200 Debt Collector Diberikan Seminar Edukatif Bidang Penagihan
- Istimewa
tvOnenews.com - Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda NTT menyelenggarakan Seminar Edukasi bertema “Strategi Penagihan yang Profesional, Beretika dan Taat Hukum” pada Jumat (13/2) bertempat di Ballroom Arcici Sport Center. Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini secara khusus menyasar para pekerja penagih lapangan asal NTT yang bekerja di wilayah Jabodetabek, agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang standar etika profesi dan hukum dibidang penagihan guna meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
“Seminar ini digelar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman hukum, profesionalisme serta etika dalam praktik penagihan utang-piutang guna meminimalkan risiko sengketa dan litigasi,” jelas Kaban Taty dihadapan peserta seminar edukasi yang berjumlah lebih dari 200 orang tersebut.
Taty, demikian sapaan akrabnya menjelaskan bahwa inisiatif seminar ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam merangkul diaspora NTT yang bekerja disektor penagihan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak terlepas dari keprihatinan atas tragedi di Kalibata pada tahun 2025 lalu yang merenggut nyawa 2 warga asal NTT yang berprofesi sebagai debt collector. Peristiwa tersebut menjadi momentum reflektif bahwa peningkatan literasi hukum, standar profesionalisme dan pendekatan persuasif dalam penagihan yang merupakan kebutuhan mendesak.
Kaban Taty juga menambahkan bahwa praktik penagihan utang oleh debt collector kini berada dibawah pengawasan ketat regulasi terbaru dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Penagihan bukan lagi sekadar upaya pelunasan piutang, melainkan tindakan administratif yang wajib menjunjung tinggi etika dan profesionalitas agar tidak berujung pada ranah pidana.
“Itulah mengapa kami dari Badan Penghubung mengapa perlu menyelenggarakan seminar edukasi dibidang penagihan lapangan ini,” jelas Taty. Taty melanjutkan pihaknya berharap agar kegiatan hari ini bisa menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi diaspora NTT yang berprofesi sebagai penagih lapangan.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pemuda NTT, Yohanes Hiba Ndale, dalam sapaannya menyampaikan bahwa seminar edukasi ini dimaksudkan untuk menghimpun sekaligus memberikan pembekalan kepada diaspora NTT yang berprofesi sebagai penagih lapangan agar memahami strategi penagihan yang efektif tanpa melanggar ketentuan perundang-undangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan perdana ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam membangun citra profesi yang bermartabat dan taat hukum.
Load more