Program Pendidikan Huma Betang Dinilai Sukses
- Istimewa
Mayoritas responden juga merasakan perubahan signifikan pada kondisi sekolah, dengan tingkat persetujuan mencapai 79,9 persen. Peningkatan fasilitas umum, ketersediaan internet, serta akses listrik menjadi indikator utama perbaikan yang paling dirasakan.
Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi. Kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi, keterbatasan pasokan listrik, serta belum meratanya jaringan internet di wilayah tertentu menjadi catatan penting. Publik menilai peningkatan kompetensi guru dan pendampingan siswa harus terus diperkuat agar transformasi digital berjalan optimal dan bertanggung jawab.
Pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pendampingan intensif kepada pelajar dinilai sebagai kebutuhan mendesak. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi kendala utama dalam penerapan Kelas Digital Huma Betang di daerah pelosok. Kendati demikian, mayoritas responden tetap optimistis Pemprov Kalteng mampu menuntaskan tantangan tersebut secara bertahap.
Sebagai informasi, Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025, setelah melalui proses perancangan sejak 2024, dan direncanakan diperluas pada 2026. Evaluasi Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.
Tak hanya tingkat kepuasan, survei juga menunjukkan optimisme masyarakat mencapai 96,1 persen, serta dukungan publik terhadap Program Pendidikan Huma Betang sebesar 98 persen. Dukungan nyaris bulat ini menjadi modal sosial dan politik yang kuat bagi Pemprov Kalteng untuk melanjutkan agenda besar transformasi pendidikan.
Keberhasilan Program Pendidikan Huma Betang pun dipandang sebagai salah satu indikator utama penilaian kinerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, terutama dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.(chm)
Load more