139 Siswa dan 4 Guru di Man Cendekia Gorontalo Positif Covid-19
- Tim tvOne/Kadek Sugiarta
Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo - Sebanyak 139 siswa dan 4 guru di Man (Madrasah Aliyah Negeri) Insan Cendekia Gorontalo terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (2/3/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Bone Bolango dr.Meyrin Kadir menjelaskan, kasus positif di sekolah itu bermula karena ada salah satu siswa mengalami gejala Covid-19, dengan kondisi demam disertai flu dan sesak hingga dilarikan ke Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS).
Setelah dilakukan Tes antigen dan tes PCR salah satu siswa itu terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami pun langsung melakukan pelacakan dan penelusuran awal kepada teman-temanya yang berkontak erat, dan menemukan 4 orang positif. Hingga pelacakan dan penelusuran kami lanjutkan bagi semua siswa, guru, dan pegawai, ketemulah tambahan 138 orang positif dan total semua yang positif sudah 143 orang”jelasnya.
Lebih lanjut Merlin mengatakan ada kurang lebih ada 136 orang sudah diisolasi di barak tersendiri yang ada di dalam sekolah tersebut. Dan beberapa orang lainnya masih menjalani perawatan dan isolasi terpadu di rumah sakit dan wisma atlet Limboto.
“Satu orang sedang dirawat di RSAS, tiga orang di RS Toto Kabila, dan tiga lagi sedang menjalani isolasi terpadu di Wisma Atlet Limboto, Kabupaten Gorontalo" ungkap Merlin
Sementara itu, mereka yang melakukan isolasi di dalam sekolah dalam kondisi tanpa gejala.
"Keadaan mereka baik-baik saja, hasil laporan dari tenaga kesehatan dan tim relawan Insan Cendekia." tambah Merlin.
Sementara itu, Agung Kurniawan, Humas Man Insan Cendekia Gorontalo, mengatakan, sudah melakukan penanganan dan pencegahan yang maksimal dalam hal perawatan bagi orang yang positif Covid-19 dan pencegahan penyebaran di dalam asrama.
“Semua sudah kita maksimalkan berbekal pengalaman kasus Covid-19 tahun 2021 kemarin. Orang-orang yang positif tetapi tidak bergejala, melakukan isolasi di gedung yang disediakan dan itu jauh dari asrama siswa dan guru. Di dalam gedung isolasi juga sudah ada tenaga kesehatan dan relawan kami yang mengawasi dan memantau kondisi kesehatan setiap pasien” Ungkapnya
Meskipun tak ada pembelajaran tatap muka, pihak sekolah hanya memberikan modul atau bahan pembelajaran yang dapat dipelajari siswa secara mandiri. Hingga saat ini, para orang tua belum diperbolehkan menjenguk anaknya, demi mencegah penyebaran covid-19. (Kadek Sugiarta/mii)
Load more