Presiden Akan Kirim 20 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza, Menag Nasaruddin: Solusi Konkret
Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.
Selasa, 18 November 2025 - 10:44 WIB
Sumber :
- ist
Makassar, tvOnenews.com - Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat Seminar Internasional di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Senin (17/11/2025).
Nasaruddin menegaskan Indonesia akan sealu mendukung terciptanya perdamaian di Gaza, Palestina. Nasaruddin menyebut pidato Presiden Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm El-Sheikh di Republik Arab Mesir merupakan penguatan perdamaian global
"Sekarang di luar negeri sudah viral, sangat positif viralnya. Ada yang menjelaskan dengan The Prabowo's Ways, ada yang menjelaskan dengan The Prabowo's Solution. Seminar ini dalam rangka untuk mewujudkan apa yang menjadi obsesi dan ikhtiar Bapak Presiden untuk penguatan perdamaian global," ujarnya.
Nasaruddin menyebut rencana Presiden Prabowo untuk mengirimkan 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina merupakan langkah konkret. Ia mengatakan perlunya moderator agar perdamaian di Gaza bisa tercipta.
"Pak Prabowo yang paling cepat memberikan satu solusi konkret dengan kesediaannya untuk memberikan bantuan pasukan perdamaian, bahkan jika diperlukan sampai 20 ribu orang. Kalau disuruh damai tidak ada moderatornya, di situ yang menjadi border antara pihak yang berkonflik," kata dia.
Meski demikian, Nasaruddin berharap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bisa lebih terlibat dalam perdamaian di Gaza, Palestina. Untuk mendukung rencana Presiden Prabowo, Kementerian Agama dan UIN akan memberikan masukan akademik.
"Jadi kita hanya memberikan masukan secara akademik berdasarkan berbagai macam perspektif. Tapi editing formalnya nanti itu tentu adalah kita serahkan pemikiran-pemikiran ini kepada Menteri Luar Negeri sebagai bahan masukan," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung proses perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Saya baru saja tiba dari Mesir, dari Sharm El-Sheikh. Di situ banyak tokoh dari berbagai negara hadir menyaksikan penandatanganan pokok-pokok persetujuan rencana gencatan senjata yang nantinya mengarah kepada perdamaian keseluruhan,” ujarnya.
Presiden menilai bahwa penandatanganan dokumen perdamaian tersebut merupakan langkah awal yang baik dalam upaya bersama mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Kepala Negara pun menyambut baik perkembangan positif di kawasan seperti dimulainya gencatan senjata dan rencana penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Gaza.
“Yang penting, gencatan senjata sudah berjalan. Kemudian segera pasukan Israel akan ditarik. Tentunya sesuai tahapan-tahapan. Sandera-sandera sudah dilepas,” kata Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Internasional yang terus melibatkan Indonesia dalam proses besar menuju perdamaian. Hal ini sejalan dengan tekad Indonesia sebagai bangsa besar yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.
“Memang ini tekad kita sebagai bangsa. Tekad saya, puluhan tahun saya membela Palestina, puluhan tahun sejak saya masih muda. Kita terus-menerus mendukung kemerdekaan Palestina, rakyat Palestina,” lanjutnya.
Kepala Negara turut menyampaikan konsistensi negara dalam menunjukkan komitmen nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, Indonesia secara aktif mendukung kemerdekaan Palestina dengan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.
“Kita kirim bantuan, kita kirim kapal, kita kirim Hercules berkali-kali. Saya kira rakyat Palestina dan rakyat Timur Tengah melihat bagaimana komitmen Indonesia. Kita juga kirim bantuan pangan cukup besar, ribuan ton beras kita kirim. Dan kita terus commit untuk mendukung ini,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, termasuk pengiriman pasukan perdamaian.
“Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan pihak katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Qatar, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina. Mereka bertanya bagaimana kesiapan Indonesia. Kami katakan kami siap,” tambahnya (frd)
Load more