News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasar Murah Diserbu Warga, 500 Paket Habis Terjual

Warga Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, berebut pasar murah yang diselenggarakan oleh Unit Pengumpul Zakat Pemprov Sulsel.
Senin, 6 Maret 2023 - 10:39 WIB
Warga di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar Sulawesi Selatan, rela antri hingga berdesak-desakan agar bisa mendapat paket sembako murah yang digelar UPZ Pemprov Sulsel.
Sumber :
  • Tim Tvone-Idris Tajannang

Makassar, tvOnenews.com - Warga Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, berebut pasar murah yang diselenggarakan oleh Unit Pengumpul Zakat Pemprov Sulsel.

"UPZ Pemprov Sulsel membuka pasar murah di Kelurahan Barombong ini untuk membantu warga mendapatkan sembako murah di tengah naiknya harga bahan pokok dipasaran menjelang datangnya bulan suci Ramadhan," kata Andi Aryani, dari Unit Pengumpul Zakat Pemprov Sulsel, Senin (6/3/23).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga yang didominasi oleh kaum ibu-ibu ini, rela menunggu kedatangan mobil yang mengangkut pasar murah selama 4 jam lamanya dan memilih berdesak-desakan agar bisa mendapatkan sembako murah tersebut.

Kata Andi Aryani, pasar murah yang digelar oleh Unit Pengumpul Zakat Pemprov Sulsel ini untuk membantu warga mendapatkan sembako murah ditengah naiknya harga di pasaran menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Ia mengungkap, pasar murah yang diselenggarakan di Kelurahan Barombong ini dilaksanakan di 3 titik.

"Titik pertama di daerah Pattukangan, titik kedua di RW 06 Kaccia dan yang terakhir di Sumanna," ujar Andi Aryani.

Syarat untuk mendapatkan sembako murah agar tidak dobel, cukup membawa dan memperlihatkan foto copy kartu keluarga.

Untuk harga yang diberikan, warga hanya membayar 50 ribu saja sudah bisa mendapatkan 1 paket sembako yang berisi minyak goreng kemasan isi 2 liter, gula pasir dan tepung terigu masing-masing 1 kilogram.

"Sembako yang kita jual didiskon sampai 30 persen, isinya minyak goreng kemasan isi 2 liter, gula pasir dan tepung terigu masing-masing 1 kilogram, harganya cuma 50 ribu rupiah," ungkap penanggung jawab pasar murah ini.

Dari pantauan di lokasi, hanya 30 menit saja 500 paket sembako murah lansung habis terjual.

"Warga sangat antusias untuk mendapatkan sembako murah ini, namun kami juga memiliki keterbatasan dalam menyediakan paket sembako," pungkasnya.

"Kita akan membuka pasar murah di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Sesuai perintah bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman," tutupnya.

Sementara itu, salah satu warga yang ikut mengantri dalam pasar murah yang digelar Unit Pengumpul Zakat Pemprov Sulsel di RW 03 Pattukangan ini mangaku sangat membantu warga.

Pasalnya, harga bahan pokok di pasar mulai merangkak naik menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

"Alhamdulillah kita sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, kalau di pasar sekarang harga terus melambung naik, apalagi mau memasuki bulan suci Ramadhan," jelas Daeng Kebo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga 50 ribu yang di jual UPZ Pemprov Sulsel, dengan isi minyak goreng 2 liter, gula pasir sekilo dan tepung terigu sekilo, sangat murah dibandingkan harga yang ada di pasar tradisional.

"Murah sekali ini, dengan isi minyak goreng 2 liter, gula pasir sekilo dan tepung terigu sekilo, cuma harga 50 ribu rupiah saja, kalau di pasar bisa mencapai 70-75 ribu rupiah," ungkapnya. (Itg/ask)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengakui bahwa pesan yang sering disampaikan Eyang Meri memiliki makna mendalam bagi masa depan Polri.
Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Polisi sampaikan perkembangan terbaru kasus kematian tragis siswa SD berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai nekat gantung diri.
Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengatakan reformasi Polri bukan berarti harus ada perubahan posisi lembaga tersebut di bawah kementerian.
Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Dirut CBL Indonesia, Wu Zhihui saat RDP bersama Komisi XII DPR RI beberkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia basis penting dalam ekosistem baterai global.
Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Casemiro belum hengkang dari Manchester United, tapi LA Galaxy, raksasa Major League Soccer yang tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan dirinya.
Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Persib Bandung dikabarkan telah mengamankan jasa penyerang asal Spanyol Sergio Castel ...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT