News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Sidang Naik Ke Meja, Preseden Buruk dan Jadikan Pembelajaran

Pasca aksi naik meja saat sesi persidangan kasus Razman Arif Nasution vs Hotman Paris Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (06/02/2025) yang dilakukan Firdaus Oiwobo, menuai berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. 
Kamis, 13 Februari 2025 - 20:59 WIB
Aprillia Supaliyanto, Wakil Ketua HIMPA UII (Perhimpunan Advokat Alumni UII.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Pasca aksi naik meja saat sesi persidangan kasus Razman Arif Nasution vs Hotman Paris Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (06/02/2025) yang dilakukan Firdaus Oiwobo, menuai berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. 

Sebelumnya, DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) juga telah resmi memecat Firdaus Oiwobo sebagai pengacara. Keputusan tersebut imbas aksinya naik meja saat sesi persidangan kasus Razman Arif Nasution vs Hotman Paris Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (06/02/2025) kemarin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanggapan tegas juga datang dari salah satu advokat senior,  Aprillia Supaliyanto yang merupakan Wakil Ketua HIMPA UII (Perhimpunan Advokat Alumni UII Yogyakarta). 

"Jadi saya kira kejadian itu menjadi satu preseden buruk sekali, karena belum pernah terjadi sepanjang saya jadi lawyer, dimana ada yang sampai naik ke meja. Kami merasa malu ada kejadian itu, ini harus jadi pembelajaran, bagi kami semua, para advocad untuk benar-benar mengendalikan diri dalam menjalankan tugas profesionalnya," ungkapnya 

Aprilila yang juga sebagai Ketua Forum Advokat Jogja, dan juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan K.A.I menyebutkan bahwa tindakan itu selain sungguh sangat menciderai martabat profresi advocat itu sendiri, juga dalam perspektif kemuliaan pengadilan, itu bisa dikualifikasikan sebagai tindakan yang contempt of court. 

"Saya tentu sangat kaget atas insiden ruang sidang di PN Jakarta Utara itu. Sebagai lawyer yang menjunjung tinggi nilai nilai,  keadaban, etika dalam menjalaankan tugas ssbagai lawyer tentu pemandangan yang terjadi diruang sidang PN jakarta Utara itu sangat tidak elok," tambah Aprilia. 

Ketika menjalankan tugas profesionalnya di ruang sidang, kata Aprilia, seorang lawyer tidak hanya terikat rambu-rambu internal, tapi terikat juga rambu-rambu yang menjadi aturan atau norma di pengadilan atau di ruang sidang. 

"Tentu ini sangat disayangkan, sebagai lawyer sudah mengerti batasan batasan tugas dan tanggungjawabnya dalam menjalankan tugas profesinya. Apalagi itu di dalam ruang sidang," ungkapnya.

Aprilia menjelaskan jika itu dimaksudkan sebagai ekspresi kebebasan advokat tentu itu tidak benar. Kebebasan advocat, kata Aprilia, bukan tanpa batas tetapi tetap dibingkai oleh norma terutama etika. 

Kebebasan advokat, atau ekspreai kebebasan dalam bertindak, bersikap dalam tugas profesi itu harus dibingkai oleh aturan aturan. Etika seorang advocat diharapkan bisa membingkai semua ilmu dan keahliannya. 

Maka begitu pentingnya keadaban itu dimiliki seorang advokat, dalam sikap, tutur kata, dalam menjalankan profesi.

"Tidak bisa advokat menterjemahkan seenaknya. Saya berpendapat bahwa seorang advokat harus memiliki nilai nilai profesionalitas, yakni keilmuan, atau kecakapan secara ilmu, kemudian keahlian, dan tentu atitude atau etika sehingga label yang disematkan kepada Advokat sebagai officium nobile akan terwujud," jelasnya.

tvonenews

Tetapi ketika seorang advokat memiliki ilmu dan keahlian tanpa etika, maka dia bukan siapa siapa. "Nah, peristiwa di PN Jakut itu, kalau kemudian disoroti terkait contempt of court, saya teringat dulu Buyung Nasution ketika membela dipersudangan,  beliau dikenakan sanksi, tentu itu sangat berbeda kualitasnya dibandingkan yang terjadi kemarin," ungkapnya. 

Saat itu, kata Aprilila, seorang Buyung Nasution melakukan sikap spontan sebagai reaksi dari lawyer yang terganggu independensinya. Ketika ada yang ingin campur tangan, sehingga secara spontan ia mengambil sikap tegas , tapi majelis hakim pada masa orde baru menyebutnya sebagai tindakan contempt of court. 

Namun, Buyung tidak sampai melanggar etika peradaban yang melukuhlantakkan martabat dan kemulian ruang sidang. "Tapi yang di PN Jakarta Utara kemarin saya nilai telah mencabik martabat advokat itu sendiri, yajg merontokkan kewibawaan ruang sidang," ungkapnya.

"Saya berpendapat ini bukan berarti bukan saya menginginkan advokat tidak independent merdeka dan bebas, tapi ada rambu-rambuetika, menghormati rel etika dan seterusnya. Ini saya kita yang harus diperhatikan dari kalangam advokat," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika telah terjadi dan kemudian muncul respon baik dari Mahkamah Agung, dari PN Jakarta Utara maupun berbagai kalangan itu sebagai bagian untuk menegakkan satu norma yang diduga dilanggar kuat okeh oknun advokat tersebut. 

"Saya berharap kejadian yang terakhir tidak boleh terulang lagi. Advokat terikat dengan nilai nilai etika yang harus dijunjung," pungkasnya.  (chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Asmara Weton 5 April 2026: Jomblo Siap-siap Dimabuk Asmara dan Bertemu Jodoh!

Ramalan Asmara Weton 5 April 2026: Jomblo Siap-siap Dimabuk Asmara dan Bertemu Jodoh!

Pada 5 April 2026, semesta tampaknya sedang menebarkan jaring-jaring cinta yang sangat kuat. Inilah lima weton diprediksi paling hoki dalam urusan asmara besok.
Tragis! Tiga Pemotor Tewas di Tempat dalam Kecelakaan Maut di Bantul, Ini Kronologi Lengkapnya

Tragis! Tiga Pemotor Tewas di Tempat dalam Kecelakaan Maut di Bantul, Ini Kronologi Lengkapnya

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga nyawa sekaligus terjadi di Jalan Yogya-Wates, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Sabtu (4/4/2026) dini hari tadi.
5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Apes dan Rentan Pengeluaran Tak Terduga pada 5 April 2026

5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Apes dan Rentan Pengeluaran Tak Terduga pada 5 April 2026

Lima weton ini diprediksi akan menghadapi ujian kesabaran, mulai dari konflik kecil hingga potensi kerugian finansial yang datang tiba-tiba pada 5 April 2026.
3 Zodiak Paling Beruntung Minggu Ini 6–12 April 2026, Karier Bersinar Cerah

3 Zodiak Paling Beruntung Minggu Ini 6–12 April 2026, Karier Bersinar Cerah

Tiga zodiak diprediksi paling beruntung pada minggu 6–12 April 2026. Simak siapa saja yang mendapat peluang besar dalam karier, keuangan, sampai dengan cinta.
Siap-siap Rekening Luber, 5 Weton Ini Diprediksi Mandi Rezeki pada Tanggal 5 April 2026

Siap-siap Rekening Luber, 5 Weton Ini Diprediksi Mandi Rezeki pada Tanggal 5 April 2026

Apakah weton Anda termasuk yang akan diterjang badai rezeki besok? Inilah 5 weton yang diprediksi paling beruntung pada tanggal 5 April 2026.
Apa Kabar Rochy Putiray? Eks Striker Timnas Indonesia yang Gagal Main di Prancis, tapi Cetak 2 Gol ke Gawang AC Milan

Apa Kabar Rochy Putiray? Eks Striker Timnas Indonesia yang Gagal Main di Prancis, tapi Cetak 2 Gol ke Gawang AC Milan

Jika berbicara tentang siapa striker legendaris Timnas Indonesia dengan pencapaian paling ikonik di level internasional, nama Rochy Putiray masuk dalam daftar.

Trending

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Aksi Sigap Dedi Mulyadi Saat Diajak Melanie Subono Bahas Nasib Gajah Sumatera di Bandung Zoo Tuai Pujian

Respons cepat Dedi Mulyadi saat diajak Melanie Subono bahas nasib gajah Sumatera di Bandung Zoo menuai pujian. Fokus pada perbaikan kesejahteraan satwa.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Meski Tanpa Penyerang Timnas Indonesia, Persija Jakarta Diguyur Angin Segar Jelang Lawan Bhayangkara FC

Persija Jakarta mendapat angin segar menjelang lawan Bhayangkara FC. Walau tidak ada penyerang Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dua pemainnya beri kabar baik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT