GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hadiri Sidang Adat, Pandji Minta Maaf Dihadapan 32 PerwakilanWilayah Adat Toraja, Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

Komika Pandji Pragiwaksono hadir di Tongkonan Layuk KaeroTana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi peradilan adat dan meminta maaf kepada 32 perwakilan adat toraja.
Kamis, 12 Februari 2026 - 14:17 WIB
Pandji Pragiwaksono berada ditengah masyarakat adat Toraja usai ikuti sesi upacara adat
Sumber :
  • joni bane tonapa
Tana Toraja, tvOneNews.com - Komika Pandji Pragiwaksono hadir di Tongkonan Layuk Kaero, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, pada selasa (10/2/2026) untuk menghadapi peradilan adat dan meminta maaf kepada 32 perwakilan adat toraja.

 “Berdasarkan proses peradilan adat yang digelar oleh 32 perwakilan adat Toraja, dengan tidak lagi menyakiti, melukai hati dan menganggu masyarakat dan alam Toraja, jadi ini bagian yang paling penting, dan saya rasa jika teman-teman media menaikkan berita, masyarakat akan tahu betapa indahnya proses budaya di toraja," ungkap Pandji seusai menjalani peradilan adat dihari pertama.

Kehadiran Pandji di peradilan adat Toraja merupakan komitmen nyata untuk mempertanggung jawabkan materi stand-up komedi masa lalunya, dimana video tersebut viral dan memicu polemik di tengah masyarakat pada tahun 2025. Dimana disebut bahwa pandji menghina adat Toraja.

 Pandji yang hadir dalam kesempatan tersebut mengikuti semua mekanisme hukum adat khusus dimana dirinya menjawab pertanyaan dari para perwakilan adat Toraja.

Dalam jalannya sidang, Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. ia mengakui bahwa materi yang sempat menyinggung tersebut muncul karena ketidaktahuannya secara mendalam tentang adat dan budaya Toraja.

Pandji juga mengatakan bahwa materinya dari beberapa literasi dan narasumber yang kurang tepat. Ia mengaku seharusnya melihat Toraja mesti berkomunikasi langsung dengan orang Toraja untuk melihat secara utuh.

 Sementara Lewaran S Rantelakbi, Penasehat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menjelaskan jika, sanksi yang dikenakan kepada pandji untuk memulihkan kegelisahan masyarakat toraja yang sempat menyinggung adat dan tradisi toraja melalui materi stand up komedinya.

 “Sanksi yang dikenakan kepada Pandji untuk memulihkan kegelisahan masyarakat Toraja yang sempat menyinggung adat dan tradisi Toraja melalui materi stand up komedinya," terang Lewaran, Selasa (10/2/2026).

 Hal senada juga disampaikan Y.S. Tandirerung, Wakil Dewan Adat Toraja, dimana dirinya menyebut bahwa, kehadiran Pandji di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, diharapkan menjadi pemulihan harmoni kehidupan yang terganggu dengan materi stand up komedi Pandji.

 “Pelaksanaan ritual adat yang dijatuhkan kepada Pandji, sebagai langkah tegas dewan adat agar peristiwa serupa tak lagi terjadi dan menjadikan adat dan budaya nusantara sebagai lelucon," ucap Y.S.Tandirerung, Wakil Dewan Adat Toraja.

 Dewan adat mengatakan bahwa selama harmoni kehidupan terganggu terutama dalam masyarakat adat Toraja, atas apa yang disampaikan pandji beberapa waktu lalu dalam materi stand up komedi menjadi bola liar ditengah warga adat toraja, sehingga dengan dijatuhkannya sanksi harmoni kehidupan antar sesama dan alam bisa kembali normal.

 “Kita berharap, Pandji tak lagi menjadikan adat nusantara sebagai bahan dalam acara stand up komedi sebelum melakukan riset yang mendalam, sebab adat terutama di Toraja sampai saat ini masih dijunjung tinggi, dimana ritual upacara adat masih disakralkan oleh suku Toraja," tutup Y.S. Tandirerarung.

 Dihari kedua, Rabu (11/2/2026) komika Pandji Pragiwaksono juga melihat langsung prosesi ritual  sanksi adat yakni menyembelih babi dan ayam yang merupakan hukum adat yang dijatuhkan padanya akibat candaan melalui stand up komedi.

 Dimana dalam kesempatan tersebut Pandji didampingi ketua AMAN dan para perwakilan dari 32 wilayah adat se-Toraja, menyaksikan langsung proses ritual yang puncaknya diselenggarakan rabu siang hingga sore di Tongkonan Layuk Kaero.

 Pandji yang terlihat sangat serius memperhatikan tiap ritual, mengaku sangat takjub dengan adat dan budaya Toraja, yang dimana sebelumnnya dijadikan bahan dalam stand up komedi kemudian menyinggung hati dari masyarakat adat Toraja karena ketidaktahuannya.

 “Saya sendiri sangat takjub dengan adat dan budaya toraja, walau saat ini saya menjalani sanksi adat, suatu saat saya akan memboyong anak istri untuk datang ke Toraja dan menyaksikan ritual adat Toraja secara langsung," ungkap Pandji, Rabu (11/2/2026).

 Lewaran S Rantelakbi, selaku penasehat AMAN menyampaikan bahwa, sanksi yang dijatuhkan kepada Pandji merupakan sanksi ringan, dimana karena ketidak tahuannya tentang adat upacara rambu solo' yang dimana ritual tersebut masih disakralkan oleh suku toraja.

 “Saya kira masyarakat Toraja juga harus mengerti bahwa, demikianlah sanksi adat yang dijatuhkan kepada Pandji, dan ini merupakan sankdi ringan, karena ketidak tahuannya sehingga salah bicara, atau salah data, sehingga melecehkan adat toraja yaitu adat rambu solo’, dimana rambu solo’ sangat sakral di Toraja," tutup Lewaran.

 Usai menjalani peradilan dan sanksi adat, Hasir Azhar pengacara yang mendampingi Pandji selama di Toraja menyampaikan jika, pihaknya membuka ruang jika Aliansi Pemuda Toraja sebagai pelapor ke Polsis bersedia berdialog.

 “Peradilan adat yang difasilitasi AMAN dan dihadiri 32 perwakilan wilayah adat se-toraja tersampaikan ke pihak Aliansi Pemuda Toraja sebagai pelapor, dan keputusan peradilan adat yang terselenggar selama dua hari hasilnya bisa dibaca bersama – sama," harap Hasir Azhar.

 Selain itu Haris selaku pegacara Pandji juga berharap pihak kepolisian mengacu pada KUHAP baru yang mengedepankan nilai-nilai adat ditengah masyarakat, sebab menurutnya dalam peradilan adat nilai-nilai tersebut sudah dipraktekkan oleh 32 perwakilan wilayah adat se-Toraja.

“Pihak kepolisian bisa menangkap hasil-hasil dari peradilan adat dimana faktanya telah disampikan berbarengan dengan klarifikas dari Pandji dan disampaikan secara terbuka dan disaksikan para tokoh adat toraja," tutup Haris Azhar. 

(jbt/asm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT