News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasca Bentrok Tulehu-Tial, Kapolda & Gubernur Maluku Turun Langsung Untuk Mediasi Kedua belah Pihak

Pasca bentrok tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku serta perwakilan Pangdam Lima belas Pattimura turun langsung ke dua negeri tetangga, Tulehu dan Tial Kecamatan Salahutu
Rabu, 2 April 2025 - 13:37 WIB
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku serta perwakilan Pangdam Lima belas Pattimura
Sumber :
  • Usman Mahu
Maluku Tengah, tvOnenews.com - Pasca bentrok dua kelompok Pemuda di Maluku Tengah, Maluku, pada Kamis, (31032025) kemarin hingga mengakibatkan satu meninggal dunia dan dua luka-luka terkena alat tajam. 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca bentrok tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku serta perwakilan Pangdam Lima belas Pattimura turun langsung ke dua negeri tetangga, Tulehu dan Tial Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah untuk menyelesaikan manyelesaikan permasalahan yang terjadi Selasa, (01/04/2025). 
 
Kehadiran Gebernur Maluku bersama bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan dan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Joly Suawa untuk mediasi persoalan yang terjadi antar kedua Negeri yang menelan satu korban jiwa dan tiga luka-luka.
 
Pertemuan pertama itu, dilakukan di Negeri Tulehu yang didatangi Forkopinda untuk melakukan mediasi bersama Raja, Pemerintah Negeri tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Negeri setempat.
 
Umumnya, aspirasi dan permintaan masyarakat Negeri Tulehu ada dua yaitu menyerahkan seluruh upaya penegakkan hukum terkait persoalan pembacokan kepada aparat kepolisian. Serta menjamin tidak akan melakukan tindakan-tindakan lain diluar yang bertentangan dengan hukum. 
 
Kurang lebih 1 jam di Tulehu, Gubernur, Kapolda dan Kapoksahli Pangdam giliran melakukan dialog dan mediasi persoalan yang sama di Balai Desa Tial.
 
Di Negeri tetangga, Raja, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat setempat hadir langsung menyampaikan aspirasi dan permintaan. 
 
Mereka berharap, kehadiran Gubernur dan Kapolda serta jajaran bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi agar tidak terulang di kemudian hari. Salah satunya pelaku pembacokan bisa diproses hukum sesuai perbuatan yang dilakukan.
 
"Ini persoalan bukan antar Negeri, tapi orang per orang yang membuat nama Negeri terbawa-bawa. Kami harapkan tidak terulang lagi dan pelaku pembacokan bisa ditangkap dan diproses hukum. Kamtibmas menjadi tanggungjawab bersama, bukan saja aparat kepolisian," sebut salah satu tokoh pemuda Tial. 
 
Sama halnya di Tulehu, Gubernur di Tial juga tegaskan, persoalan yang terjadi murni kriminal dan merupakan ranah aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menanganinya. Karena itu diharapkan masyarakat kedua Negeri tetap tenang dan tidak terprovokasi.
 
"Saat ini kita masih dalam suasana merayakan Lebaran Idul Fitri. Ini hari kemenangan yang harus dimaknai dengan saling memaafkan, bukan sebaliknya saling mendendam. Serahkan sepenuhnya penanganan hukum ke Polda Maluku dan Polresta Ambon," harap Lewerissa. 
 
Sesungguhnya tambah Gubernur, siapapun tidak ingin persoalan yang sama terulang termasuk dirinya selaku kepala daerah. Sebab itu dirinya meminta kerjasama baik dari pemerintah negeri, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta masyarakat agar bekerjasama menjaga wilayah masing-masing. 
 
Sebagai bentuk kepedulian dan perhatiannya, Gubernur tegaskan, akan langsung membantu dari kantong pribadi untuk membiayai pemakaman korban meninggal dan biaya perawatan di rumah sakit bagi korban luka-luka.
 
"Untuk biaya pemakaman korban meninggal dan perawatan korban luka-luka di rumah sakit saya tangani langsung. Saya berharap, kita semua komitmen bersama untuk tetap jaga kondusifitas keamanan masing-masing. Sebab persoalan Kamtibmas bukan saja tanggungjawab aparat keamanan, tapi kita semua," pinta Lewerissa. 
 
Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan meminta masyarakat di kedua negeri untuk melawan hoax yang beredar di media sosial pasca kejadian. Apakah itu terkait pemblokiran jalan dan sebagainya.
 
"Saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Semua hoax harus dilawan. Masyarakat jangan mau diadu domba. Menjaga keamanan jadi tugas bersama dengan masyarakat, bukan saja aparat kepolisian," jelas Kapolda. 
 
"Ada apa-apa segera koordinasi, komunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sehingga langkah preventif bisa kita ambil segera. Saya janji akan sering-sering ke Tial dengan pa Kapolresta, karena alam disini suguhkan keindahan dan kenyamanan," pungkas Jenderal Eddy. 
 
Sebelumnya diketahui, bentrokan antarwarga kembali terjadi di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Insiden ini libatkan warga Negeri Tulehu dan warga Negeri Tial, pada Senin (31/03/2025) sekitar pukul 15.45 WIT, dipicu aksi penganiayaan terhadap seorang warga Desa Tial.
 
Sementara kejadian itu, bermula saat tiga pemuda asal Tulehu diduga menyerang seorang warga Tial, SL dengan senjata tajam. Akibat serangan itu, korban alami luka serius dan harus dilarikan ke RS Leimena guna mendapat perawatan medis.
 
Peristiwa ini memantik kemarahan warga Tial. Massa dari Desa Tial bergegas mengejar para pelaku hingga ke kawasan SMP Negeri 27 Tial. 
Situasi pun memanas hingga berujung aksi pembacokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. 
 
Seorang pemuda Tulehu, RO meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara dua lainnya, JM dan AS mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.  (umu/frd)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT