News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Isu Monopoli Bioskop, Jangan Catut Nama PH Kecil

Muhammad Chairul Basyar, angkat suara soal isu dugaan monopoli jadwal tayang bioskop yang kini bergulir hingga ke Senayan. Ia meminta sejumlah pihak tidak serta-merta mengatasnamakan seluruh production house (PH) kecil di Indonesia.
Jumat, 22 Mei 2026 - 15:02 WIB
Perwakilan produser dari rumah produksi atau production house (PH) menghadiri RDP Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR RI.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Pendiri PT IDM Film Sejahtera (IDM Film), Muhammad Chairul Basyar, angkat suara soal isu dugaan monopoli jadwal tayang bioskop yang kini bergulir hingga ke Senayan. Ia meminta sejumlah pihak tidak serta-merta mengatasnamakan seluruh production house (PH) kecil di Indonesia. Pernyataan ini merespons aksi protes produser Nicki R.V. dari 786 Production dan Faridsyah Zikri dari Anak Bangsa Pictures dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

"Sangat tidak etis jika narasi yang dibangun di DPR seolah-olah mewakili jeritan seluruh PH kecil di Indonesia. Kami di IDM Film, sebagai sesama PH baru, tidak tahu-menahu dan tidak merasa diwakili oleh kegaduhan tersebut," kata Basyar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basyar yang dikenal luas sebagai pengembang token kripto tanah air dan mulai merambah industri perfilman sejak 2022, menyebut IDM Film tercatat sebagai PH independen baru dengan dua judul film dalam katalognya. Film pertama sudah sukses tayang di bioskop, sementara film kedua tengah masuk antrean jadwal resmi Cinema XXI.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Basyar menolak keras upaya politisasi industri perfilman nasional yang menurutnya justru sedang menikmati masa keemasan, tumbuh sehat, dan kompetitif. Ia menilai, mendesak DPR untuk turun tangan dalam regulasi pembagian layar berpotensi mencederai profesionalisme yang telah terbangun.

"Jangan jadikan label 'PH kecil' sebagai komoditas politik untuk membenarkan kegagalan strategi bisnis personal," tegasnya.

Lebih lanjut, pelaku usaha Web3 ini membeberkan empat argumen objektif mengenai realita ekosistem bioskop di lapangan. Pertama, hukum supply and demand. Bioskop, kata Basyar, adalah bisnis murni yang hidup dari okupansi penonton. Dominasi PH besar seperti MD Pictures atau Starvision lebih disebabkan faktor modal, konsistensi produksi, dan rekam jejak komersial — bukan diskriminasi terhadap skala PH.

Kedua, logika investasi yang menurutnya kerap dibalik. Tudingan bahwa PH besar dijamin slot tayang sehingga berani memproduksi 10 film per tahun, kata dia, keliru. Para pemain besar berani mengambil risiko karena ditopang investasi masif dan manajemen risiko profesional. 

"Jadwal didapat atas komitmen kerja, bukan titipan rahasia," tukasnya.

Pendiri PT IDM Film Sejahtera (IDM Film), Muhammad Chairul Basyar.
Pendiri PT IDM Film Sejahtera (IDM Film), Muhammad Chairul Basyar.
Sumber :
  • Istimewa

Ketiga, lama mengantre tidak otomatis menjamin kelayakan tayang. Aspek teknis, kualitas konten, hingga kesiapan strategi pemasaran tetap jadi penentu, terutama di periode kompetitif seperti musim libur Agustus.

Keempat, sistem eksibisi jaringan bioskop bersifat transparan dan berbasis data. Jika penonton sepi di hari pertama atau kedua, jam tayang otomatis dikurangi. Sebaliknya, layar akan ditambah saat antusiasme penonton tinggi. 

"Aturan ini mutlak berlaku adil untuk semua PH," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Basyar mengajak rekan sejawat sesama produser untuk kembali fokus pada esensi karya. Ia mengingatkan agar persoalan sepinya penonton tidak dilemparkan sebagai narasi penindasan ke ranah politik.

"Sebagai pelaku teknologi, saya melihat tata kelola industri bioskop kita saat ini sudah sangat berbasis data (data-driven) dan transparan. Rumusnya sederhana: kalau mau film kita tayang lama dan disambut baik, perbaiki kualitas filmnya dan matangkan strategi promosinya, bukan membawa urusan bisnis ini menjadi panggung politik," pungkas Basyar.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika, Pembalap Indonesia Siap Bikin Kejutan di Negara Sendiri

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk memburu posisi lebih tinggi saat tampil di hadapan ribuan pendukung Tanah Air.
5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

5 Zodiak Paling Hoki soal Karier Pekan Depan, 12-18 Oktober 2026: Ada Peluang Baru Menanti!

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki soal karier pekan depan, 12-18 Oktober 2026: Ada peluang baru menanti. Zodiakmu termasuk?
Perkuat Transformasi Digital, Telkom Bagikan Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

Perkuat Transformasi Digital, Telkom Bagikan Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution memaparkan strategi penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam agenda Road to DTIIF 2026.
Kuasa Hukum 86 Korban Kasus Dugaan Penipuan Emas Sebut Kliennya Tertarik Berinvestasi Karena Hologram hingga Influencer Jadi BA-nya

Kuasa Hukum 86 Korban Kasus Dugaan Penipuan Emas Sebut Kliennya Tertarik Berinvestasi Karena Hologram hingga Influencer Jadi BA-nya

Pengacara korban mengatakan ada beberapa faktor yang membuat kliennya tertarik untuk berinvestasi emas di PT DGJ (inisial). Ternyata karena adanya sejumlah keunggulan yang ditawarkan antara lain adanya hologram, memiliki SNI, dan terdapat beberapa cabang.
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT