News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gunakan Air Sumur Untuk Minum, Oknum Kepala Desa di Jeneponto Diduga Keroyok Warganya Sendiri

Seorang warga Jeneponto Sulawesi Selatan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum kepala desa bersama rekannya karena sengketa sumur air bersih
Kamis, 10 Agustus 2023 - 16:52 WIB
ilustrasi penganiayaan dilakukan oknum kades di Jeneponto, Sulawesi Selatan
Sumber :
  • andi wahyudi

Jeneponto, tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya mengaku telah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Tombo-tombolo, Jamaluddin cs, beredar di sosial media.

"Saya hanya ambil air di sumur untuk minum lalu saya dipukul," jelas korban dalam bahasa Makassar.
 
Dalam video berdurasi 28 detik yang beredar di media sosial Tiktok dan di Grup WhatsApp nampak korban tengah diwawancarai. Pria paruh baya itu mengaku bernama Bakkasa Daeng Raja, warga Dusun Balipolea, Desa Tombo-tombolo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku telah dikeroyok oleh Kepala Desa Tombo-tombolo Jamaluddin cs. Saat ditanya penyebab ia dipukul, korban mengaku hendak mengambil air di sumur miliknya untuk minum.

"A'ngallea jenne jore bungunga Karaeng ka eroka a'nginung nana bajjia (Saya ambil air di sumur karena saya mau minum dan saya dipukul. Itu sumur Nakke pata (itu sumur saya yang punya)," ucap pria paruh baya itu dalam bahasa kesehariannya.

Akibat aksi premanisme itu, pria berusia 58 tahun ini pun mengalami luka pada bagian wajah, bengkak pada bagian pinggang dan luka gores dibagian lengan kirinya.

Korban yang tak terima dengan tindakan itu pun, melaporkan insiden tersebut ke Polsek Bangkala.

"Terkait semuanya telah kita tangani dan kita juga sudah melakukan intervensi saksi- saksi. Baik warga sebagai pelapor terkait pengrusakan dan penganiayaan terhadap dirinya sementara kita lakukan interogasi dan penyelidikan dilapangan," kata Kapolsek Bangkala Iptu Kaharuddin, Kamis (10/8/2023). 

Iptu Kaharuddin menjelaskan, buntut insiden pengeroyokan ini terjadi lantaran korban diduga merusak fasilitas perpipaan air yang mengalir ke rumah warga.

Setelah pengrusakan terjadi, Sang Kades dan  kawan-kawannya yang sudah naik pitam langsung mendatangi korban dan menghajarnya hingga babak belur.

"Pemilik adalah pemerintah, jadi disana itu adalah fasilitas umum dan disitu dugaan pengrusakan dan penganiaayan korban," ungkap Kaharuddin.

Meski begitu, pihaknya hingga kini belum berani memastikan hal tersebut. Sebab, pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang ada belum rampung.

Namun jika menelisik dari laporan polisi, lanjutnya Kaharuddin, korban dianiaya lebih dari satu orang.

"Saya lihat di LP Lebih dari satu orang. Ya dugaan memang pengeroyokan seperti itu karena lebih dari satu orang pelaku namun itu harus difaktakan melalui hasil penyelidikan," katanya.

Sementara itu, korban Bakkasa Daeng Raja menuturkan jika fasilitas umum (sumur) tersebut  merupakan lokasinya yang dikuasai oleh sang kades.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Injo jore injo bungunga, bungungku, najamai pak desa nampa natongkoki nakoncii, kukana teaki koncii ka nakke punna eroka angnginung kanjo tomma injo ngalle je'ne ka bellai ballaka. (Jadi itu sumur adalah sumurku, pak desa yang kerja lalu digembok, saya sudah bilang jangan dikunci karena kalau saya kehausan pasti saya mau minum disitu," ucap korban yang tak fasih berbahasa indonesia ini.

(awi/asm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Minta Rektor Berkumpul, Rumuskan Konsep 'Kota Pelajar Jatinangor' Terpadu

KDM Minta Rektor Berkumpul, Rumuskan Konsep 'Kota Pelajar Jatinangor' Terpadu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta para rektor berkumpul dan merumuskan konsep 'Kota Pelajar Jatinangor' terpadu.
Gubernur Banten Tabuh Genderang Perang Lawan Calo Tenaga Kerja Lewat Desk Khusus

Gubernur Banten Tabuh Genderang Perang Lawan Calo Tenaga Kerja Lewat Desk Khusus

Upaya pemberantasan mafia percaloan dan pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen tenaga kerja di Provinsi Banten memasuki babak baru. 
Update Pasca Tragedi Kereta Bekasi Timur: 81 Penumpang Sudah Pulang, Dirut KAI Fokus Perkuat Keselamatan

Update Pasca Tragedi Kereta Bekasi Timur: 81 Penumpang Sudah Pulang, Dirut KAI Fokus Perkuat Keselamatan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, terjun langsung untuk memastikan penanganan menyeluruh pasca-insiden di Bekasi Timur. 
Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Jurnalis Bersih-bersih TMP Kalibata

Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Jurnalis Bersih-bersih TMP Kalibata

Berbagai cara dilakukan insan media dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.
Terpopuler Trend: Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana, hingga Aksi Tegas Dedi Mulyadi Temui Truk 42 Ton

Terpopuler Trend: Rencana Pratama Arhan Setelah Jadi Sarjana, hingga Aksi Tegas Dedi Mulyadi Temui Truk 42 Ton

mantan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan ungkap rencananya setelah jadi Sarjana. Aksi tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi setelah menemui truk 42 ton
Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul Rumuskan Jatinangor Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dana Siap Dikucurkan

Dedi Mulyadi Minta Rektor-Rektor Berkumpul Rumuskan Jatinangor Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, Dana Siap Dikucurkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) memulai penataan wilayah Jatinangor sebagai kawasan pendidikan terpadu.

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Dedi Mulyadi Sebut Sejumlah Daerah Jateng dan Banten Masuk Tatar Sunda, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Sebut Sejumlah Daerah Jateng dan Banten Masuk Tatar Sunda, Ini Alasannya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan "Milangkala Tatar Sunda" sebagai agenda rutin tahunan yang akan digelar secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Gebrakan Dedi Mulyadi: Ketua OSIS Hingga Perusuh Bakal Digembleng di Barak Militer Juni Mendatang

Gebrakan Dedi Mulyadi: Ketua OSIS Hingga Perusuh Bakal Digembleng di Barak Militer Juni Mendatang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyiapkan skema pembinaan khusus bagi kelompok pengacau keamanan yang terlibat ricuh di Dago Bandung beberapa waktu lalu. 
Tak Ada Sakit Saat Awal Internship, Keluarga Sebut dr Myta Aprilia Azmy Alami Sesak Nafas Hebat Sebelum Meninggal

Tak Ada Sakit Saat Awal Internship, Keluarga Sebut dr Myta Aprilia Azmy Alami Sesak Nafas Hebat Sebelum Meninggal

Duka mendalam dirasakan oleh keluarga dr Myta Aprilia Azmy, seorang dokter yang meninggal dunia saat menjalani program internship di RSUD K.H. Daud Arif, Jambi
Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jatinangor Siap Disulap Jadi 'Kota Pelajar', Kawasan Pendidikan Terpadu

Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jatinangor Siap Disulap Jadi 'Kota Pelajar', Kawasan Pendidikan Terpadu

Gebrakan baru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), siapkan Jatinangor jadi 'Kota Pelajar', sebuah kawasan pendidikan terpadu.
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
Tragedi Knalpot Brong di Gowa Sulsel: Pemuda Kritis Ditikam, Pelaku Kini Mendekam di Sel

Tragedi Knalpot Brong di Gowa Sulsel: Pemuda Kritis Ditikam, Pelaku Kini Mendekam di Sel

Kasus penganiayaan berat yang sempat menghebohkan media sosial di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT