GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

33 Orang Eks JI dan Relawan Maluku Utara Semasa Konflik Menyatakan Ikrar Ke NKRI

33 orang Eks Jamaah Islamiyah dan Relawan Maluku Utara, berikrar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menolak tegas paham intoleran dan radikalisme.
Senin, 14 Oktober 2024 - 23:09 WIB
33 anggota jamaah ismaliyah berikrar kembali ke NKRI
Sumber :
  • Ikbal Arsyad

Ternate, tvOnenews.com – Sebanyak 33 orang Eks Jamaah Islamiyah (JI) dan Relawan Maluku Utara, semasa konflik, berikrar kepada negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Pernyataan sikap tersebut tertuang dalam beberapa point diantaranya menolak dengan tegas segala bentuk paham intoleran dan radikalisme yang dibacakan secara bersama-sama di Jati Hotel Ternate, Maluku Utara, Senin, (15/10/2024).

“Siap menjaga dan mempertahankan negara kesatuan republik indonesia bersama seluruh elemen negeri ini, siap melindungi segenap tumpah darah tanah air indonesia dari segala tindakan intoleran, radikalisme, dan terorisme yang dapaт memecah belah persatuan indonesia,” demikian isi pernyataan sikap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu para Eks JI dan relawan ini  juga mendukung adanya pembubaran Al-Jamaah Al-Islamiyah di Sentul tanggal 30 juni 2024 dan mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia, Densus 88 anti teror.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dalam sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme kepada eks anggota Jamaah Islamiah (JI) di Maluku Utara.

Kegiatan dengan tema “Bangun indonesia dengan cinta dan ketulusan indonesia kuat indonesia tangguh" 

Dalam sosialisasi tersebut, Densus 88 Anti Teror menghadirkan pemateri dari tokoh senior JI, Arief Siswanto, Pengasuh Ponpes Darusy Syahadah Boyolali, Mustaqim, pendiri Ponpes Salman Al-farisi Jailan, H Ridwan M. Ilyas.

Tokoh senior JI yang juga eks Napiter Arief Siswanto mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini diikuti dengan pembubaran jamaah islamiah pada tanggal 30 Juni 2024 lalu.

"Oleh karena itu ini bagian dari sosialisasi kepada adik-adik kami eks anggota Jamaah Islamiah dan banyak dari elemen lain yang juga ikut serta menyaksikan pembubaran tersebut. Dan kami memberikan dukungan terhadap pembubaran ini," ujar Arief yang juga mantan Sekretaris Jamaah Islamiah se Indonesia itu.

Arief mengatakan bahwa para eks anggota dan terutama para senior bersepakat untuk mengakhiri hubungan yang tidak baik dengan negara selama 30 tahun.

"Harapannya Jamaah Islamiah sebagai suatu organisasi terlarang, kita sudah menyelaraskan, dimana kita para eks anggota dan para senior bersepakat mengakhiri hubungan yang tidak baik dengan negara," jelasnya

Arief mengimbau kepada semua anggota untuk kembali ke tengah umat Islam dengan berpaham tawasuth Ahlussunnah Waljamaah, dan kembali menjadi warga negara yang baik.

"Selain itu harapannya kepada negara agar bisa dan terus memberikan pendampingan kepada eks anggota JI untuk kembali bermasyarakat dengan menjalani hidup secara normal," ujarnya.

Sosialisasi ini diakhiri dengan pembacaan deklarasi kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilakukan oleh seluruh eks anggota maupun simpatisan JI di Maluku Utara.

(iad/asm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.
Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menyoroti maraknya praktik judi online (Judol) yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT