ISPA Ancaman Nyata Dari Karhutla
- antara
Banjarmasin, tvOnenews.com - Masker saat ini menjadi perlengkapan wajib bagi warga Banjarmasin dan sekitarnya. Beraktifitas tanpa menggunakan masker sama saja dengan memberikan celah bagi gangguan pernafasan akibat kabut asap. Langit biru yang biasanya menjadi penanda cerahnya hari berubah kelabu, di beberapa hari belakangan ini di akhir Agustus.
Bukan sekadar persoalan jarak pandang, yang menjadi dampak akibat asap kebakaran, melaikan asap yang masuk ke permukiman menimbulkan kekhawatiran karena setiap tarikan napas berpotensi membawa partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Warga mulai mengurangi kegiatan di luar rumah, menutup pintu dan jendela, serta mengingatkan anggota keluarga agar tidak terlalu lama terpapar asap. Kekhawatiran semakin terasa ketika aktivitas sehari-hari harus menyesuaikan dengan kondisi udara.
Situasi itu tidak lepas dari meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan yang terjadi saat musim kemarau. Asap dari titik kebakaran berpotensi terbawa angin dan menurunkan kualitas udara hingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Aulia Handayani salah satu warga Banjarmasin mengatakan kabut asap membuat masyarakat semakin waspada karena dampaknya tidak hanya dirasakan ketika berada di luar rumah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan keluarga.
"Kalau asap mulai terasa pekat, kami tentu khawatir, terutama untuk anak-anak. Kami berusaha mengurangi aktivitas di luar dan menggunakan masker kalau memang harus keluar," katanya.
Maka, belakangan ini, pintu-pintu rumah di kota itu tertutup. Masyarakat membutuhkan kondisi udara yang lebih aman agar dapat menjalankan aktivitas tanpa dihantui kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan. Upaya pencegahan dinilai harus berjalan bersamaan dengan penanganan kebakaran di lapangan.
Ancaman gangguan pernapasan menjadi salah satu alasan masyarakat perlu lebih disiplin melindungi diri selama kabut asap berlangsung. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menjaga sirkulasi udara di dalam rumah menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.
"Kami berharap kebakaran bisa segera ditangani supaya asapnya tidak terus menyebar. Masyarakat juga harus saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan," ujarnya.
Load more