantuan berupa ratusan paket sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, dan Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapo, Kabupaten Banyuasin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain bantuan, Relawan Puan juga melakukan acara Senam Asik di Kecamatan Sakurami, Kota Palembang, Sumatra Selatan. 

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh ratusan emak-emak. Peserta yang beruntung, membawa pulang doorprize berupa piranti rumah tangga elektronik. (ant/ito)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT