News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bom Ikan Meledak di Tangan, Seorang Nelayan di Wakatobi Tewas Mengenaskan

Seorang nelayan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tewas mengenaskan usai bom yang hendak digunakan menangkap ikan meledak di tangannya sendiri.
Kamis, 4 Juli 2024 - 13:47 WIB
puluhan warga berupaya mengangkat korban ke atas perahu untuk dievakuasi ke daratan.
Sumber :
  • Jamil Azali

Wakatobi, tvOnenews.com - Seorang nelayan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tewas mengenaskan usai bom yang hendak digunakan menangkap ikan meledak di tangannya sendiri. Korban yang sempat tenggelam ditemukan dalam kondisi jasad tidak utuh sehari setelah kejadian.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dilakukan pencarian selama selama kurang lebih 20 jam, korban ledakan bom ikan di perairan Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, yang sempat tenggelam hilang pada Selasa (2/7/2024) siang, ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (3/7/2024) pagi.

 

Proses evakuasi berlangsung dramatis, puluhan warga berupaya mengangkat korban ke atas perahu untuk dievakuasi ke daratan. Korban ditemukan dengan kondisi tangan kanan terputus, paha hingga lutut kaki kanan hancur dan terdapat luka bakar pada wajah. Sejumlah keluarga korban histeris melihat kondisi jasad korban yang sudah tidak utuh.

 

Sehari sebelumnya warga mendengar suara ledakan di perairan Desa Mola Utara yang berjarak 500 meter dari bibir pantai, disaat yang bersamaan terlihat sebuah perahu melayang ke udara. Warga sempat melihat korban saat terjadinya ledakan. Diduga korban belum sempat melemparkan bom ke laut hingga meledak ditangannya sendiri.

 

Sejumlah personil Satpolairud Polres Wakatobi yang dipimpin Ipda La Ode Kayfulani Usman langsung mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan untuk melakukan pencarian bersama warga dan keluarga korban.

 

Menurut Kasat Polairud Polres, Ipda La Ode Kayfulani Usman, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden ledakan bom ikan yang menelan satu korban jiwa. Mengingat aktivitas menangkap ikan menggunakan bahan peledak merupakan tindak pidana. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, lanjut Kayfulani, pihaknya kini makin gencar melakukan sosialisasi terkait bahaya penggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan.

 

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut karena ini merupakan tindak pidana dan sesuai arahan pimpinan, kami juga fokus melakukan sosialisasi terkait bahaya penggunaan bahan peledak karena selain dapat membahayakan nyawa, tindakan tersebut juga dapat merusak lingkungan atau ekosistim laut, "terang Kayfulani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Saat ini korban ledakan bom telah dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman desa setempat. Berdasarkan data Satpolairud Polres Wakatobi, sejak awal tahun 2023 hingga Juli 2024, sedikitnya sudah tiga nyawa melayang akibat bom ikan. (jai/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Denada Berharap Ressa Bisa Bertemu Aisyah di Singapura, Sebut Ini Prioritas Utama

Denada Berharap Ressa Bisa Bertemu Aisyah di Singapura, Sebut Ini Prioritas Utama

​​​​​​​Denada berharap Ressa bisa bertemu Aisyah di Singapura usai pernikahan. Ia menyebut pertemuan itu jadi prioritas utama meski terhalang jadwal sekolah.
Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Dalam kasus ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengacara Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) Abdul Haji Talaohu tak ingin bertele-tele. Ia langsung
Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), gencar melakukan upaya besar untuk mengembalikan daya tarik dan kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. 
Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April, menyuguhkan laga perdana partai puncak dari sektor putra dan putri yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Raja assist eks kasta teratas Eropa ini belum bisa dinaturalisasi untuk FIFA Matchday Juni. Ada tembok regulasi FIFA yang menghalanginya membela Timnas Indonesia lebih cepat.
Awalnya Diragukan Dedi Mulyadi, Kakek Jali 84 Tahun Ini Ternyata Veteran Sejati yang Mengagumkan

Awalnya Diragukan Dedi Mulyadi, Kakek Jali 84 Tahun Ini Ternyata Veteran Sejati yang Mengagumkan

​​​​​​​Dedi Mulyadi awalnya meragukan Kakek Jali 84 tahun yang datang menemuinya. Setelah terbukti veteran, sikapnya berubah dan memberi penghormatan penuh.

Trending

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien Mimi Maisyarah (48) di RS Muhammadiyah Medan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara. Bahkan
Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Sebanyak 3.823 tenaga honorer di Jawa Barat, mulai dari guru hingga staf tata usaha, belum menerima upah mereka untuk bulan Maret dan April 2026. 
Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sungai-sungai di wilayahnya. 
Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Raja assist eks kasta teratas Eropa ini belum bisa dinaturalisasi untuk FIFA Matchday Juni. Ada tembok regulasi FIFA yang menghalanginya membela Timnas Indonesia lebih cepat.
Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi soal ucapan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut ada jasanya yang membuat Jokowi menjadi Presiden.
Bek Timnas Jerman Ini Kirim Kode Keras untuk Dinaturalisasi, Jadi Rekan Duet Jay Idzes di Timnas Indonesia Saat FIFA Matchday?

Bek Timnas Jerman Ini Kirim Kode Keras untuk Dinaturalisasi, Jadi Rekan Duet Jay Idzes di Timnas Indonesia Saat FIFA Matchday?

Reno Munz, bek Timnas Jerman U-20 kelahiran Jakarta, beri kode bela Timnas Indonesia. Isyarat bendera Merah Putih bikin heboh, berpeluang jadi duet Jay Idzes.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT