News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Area Hutan Semakin Kecil, Bupati Kotim Diminta Segera Menetapkan Kawasan Hutan Adat

DPRD Kotim meminta kepada pemerintah daerah, agar segera menetapkan kawasan hutan adat di daerah tersebut untuk menjaga kelestarian sisa hutan di sana.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 4 Maret 2022 - 09:33 WIB
Khozaini (politisi Partai Hanura Kotim), M. Abadi (politisi PKB Kotim)
Sumber :
  • Didi Syachwani

Kotawaringin Timur, Kalteng - Kalangan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) meminta kepada pemerintah daerah yang dalam hal ini bupati Kotim, agar segera menetapkan kawasan hutan adat di daerah tersebut untuk menjaga kelestarian sisa hutan di sana.

"Hutan di Kotim sudah semakin sedikit, saya yakin jika sisa hutan tersebut dijadikan kawasan hutan adat, maka kelestariannya akan tetap terjaga," kata anggota DPRD Kotim, Khozaini, Kamis (3/3/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut politisi muda dari Partai Hanura ini, untuk menetapkan kawasan hutan adat tersebut tidaklah sulit, sebab cukup hanya dengan Surat Keputusan (SK) kepala daerah saja. Dan SK tersebut sudah bisa menjadi payung hukum yang kuat untuk mengamankan kawasan hutan.

Sementara untuk dasar hukum pembentukan hukum adat yaitu Permen LHK Nomor: 21/menlhk/setjen/kum.1/4/2019 tentang Hutan Adat dan Hutan, pasal 5 ayat 3 yang berbunyi: “Pemerintah menetapkan status hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1); dan hutan adat ditetapkan sepanjang menurut kenyataannya masyarakat hukum adat yang bersangkutan masih ada dan diakui keberadaannya".

"Dasar hukumnya ada kenapa tidak dilaksanakan? Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, cukup dikenal dengan hutan serta adat budayanya maka sebagai salah satu kebanggaan buat masyarakat lokal  bila mana pemerintah bisa menetapkan hutan adat yang tidak terlapas dari nilai-nilai adat budaya lokal," jelas Khozaini.

Hal ini juga tentunya sangat sejalan dengan keinginan Bupati Kotim yang akan menjadikan wilayah paling ujung Kotim yaitu Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Bukit Santuai, untuk dijadikan salah satu kawasan wisata budaya andalan. Dan secara kebetulan, sisa hutan di Kotim ini memang hanya ada sana.

Hal yang sama juga disampaikan politisi PKB Kotim Muhammad Abadi. Menurut Ketua Fraksi PKB tersebut, hutan adat bisa memberi dampak yang baik bagi masyarakat adat sekitar hutan, juga secara otomatis akan menjaga hutan tersebut tetap lestari.

"Sejak dulu masyarakat Suku Dayak hidupnya sangat bersahabat dengan hutan. Sumber kehidupan mereka masih banyak bergantung dengan hutan, karena itu kita wajib untuk senantiasa menjaga hutan untuk kehidupan saudara-saudara kita yang masih banyak tinggal di sekitar hutan," kata Abadi, Jumat (4/3/2022).

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, banyak manfaat lain yang bisa didapat dari hutan, misalnya untuk bahan pengobatan alami yang berasal dari tumbuhan di hutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hutan juga sebagai tempat hidupnya flora dan fauna dan sebagai  perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, serta mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.

"Jika nanti pemerintah telah menetapkan hutan adat, maka dengan sendirinya masyarakat adat sekitar kawasan hutan tersebut mempunyai kepercayaan diri untuk menjaganya. Mereka akan merasa telah diberi kuasa memelihara hutan itu dan mereka pasti akan menjaga dan merawat hutan itu dengan sungguh-sungguh," pungkas Abadi. (didi/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Ajax Amsterdam memastikan tiket ke play-off Conference League 2026/2027. Namun, penampilan Maarten Paes dan kolega justru menuai kritik dari sejumlah suporter.
Kereta Penumpang di Inggris Anjlok, 11 Orang Terluka

Kereta Penumpang di Inggris Anjlok, 11 Orang Terluka

Sebuah kereta penumpang yang membawa sekitar 150 orang, tergelincir di dekat stasiun kereta api Lewes di East Sussex.
Prabowo Tiba di Gedung MPR Pukul 08.05 WIB Disambut Gibran hingga Ahmad Muzani

Prabowo Tiba di Gedung MPR Pukul 08.05 WIB Disambut Gibran hingga Ahmad Muzani

Prabowo tampak menggunakan setelan jas berwarna abu-abu tua. Ia langsung bergegas memasuki gedung DPR/MPR bersama Muzani dan Sultan yang disambut oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Deretan Mantan Presiden-Wapres yang Hadiri Sidang Tahunan MPR

Deretan Mantan Presiden-Wapres yang Hadiri Sidang Tahunan MPR

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Panen Pujian di Eropa: Pemain Hebat, Kualitasnya Sudah Teruji

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Panen Pujian di Eropa: Pemain Hebat, Kualitasnya Sudah Teruji

Maarten Paes mendapat kepercayaan tampil bersama Ajax Amsterdam di kompetisi Eropa. Kualitas kiper Timnas Indonesia itu bahkan mendapat pujian sang pelatih.
Megawati Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR Hari Ini

Megawati Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR Hari Ini

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri absen dalam sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat hari ini, Jumat, 14 Agustus 2026.

Trending

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni jadi lokasi penggeledahan
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT