News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Krisis PPPK: 25 Tahun Kegagalan Reformasi Pemerintahan Daerah

Beberapa hari terakhir, publik mulai ramai membicarakan satu angka yang cukup mengkhawatirkan. 39 pemerintah daerah dilaporkan tidak lagi mampu membayar gaji PPPK. Belanja pegawai di banyak daerah sudah melewati batas aman.
Jumat, 26 Juni 2026 - 22:05 WIB
Rinatania Anggraeni Fajriani, S.E., M.Sc., PhD cand. — Executive Director, EVIDENT Institute
Sumber :
  • Istimewa

Oleh: Rinatania Anggraeni Fajriani, S.E., M.Sc., PhD cand. — Executive Director, EVIDENT Institute


Beberapa hari terakhir, publik mulai ramai membicarakan satu angka yang cukup mengkhawatirkan. 39 pemerintah daerah dilaporkan tidak lagi mampu membayar gaji PPPK. Belanja pegawai di banyak daerah sudah melewati batas aman. Sebagian kepala daerah mulai menyampaikan protes terbuka di DPR karena Pemerintah pusat dianggap terlalu menekan fiskal daerah dengan memotong TKD (Transfer ke Daerah) dan besaran DBH (Dana Bagi Hasil). Dan sekali lagi, seperti yang hampir selalu terjadi dalam diskursus publik di Indonesia, kemarahan kolektif dan tekanan politik kembali menuju Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, kemampuan Pemerintah Daerah untuk membiayai PPPK adalah sebuah indikasi atas persoalan yang jauh lebih besar dan kita bangun perlahan selama 25 tahun terakhir.

Satu hal yang jarang dibahas dalam polemik ini: PPPK daerah direkrut berdasarkan kebutuhan formasi pemerintah daerah, dan pembiayaannya pada prinsipnya menjadi tanggung jawab fiskal APBD. Maka ketika puluhan daerah hari ini tidak mampu membayar PPPK, persoalannya tidak sesederhana transfer pusat berkurang.

Di beberapa kasus, Pemerintah Daerah menghabiskan lebih dari separuh anggaran di APBD untuk belanja pegawai, sementara kapasitas fiskal daerah sangat terbatas. Dalam konteks ini, usulan relaksasi sementara batas maksimal belanja pegawai 30%, patut dipertimbangkan sebagai solusi jangka pendek agar pelayanan publik tidak terganggu.

Tetapi relaksasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengulang kesalahan yang sama. Langkah selanjutnya, perekrutan PPPK harus dievaluasi secara bertahap dengan memperhitungkan dinamika fiskal masing-masing daerah, agar kebutuhan birokrasi tidak terus tumbuh lebih cepat dibanding kemampuan pembiayaan anggaran daerah

Indonesia sudah menjalankan desentralisasi fiskal sejak Reformasi 1998. Selama seperempat abad, pemerintah pusat telah mengirim ribuan triliun rupiah ke daerah melalui berbagai mekanisme transfer, diantaranya, DAU (Dana Alokasi Umum), DAK (Dana Alokasi Khusus), DBH (Dana Bagi Hasil), Dana Desa. Pemerintah Daerah sepenuhnya memiliki otonomi dan kewenangan untuk mengatur kebijakan di daerahnya.

Sekarang pertanyaannya sederhana, setelah 25 tahun menerima transfer fiskal dalam jumlah signifikan, kenapa hari ini masih ada puluhan daerah yang bahkan tidak mampu membayar pegawainya sendiri?

Kita perlu mempertimbangkan adanya ketimpangan dalam memaknai Reformasi. Selama 25 tahun terakhir, tuntutan transparansi publik hampir selalu diarahkan ke pemerintah pusat. Pengelolaan APBN dan kebijakan publik Pemerintah Pusat dituntut untuk transparan dengan tingkat akuntanbilitas tinggi. Setiap keputusan kebijakan yang dilahirkan di Jakarta diawasi secara brutal oleh publik. Pertanyaannya, kapan terakhir kali kita menuntut standar akuntabilitas yang sama kepada pemerintah daerah?

Setelah puluhan tahun transfer fiskal mengalir, terlalu banyak daerah masih menunjukkan persoalan yang sama. Jalan kabupaten rusak bertahun-tahun, Presiden yang disalahkan. Jembatan desa roboh, publik bertanya pemerintah pusat ke mana. PAD (Pendapatan Asli Daerah) stagnan, investasi daerah gagal tumbuh, pelayanan publik memburuk, tetapi kamera politik nasional selalu diarahkan ke Jakarta, seolah implementasi pembangunan daerah adalah tanggung jawab eksklusif pemerintah pusat.

Padahal sejak Reformasi, justru pemerintah daerah menerima salah satu tingkat otonomi fiskal terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Namun, ketergantungan APBD terhadap transfer pusat tetap sangat tinggi. Begitu transfer dari pemerintah pusat mengalami efisiensi, daerah langsung mengalami krisis.

Reformasi 1998 berhasil mendistribusikan kewenangan ke daerah, tetapi gagal memastikan pemerintah daerah memiliki kapasitas institusional untuk mengelola kewenangan tersebut secara efektif. Tekanan fiskal daerah adalah realitas yang tidak bisa diabaikan, meskipun demikian, kapasitas fiskal daerah yang rapuh hari ini adalah akumulasi persoalan struktural yang jauh lebih panjang.

Ada persoalan lain yang jarang dibicarakan karena dianggap terlalu sensitif untuk publik, yaitu korupsi pemerintah daerah. Dalam teori Reformasi, desentralisasi seharusnya mendekatkan negara kepada rakyat. Dalam praktiknya, kita justru terlalu sering melahirkan apa yang oleh banyak akademisi disebut sebagai: raja-raja kecil. Bupati dengan kontrol anggaran yang sangat besar, dinasti politik local, patronase birokrasi, dan dalam banyak kasus, pengawasan publik yang jauh lebih lemah dibanding pemerintah pusat.

Selama dua dekade terakhir, data penindakan KPK secara konsisten menunjukkan kepala daerah, yaitu gubernur, bupati, walikota, menjadi salah satu kelompok pejabat dengan tingkat keterlibatan kasus korupsi tertinggi di Indonesia. Tetapi anehnya, kemarahan publik tetap diarahkan ke Jakarta. Lebih ironisnya, beberapa pemerintah daerah secara rutin menerima opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Secara administratif, laporan keuangannya dianggap baik, tetapi tidak lama kemudian, pejabatnya tertangkap kasus korupsi. Dan kita terus mengulangi pola yang sama, menganggap tata kelola daerah baik-baik saja hanya karena dokumen keuangannya terlihat rapi.

Jadi ketika hari ini muncul persoalan 39 daerah tidak mampu membayar PPPK, ini bukan semata persoalan transfer fiskal. Selama 25 tahun, kita terlalu sibuk menuntut reformasi pemerintah pusat, tetapi kita menormalisasi kegagalan reformasi pemerintah daerah.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komentar Menohok Menteri Imipas Usai Ombudsman Dapati Lapas Mewah di Bogor

Komentar Menohok Menteri Imipas Usai Ombudsman Dapati Lapas Mewah di Bogor

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Men Imipas), Agus Andrianto mengatakan inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, menjadi momentum pihaknya melakukan penertiban di lapas-lapas apabila ditemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan.
Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura Full Diaspora, John Herdman Beri Jawaban Berkelas

Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura Full Diaspora, John Herdman Beri Jawaban Berkelas

John Herdman buka suara soal starting XI Timnas Indonesia yang tanpa pemain kelahiran Indonesia saat menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 Sabtu 26 September setelah seluruh cabor menyelesaikan pertandingan pada hari Jumat kemarin.
Ole Romeny Alami Dejavu, Kevin Diks Ulangi Aksi Jay Idzes saat Timnas Indonesia Hajar Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny Alami Dejavu, Kevin Diks Ulangi Aksi Jay Idzes saat Timnas Indonesia Hajar Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Ole Romeny mengungkap momen dejavu saat Kevin Diks menyerahkan penalti kepadanya ketika Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Berkelas John Herdman usai Timnas Indonesia Sukses Balas Dendam Atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman mengungkap perjuangan Timnas Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia juga memuji Ole Romeny dan catatan clean sheet.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Provinsi Lampung resmi dilantik.
Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pengelolaan dan pelaporan data kecelakaan lalu lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September: Hanya Tambah Dua Medali, Indonesia turun Tiga Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 Sabtu 26 September setelah seluruh cabor menyelesaikan pertandingan pada hari Jumat kemarin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT