News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hukum Desak Evaluasi Menyeluruh, Usai Oknum Polisi Polres Luwu Aniaya Tahanan

Kasus dugaan penganiayaan tahanan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Luwu menurut pakar hukum Universitas Andi Jemma telah mencoreng citra kepolisian.
Minggu, 9 November 2025 - 20:31 WIB
Pakar hukum Universitas Andi Jemma Dr. Abdul Rahman Nur nilai Polre Luwu butuh evaluasi menyeluruh
Sumber :
  • haswadi

Luwu, tvOnenews.com - Kasus dugaan penganiayaan terhadap tahanan oleh oknum anggota Polres Luwu kembali mencoreng citra kepolisian. Pakar hukum yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Dr. Abdul Rahman Nur, menilai peristiwa itu menjadi bukti bahwa monitoring dan evaluasi menyeluruh di tubuh Polres Luwu perlu segera dilakukan.

Abdul Rahman menyebut, maraknya kasus pelanggaran hukum yang melibatkan anggota kepolisian, khususnya di wilayah Luwu, menandakan adanya kelemahan sistem pengawasan internal yang harus segera dibenahi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harus ada evaluasi dan monitoring mulai dari Kapolsek, Kasat, Kapolres hingga Polda. Penegakan hukum itu sistem yang berjenjang,” tegas Dr. Abdul Rahman Nur, Jumat (9/11/2025).

Ia menambahkan, proses monitoring harus segera dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya Polres Luwu, agar masyarakat kembali yakin bahwa aparat penegak hukum bekerja dengan profesional dan berintegritas.

Lebih lanjut, Dr. Abdul Rahman Nur menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Satgas Reformasi Polri, dan menilai momen ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat integritas internal serta memperbaiki pola kepemimpinan di jajaran kepolisian.

“Tim Satgas Reformasi Polri yang telah dilantik Presiden adalah langkah tepat dalam membenahi institusi agar lebih profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan kabar penganiayaan terhadap seorang tahanan di Ruang Tahanan Polres Luwu yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian. Kasus tersebut kini tengah dalam penyelidikan oleh Propam Polda Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang pelanggaran yang melibatkan aparat Polres Luwu. Sebelumnya, seorang anggota polisi juga dilaporkan melakukan pelecehan terhadap tahanan perempuan, serta kasus penganiayaan lain di Polsek Bua yang juga menyeret personel Reskrim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr. Abdul Rahman Nur menegaskan bahwa reformasi di tubuh Polri tidak akan berjalan tanpa ketegasan pimpinan daerah kepolisian, terutama Kapolda Sulsel, dalam menindak bawahannya yang melanggar hukum.

“Kapolda Sulsel harus segera melakukan evaluasi secara berjenjang, agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang mencoreng marwah Polri,” tutupnya. (has/asm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anggotanya Intimidasi Penjual Es Gabus, Polda Metro Jaya Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Penjual Es Gabus, Polda Metro Jaya Minta Maaf

Polda Metro Jaya meminta maaf atas kejadian viralnya penjual es gabus yang mendapatkan dituduh menjual makanan mengandung spons oleh dua aparat TNI dan polisi.
Eks Bos Red Bull Siap Kembali ke F1, Christian Horner Dikabarkan Semakin Dekat untuk Mengakuisisi Saham Tim Alpine

Eks Bos Red Bull Siap Kembali ke F1, Christian Horner Dikabarkan Semakin Dekat untuk Mengakuisisi Saham Tim Alpine

Belakangan, eks kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner santer dikabarkan akan kembali ke Formula 1 dengan cara mengakuisisi saham dari salah satu tim F1.
KPK Sebut Tangani 116 Perkara Korupsi Selama 2025, 48 Kasus Suap dan 11 Kali OTT

KPK Sebut Tangani 116 Perkara Korupsi Selama 2025, 48 Kasus Suap dan 11 Kali OTT

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan sepanjang 2025 pihaknya telah menangani 116 perkara korupsi.
Arsenal Siap Bayar Rp2 Triliun Demi Boyong Striker Atletico, Posisi Viktor Gyokeres Terancam?

Arsenal Siap Bayar Rp2 Triliun Demi Boyong Striker Atletico, Posisi Viktor Gyokeres Terancam?

Arsenal dikabarkan siap membayar Rp2 triliun demi striker Atletico Madrid. Kedatangan pemain baru berpotensi mengancam posisi Viktor Gyokeres.
Bak Petir di Siang Bolong, Carrick Dihantam Kabar Sangat Buruk dari Pahlawan MU Saat Menang Atas Arsenal

Bak Petir di Siang Bolong, Carrick Dihantam Kabar Sangat Buruk dari Pahlawan MU Saat Menang Atas Arsenal

Manchester United (MU) diterpa kabar buruk usai menang atas Arsenal. Patrick Dorgu dipastikan cedera hamstring dan harus absen hingga 10 minggu ke depan.
5 Potret Cantik Melissa Chovet, Kekasih Setia Pemain Anyar Persib Layvin Kurzawa Sejak Masih di PSG

5 Potret Cantik Melissa Chovet, Kekasih Setia Pemain Anyar Persib Layvin Kurzawa Sejak Masih di PSG

Nama Melissa Chovet menjadi perhatian usai sang kekasih, Layvin Kurzawa, resmi bergabung Persib Bandung. Siapa sosok Melissa? Ini potret dan fakta menariknya!

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri

Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri

Pria berusia 50 tahun itu membeberkan kronologi panjang peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT