News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hapus Darah, Kapolda Sulsel sebut 2 Personel Terancam Sanksi Etik di Kasus Kematian Bripda DP

Kapolda Suslel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menyebut dari delapan orang saksi yang diperiksa, dua orang personel terancam sanksi etik dan disiplin.
Kamis, 26 Februari 2026 - 20:26 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani memberikan keterangan pers perkembangan kasus polisi muda tewas di tangan seniornya
Sumber :
  • wawan setyawan

Makassar, tvOnenews.com - Bidpropam dan Ditkrimum terus melakukan penyidikan terkait kematian polisi muda Bripda DP usai dianiaya seniornya inisial Bripda P. Kapolda Suslel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menyebut dari delapan orang saksi yang diperiksa, dua orang personel terancam sanksi etik dan disiplin. 

"Dari delapan orang yang diperiksa, kami belum mendapatkan bukti secara langsung mereka terlibat dalam kasus pembunuhan (penganiayaan Bripda DP). Namun, kami menduga dan kami mendalami lebih lanjut, ada dua orang yang kita duga atau kita kenakan dalam proses disiplin maupun kode etik," ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Kamis (26/2/2026). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Djuhandhani menyebut dua personel tersebut yakni Bripda MF dan Bripda MA. Djuhandhani mengungkapkan Bripda MF sempat membersihkan darah pada tubuh Bripda DP. 

"Kami melihat ada salah satu seorang atas nama Bripda MF itu membersihkan darah dengan maksud agar tidak diketahui ada kejadian itu," ujarnya. 

Sementara, Bripda MA tidak melapor meski melihat kejadian penganiayaan terhadap Bripda DP oleh Bripda P. 

"Satu orang anggota yang melihat kejadian tersebut, tapi tidak melaporkan. Sehingga anggota itu kita kenakan atau pun kita dudukkan dalam proses tindak kode etik ataupun disiplin," ungkapnya. 

Djuhandhani mengaku kedua anggota tersebut tidak bisa dijerat tindak pidana dikarenakan dalam KUHP baru tidak diatur. Olehnya itu, keduanya hanya dikenakan kode etik dan disiplin. 

"Kenapa dia ada yang kita kenakan disiplin atau kode etik, itu dikarenakan tidak diatur dalam KUHP baru, tapi kami kita tegakkan di situ (Kode Etik dan disiplin)," jelas Djuhandhani.  

Djuhandhani juga menegaskan kasus kematian Bripda DP bukan pengeroyokan, tetapi penganiayaan yang dilakukan Bripda P. Bahkan, Djuhandhani menggambarkan penganiayaan dilakukan pelaku terhadap Bripda DP. 

"Perbuatan yang dilakukan Bripda P itu adalah perbuatan sendiri. Dilakukan dengan cara mencekik pake tangan kanan sambil memukuli sehingga mengakibatkan yang bersangkutan (Bripda DP) meninggal," lanjutnya. 

Penganiayaan tersebut pun sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel. Selain itu, keterangan dari saksi juga berkesesuaian. 

"Salah satu saksi melihat dan lain sebagainya keterangan itu sudah dipastikan sesuai," tegasnya. 

Djuhandhani juga mengungkapkan motif penganiayaan dilakukan Bripda P terhadp Bripda DP karena alasan tidak respek dan loyal terhadap senior. Djuhandhani menyebut Bripda P berulang kali memanggil Bripda DP namun diacuhkan. 

"Jadi malam dipanggil, kemudian dua kali malam dipanggil enggak menghadap. Kemudian pada pagi hari saat setelah salat Subuh dijemput oleh yang bersangkutan dan menganggap bahwa dia (Bripda DP) dianggap tidak loyal. Itu motifnya yang terjadi," tambahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Bripda P sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Bripda DP. Penganiayaan terjadi di barak Dit Samapta Polda Sulsel.

(wsn/asm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BBM Nonsubsidi Naik Tajam, DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Sembako

BBM Nonsubsidi Naik Tajam, DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Sembako

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.
Daftar Harga Terbaru iPhone 16 Series per 19 April 2026, Masih Konsisten

Daftar Harga Terbaru iPhone 16 Series per 19 April 2026, Masih Konsisten

Daftar harga terbaru iPhone 16 Series per 19 April 2026. Cek penurunan harga, rincian lengkap tiap varian, info diskon, serta tips membeli di distributor resmi.
Terpopuler News: Pengakuan Jusuf Kalla Soal Perannya di Pemerintahan Jokowi, hingga Pakar Ingatkan Ambisi Dedi Mulyadi

Terpopuler News: Pengakuan Jusuf Kalla Soal Perannya di Pemerintahan Jokowi, hingga Pakar Ingatkan Ambisi Dedi Mulyadi

Pengakuan mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla terhadap karir politik Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Pakar ingatkan ambisi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Buat Laporan ke Polda Metro Jaya

Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Buat Laporan ke Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya mengkonfirmasi bahwa sosok artis sekaligus anggota DPR, Uya Kuya membuat laporan atas berita hoaks tentang dirinya memiliki ratusan dapur MBG.
Gubernur Dedi Mulyadi Beri Saran Hukuman untuk Murid SMAN 1 Purwakarta, Siswa yang Acung Jari Tengah ke Guru Viral di Medsos

Gubernur Dedi Mulyadi Beri Saran Hukuman untuk Murid SMAN 1 Purwakarta, Siswa yang Acung Jari Tengah ke Guru Viral di Medsos

Setelah viral siswa sekolah SMAN 1 Purwakarta yang acung jari tengah ke guru di medsos. Gubernur Dedi Mulyadi memberikan respons tegas
Tak Dinaturalisasi Meski Pernah Berseragam Timnas Indonesia dan Cetak Gol, Bek Keturunan Surabaya Ini Alami Nasib Apes di Kasta Teratas Eropa

Tak Dinaturalisasi Meski Pernah Berseragam Timnas Indonesia dan Cetak Gol, Bek Keturunan Surabaya Ini Alami Nasib Apes di Kasta Teratas Eropa

Sempat mencetak gol dan berseragam Timnas Indonesia, bek keturunan Surabaya ini tak kunjung dinaturalisasi. Terbaru, sang pemain justru mengalami nasib apes.

Trending

Clash of Legends Jadi Momen Tak Terlupakan! Irfan Bachdim Bawa Pulang Kenangan Emas dari Rivaldo

Clash of Legends Jadi Momen Tak Terlupakan! Irfan Bachdim Bawa Pulang Kenangan Emas dari Rivaldo

Legenda Timnas Indonesia Irfan Bachdim mendapatkan momen tak terlupakan saat menghadapi Barcelona Legends dalam laga sportainment Clash of Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (18/4/2026) malam WIB
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 19 April: Megawati Hangestri Cs Berebut Juara Putaran Kedua di Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 19 April: Megawati Hangestri Cs Berebut Juara Putaran Kedua di Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 19 April, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap berebut juara putaran kedua saat melakoni big match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Main di Kandang Timnas Indonesia, Duo Legenda Inter Milan Bicara Jujur soal Atmosfer SUGBK usai Clash of Legends

Main di Kandang Timnas Indonesia, Duo Legenda Inter Milan Bicara Jujur soal Atmosfer SUGBK usai Clash of Legends

Dua legenda sepak bola dunia yang pernah membela Inter Milan bicara jujur soal Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kandang Timnas Indonesia itu mendapatkan pujian setelah Clash of Legends.
Tangan Kanan John Herdman Puji Pemain Lokal Timnas Indonesia: Beckham Mudah Cetak Hattrick, Dony Punya Energi Bagus

Tangan Kanan John Herdman Puji Pemain Lokal Timnas Indonesia: Beckham Mudah Cetak Hattrick, Dony Punya Energi Bagus

Dalam wawancara eksklusif dengan media Malaysia, asisten andalan John Herdman di Timnas Indonesia menyebut empat nama pemain yang memiliki kualitas menonjol.
Sekalipun Malaysia Menang, Timnas Indonesia U-17 Tetap Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 jika Skenario Ini Terwujud

Sekalipun Malaysia Menang, Timnas Indonesia U-17 Tetap Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 jika Skenario Ini Terwujud

Timnas Indonesia U-17 masih memiliki harapan untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Itu tidak berkaitan dengan Malaysia, yang berhasil mengalahkan mereka pada laga sebelumnya.
Giovanna Milana Menangis, Sahabat Megawati Hangestri Gagal Bawa NEC Red Rockets Lolos ke Final Liga Voli Jepang 2025-2026

Giovanna Milana Menangis, Sahabat Megawati Hangestri Gagal Bawa NEC Red Rockets Lolos ke Final Liga Voli Jepang 2025-2026

Giovanna Milana tak kuasa menahan air matanya setelah sahabat Megawati Hangestri itu gagal membawa NEC Red Rockets lolos ke partai final Liga Voli Jepang 2025-2026.
Klub Raksasa Liga Belanda Berbondong-bondong Turun Tangan Hadapi Tindakan NAC Breda, Feyenoord hingga Ajax Ambil Langkah

Klub Raksasa Liga Belanda Berbondong-bondong Turun Tangan Hadapi Tindakan NAC Breda, Feyenoord hingga Ajax Ambil Langkah

Klub-klub raksasa Liga Belanda berbondong-bondong bersiap untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan NAC Breda. Feyenoord Rotterdam bersama beberapa klub termasuk Ajax Amsterdam, dikabarkan telah mengambil langkah hukum.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT