News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Serang Warga Dengan Busur Panah, Dua Anggota Geng Motor di Gowa Ditembak Polisi

Dua pelaku dewasa terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap.
Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:10 WIB
Pelaku pembusuran terhadap seorang warga di Gowa
Sumber :
  • Idris Tajannang
Gowa, tvOenews.com -  Aksi brutal kelompok geng motor kembali terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda bernama Saiful (19), warga Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, menjadi korban penyerangan menggunakan busur panah. 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Tun Abdul Razak, Rabu malam (15/10/2025), sekitar pukul 20.30 Wita. Anak panah bahkan sempat menancap di bagian leher dan lengan korban, sebelum akhirnya berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Syekh Yusuf Gowa.
 Korban terbaring di RSUD Syekh Yusuf Gowa sebelum dilakukan operasi.
Empat pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial Fadil (19) dan Akbar (19), keduanya bekerja sebagai buruh bangunan, serta dua remaja berinisial HS (14) dan AH (16) yang masih berstatus pelajar.
 
Namun, dua pelaku dewasa terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap.
 
“Dapat kami sampaikan bahwa Unit Jatanras Satreskrim Polres Gowa dalam tempo kurang dari 1×24 jam berhasil mengamankan empat terduga pelaku aksi busur panah,” ujar Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaeman dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (16/10/2025).
 
Dari hasil pemeriksaan, Fadil dan Akbar mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena kesal terhadap korban yang dianggap menggeber-geber sepeda motornya di dekat mereka saat sedang konvoi.
 
"Hanya gegara geber-geber sepeda motor, pelaku tega menyerang korban dengan anak panah busur," ujar Aldy.
 
“Empat tersangka melakukan aksi busur panah dengan melukai korbannya. Sehingga korban mengalami luka pada bagian lengan dan leher. Saat ini kondisinya sudah membaik setelah menjalani operasi,” tambahnya.
 
Dari tangan para pelaku, polisi menyita tiga ketapel, lima anak panah, yang ditemukan disembunyikan di bawah kotak kayu di rumah salah satu pelaku.
 
"Kami juga menyita dua sepeda motor yang digunakan saat melakukan penyerangan," sebutnya . 
 
Meski empat pelaku sudah diamankan, polisi masih memburu dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut dan kini berstatus buron.
 
“Kami dari Polres Gowa menyampaikan, jika ada pelaku busur panah yang mencoba mengganggu kondusifitas wilayah hukum Polres Gowa, kami akan bertindak tegas,” tegas Aldy.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Gowa  juga mengeluarkan pesan keras kepada seluruh pelaku geng motor yang kerap berulah dan meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Gowa.
 
“Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi geng motor di Kabupaten Gowa. Siapapun yang melakukan aksi kekerasan, pembusuran, atau mengancam keselamatan warga, akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” tegas Aldy.
 
AKBP Aldy menegaskan, Gowa harus aman bagi masyarakat sehingga tidak akan membiarkan kelompok manapun mengacaukan ketertiban umum.
 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Bahtiar menambahkan, tindakan tegas berupa tembakan terhadap dua pelaku dilakukan karena mereka bersikap agresif dan melawan saat akan diamankan.
 
“Benar, kami telah mengamankan empat orang dua dewasa dan dua di bawah umur. Pada saat penangkapan, pelaku berusaha agresif melawan petugas, jadi kami lakukan tindakan tegas terukur,” ungkap Bahtiar.
 
Ia menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk menekan tindak kejahatan jalanan, terutama aksi pembusuran yang kerap meresahkan masyarakat.
 
“Ini komitmen kami untuk benar-benar melawan dan meniadakan aksi kriminalitas jalanan berupa busur,” tambahnya.
 
Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan para pelaku dalam aksi serupa di wilayah Makassar, dengan berkoordinasi bersama Polrestabes Makassar jika ditemukan keterhubungan antar kasus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.(Itg/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT