WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Mulut & Tangan Terikat
- wawanm setyawan
Makassar, tvOnenews.com -Â Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto (24), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembunuhan di Republik Armenia. Saat ini keluarga masih menunggu kepastian dari Pemerintah terkait proses pemulangan & kelanjutan perkaranya.
"Ia. Saya tidak pernah menyangka anak saya akan pergi secepat ini dengan kondisi seperti ini, saya belum busa banyak bicara" ujar ibu korban, Ita, Minggu (19/7/2026).
Menurut keluarga, peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/7) di salah satu hotel di Armenia. Hingga kini, jenazah Valenth Alexie Tamboto masih berada di Armenia sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Keluarga menduga motif pembunuhan berkaitan dengan dugaan penggelapan uang perusahaan senilai sekitar Rp250 juta. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban diduga sempat diajak untuk ikut membawa kabur uang perusahaan tersebut, namun menolak.
Adik korban, Arnold Tamboto, mengungkapkan dirinya masih sempat berkomunikasi dengan sang kakak melalui Telegram pada dini hari waktu Makassar, tepat sebelum kabar duka itu diterimanya.
"Setelah tanya kabar tengah malam sudah putus kontak, Besok paginya saya chat lagi. Tapi Telegram-nya masih centang satu. Siang saya chat lagi masih centang satu. Sore saya chat lagi masih centang satu. Terakhir saya chat sekitar jam tujuh malam juga masih centang satu," jelas Arnold.
Ia mengira kakaknya sedang beristirahat karena bertepatan dengan hari libur bekerja. Hingga akhirnya sekitar pukul 23.30 Wita, Arnold menerima telepon dari pamannya yang menyampaikan kabar mengejutkan.
"Om telepon dan bilang, 'Noe, kamu sudah siap dengar ini? Kakakmu meninggal.' Saya langsung shock. Saya hanya diam setelah mendengar itu," tuturnya.
Tak lama berselang, Arnold kembali menerima telepon yang kemudian disambungkan dengan kekasih Valenth untuk memastikan kabar duka tersebut.
Arnold mengatakan salah satu orang yang diduga terlibat dalam kasus itu merupakan warga Makassar yang juga merupakan teman sekamar korban di mes perusahaan. Orang tersebut disebut sebagai pihak yang merekrut korban untuk bekerja di Armenia.
"Salah satu pelaku orang Makassar. Dia juga teman sekamar kakak saya di mes. Dia yang dicurigai sebagai otak pembunuhan ini. Dia yang meng-hire kakak saya, tapi dia juga sudah ditangkap," ungkap Arnold.
Load more