Anak Usia 5-12 Tahun Dominasi Pasien ISPA di Rumah Sakit, Akibat Kabut Asap Pontianak
- tvOnenews/Tut Wuri Handayani
tvOnenews.com - Bencana kabut asap di Kota Pontianak memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara signifikan. Peningkatan tajam ini mulai dirasakan di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) hingga rumah sakit rujukan.
Dokter di Puskesmas Pal 3, dr. Ansharullah, mengonfirmasi bahwa kasus ISPA mengalami peningkatan tajam akibat kabut asap. Meski mayoritas pasien dengan gejala ringan dapat ditangani di puskesmas, pihak puskesmas harus merujuk pasien dengan kondisi parah, seperti bayi yang mengalami infeksi paru-paru maupun pasien lansia yang mengalami sesak napas hingga penurunan kadar oksigen.
Lonjakan pasien rujukan maupun pasien yang datang langsung ini terlihat jelas di RSU St. Antonius Pontianak. Selama bulan Juli hingga Agustus, rumah sakit tersebut mencatat total 172 kasus ISPA. Pada bulan Juli, terdapat 86 pasien rawat jalan dan 4 pasien rawat inap. Angka ini berlanjut pada bulan Agustus dengan 76 pasien rawat jalan dan 6 pasien rawat inap. Anak-anak pada rentang usia 5 hingga 12 tahun menjadi kelompok yang paling rentan dan mendominasi jumlah pasien tersebut.
Paparan asap pekat ini memicu berbagai keluhan pernapasan, khususnya bagi anak-anak yang telah memiliki riwayat penyakit bawaan.
“(Gejala) yang sering muncul biasanya sesak (napas). Apalagi mereka memiliki riwayat asma, biasanya itu menjadi pemicunya lagi. Kasus yang sering kami tangani di sini terkadang mengarah ke pneumonia,” ungkap dr. Petrus Juntu, Sp.OG., Direktur Utama RSU St. Antonius.
Menanggapi situasi asap yang kian memburuk dari hari ke hari, pihak medis mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini. Warga, terutama orang tua, diminta untuk secara ketat membatasi aktivitas anak di luar rumah, menutup ventilasi udara, dan memastikan penggunaan masker jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan.(twh/chm)
Load more