News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Belum Siap Terapkan Pajak Kekayaan Tahunan, Ini Alasannya

Evident Institute merilis laporan kebijakan terbaru berjudul “Negara vs Kapital: Memahami Pajak Kekayaan di Balik Narasi Viral”.
Kamis, 4 Juni 2026 - 23:29 WIB
Executive Director Evident Institute, Rinatania Fajriani
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Evident Institute merilis laporan kebijakan terbaru berjudul “Negara vs Kapital: Memahami Pajak Kekayaan di Balik Narasi Viral”. Laporan ini menyoroti kelayakan penerapan pajak kekayaan tahunan (net wealth tax) di Indonesia yang belakangan santer diperdebatkan dan ditargetkan untuk legislasi pada 2028.

Dalam kajian tersebut, Evident Institute menegaskan bahwa meski pajak kekayaan secara moral menarik, namun instrumen ini menuntut prasyarat institusional yang sangat ketat. Berdasarkan temuan studi, Indonesia dinilai belum siap secara struktural untuk mengadopsi kebijakan tersebut secara prematur.

Executive Director Evident Institute, Rinatania Fajriani, menjelaskan bahwa penerapan pajak kekayaan justru berisiko menggerus basis pajak melalui capital flight, restrukturisasi aset, hingga pelaporan yang tidak akurat (under-reporting) jika fondasi administrasinya belum matang.

​"Secara teori, kami tidak menolak penerapan pajak kekayaan. Namun, instrumen ini menuntut administrasi pajak yang matang, registry beneficial ownership yang fungsional, dan kerangka pertukaran data internasional yang efektif. Tanpa itu, penerapan prematur bisa kontraproduktif," ujar Rinatania dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Tren Global: Banyak Negara Menghapus Pajak Kekayaan

Salah satu temuan krusial dalam laporan tersebut adalah tren global yang menunjukkan banyak negara justru meninggalkan pajak kekayaan. Tercatat, dari 12 negara anggota OECD yang memungut pajak kekayaan neto pada 1990, sebanyak 9 negara telah menghapuskannya.

Beberapa negara tersebut di antaranya Jerman (1997), Belanda (2001), Swedia (2007), hingga Prancis (2018). Saat ini, hanya segelintir negara yang masih mempertahankannya, seperti Norwegia, Spanyol, Swiss, dan yang terbaru Kolombia pada 2023.

Selain itu, laporan tersebut mencatat bahwa pajak kekayaan tahunan jarang berkontribusi lebih dari 1% terhadap total penerimaan pajak, sementara biaya administrasinya dinilai sangat tinggi karena kerumitan valuasi aset dan sengketa hukum.

Indonesia Belum Siap Secara Struktural
​Evident Institute memaparkan sejumlah alasan mengapa Indonesia dinilai belum siap, di antaranya:
- Rasio pajak yang masih stagnan di kisaran 10–11% PDB.
- Belum optimalnya sistem registry beneficial ownership.
- Tingginya sektor informal yang mencapai 59% (data BPS 2023).
- Indeks Persepsi Korupsi 2025 yang masih berada di angka 34.

Lebih jauh, laporan ini juga menyoroti adanya kelemahan material dalam dokumen advokasi pajak kekayaan yang beredar di publik, termasuk kesalahan data klaim penerimaan di Argentina hingga penggunaan referensi laporan OECD yang kurang tepat.

Rekomendasi Kebijakan

Alih-alih memaksakan pajak kekayaan tahunan, Evident Institute merekomendasikan pemerintah untuk melakukan reformasi perpajakan progresif yang berurutan (sequenced reform), di antaranya:
- ​Penguatan Administrasi: Stabilisasi sistem Coretax dan integrasi data lintas lembaga (DJP, OJK, BPN, Dukcapil, dan Bea Cukai).
- Optimalisasi Instrumen Eksisting: Memaksimalkan PPh dividen, PPh capital gain, dan implementasi Global Minimum Tax (Pillar 2).
- Pajak Warisan: Memprioritaskan pajak warisan dan hadiah sebagai instrumen yang lebih sederhana secara administratif sebelum menyasar pajak kekayaan tahunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​"Kami mengapresiasi semangat keadilan fiskal dalam diskursus ini. Namun, dasar teknokratis harus diperbaiki agar kebijakan yang lahir benar-benar efektif bagi pembangunan Indonesia, bukan justru merugikan ekonomi nasional," pungkas Rinatania.(chm)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut Kasus Perundungan, Komnas PA Soroti Pengawasan Taman di Jakarta Pusat

Buntut Kasus Perundungan, Komnas PA Soroti Pengawasan Taman di Jakarta Pusat

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta menyoroti kelaikan dan sistem pengawasan Taman Kramat Pulo Senen, Jakarta Pusat yang menjadi TKP kasus
Sudah 7 Asing Dilepas Persija Jakarta, Pemain Baru di Era STY Dipastikan Berwarna dan Bukan Didominasi Brasil

Sudah 7 Asing Dilepas Persija Jakarta, Pemain Baru di Era STY Dipastikan Berwarna dan Bukan Didominasi Brasil

Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca membocorkan karakteristik pemain asing baru akan dipilih oleh mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY).
Sony Sonjaya Ngaku Kantongi 20 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG, Begini Kata DPR

Sony Sonjaya Ngaku Kantongi 20 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG, Begini Kata DPR

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya disebut mengantongi lebih dari 20 nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di BGN pada program MBG.
Akankah Ruben Onsu dan Sarwendah Bertemu Langsung? Ini Bocoran dari Kuasa Hukum

Akankah Ruben Onsu dan Sarwendah Bertemu Langsung? Ini Bocoran dari Kuasa Hukum

Di tengah berbagai polemik yang belakangan ramai diperbincangkan, peluang terciptanya komunikasi yang lebih baik antara pihak Ruben Onsu dan Sarwendah mulai terlihat.
Terkuak Alasan Shin Tae-yong Direkrut Jadi Pelatih Persija, STY Dipilih Efek Prestasi di Timnas Indonesia?

Terkuak Alasan Shin Tae-yong Direkrut Jadi Pelatih Persija, STY Dipilih Efek Prestasi di Timnas Indonesia?

Presiden Persija Jakarta, Mohammad Prapanca mengungkap alasan besar di balik keputusan manajemen merekrut mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY).
Jadwal F1 GP Catalunya 2026, Sabtu 13 Juni: Catat Hasil Impresif di Hari Pertama, McLaren Siap Ganggu Dominasi Mercedes

Jadwal F1 GP Catalunya 2026, Sabtu 13 Juni: Catat Hasil Impresif di Hari Pertama, McLaren Siap Ganggu Dominasi Mercedes

Jadwal F1 GP Catalunya 2026 masuki hari krusial pada Sabtu 13 Juni dengan agenda sesi Latihan Bebas 3 dan kualifikasi di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Seorang pria berinisial GH (70) nyaris menjadi korban dugaan penculikan saat olahraga pagi di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara.
Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot masih menjadi perhatian setelah kabar dirinya menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung.
Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Sassuolo resmi menunjuk Alberto Aquilani sebagai pelatih kepala baru musim 2026/2027. Mantan gelandang AC Milan, dan Liverpool itu dipercaya memimpin Neroverdi.
Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, bukan terkait kehidupan pribadinya maupun hubungan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kerugian negara dalam jumlah fantastis ditemukan dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2022–2025. 
UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta mengawali kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem, Tempursari,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT