News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketika Sinyal Membawa Kopi Pinogu Keluar Rimba

Kopi khas Gorontalo dari pedalaman Pinogu mulai terdengar ketika pintu pasar digital mulai dibuka. Kehadiran internet memberikan asa baru bagi para petani kopi.
Selasa, 29 September 2026 - 18:30 WIB
Yasin gaib seorang petani sedang memanen kopi di kebunnya
Sumber :
  • kadek sugiarta

Bone Bolango, tvOnenews.com — Suara raungan mesin motor ojek modifikasi memecah keheningan rimba Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Roda-rodanya meraung keras menaiki tanjakan terjal, menyusuri celah jalan setapak yang sempit, berlubang, dan berbatasan langsung dengan tebing-tebing curam.

Memasuki wilayah Kecamatan Pinogu di musim kering bukanlah perkara mudah. Debu tebal, lubang-lubang dalam di sepanjang jalur setapak, serta tebing terjal menuntut konsentrasi penuh dan nyali ekstra.

Melintasi jalur darat ekstrem ini membutuhkan waktu lima hingga enam jam perjalanan. Sementara kala musim hujan tiba, medan berdebu itu berubah drastis menjadi jeratan lumpur tebal yang bisa memperpanjang siksaan perjalanan hingga delapan jam.

Selama berpuluh-puluh tahun, di sepanjang jalur ekstrem inilah nadir kehidupan para petani Kopi Pinogu dipertaruhkan. Untuk menjual hasil bumi keluar pedalaman, mereka harus mempertaruhkan keselamatan, mengangkut berkarung-karung biji kopi menggunakan motor ojek modifikasi, kuda angkut, bahkan pikulan di pundak sendiri.

Namun, duka terberat para petani bukan terletak pada jalurnya yang ekstrem, melainkan pada kebutaan informasi pasar.

Pahitnya Bayang-Bayang Spekulasi Harga

Dahulu, sebelum era digital menjangkau pedalaman Pinogu, para petani membawa hasil panen keluar kampung dengan kepasrahan penuh. Tanpa adanya akses komunikasi, mereka sama sekali tidak pernah tahu berapa nilai jual kopi yang diangkutnya.

"Dulu petani menjual kopi di kota tidak mengetahui berapa harga yang ada. Kadang-kadang petani berharap harga kopi Rp20.000 per kilogram. Tetapi kenyataannya, dulu ada yang hanya dihargai Rp10.000 bahkan Rp8.000 per kilogram," kenang Nurdin Maini, Ketua Asosiasi Kopi Pinogu.

Perjalanan berjam-jam menembus rimba dan tebing terjal kerap berujung kekecewaan. Petani berada di posisi tawar yang sangat lemah. Karena sudah terlanjur menempuh jalur ekstrem hingga ke kota dan tidak mungkin membawa pulang kembali ratusan kilogram kopi, mereka terpaksa menerima berapa pun harga yang disodorkan tengkulak atau pembeli.

Sistem yang tidak berpihak ini perlahan menggerus semangat bertani. Sebagian warga bahkan memilih meninggalkan kebun kopi dan beralih mengadu nasib ke sektor pertambangan rakyat demi memenuhi kebutuhan hidup.

Titik Balik: Sinyal Internet dan Tradisi Baku Deal

Perubahan berhembus ketika konektivitas internet, salah satunya melalui internet satelit BAKTI Kominfo mulai merambah kawasan pedalaman Pinogu. Bagi warga yang terisolasi, hadirnya sinyal telepon dan internet bukan sekadar sarana komunikasi biasa, melainkan jembatan ekonomi.

Kini, melalui sambungan telepon dan bantuan generasi muda yang memanfaatkan media sosial, petani Pinogu bisa memantau pergerakan harga pasar dari dalam rumah mereka. Perjalanan mengangkut kopi keluar kampung tidak lagi diawali dengan spekulasi, melainkan kepastian harga.

"Dulu kalau belum ada sinyal, kopi dibawa ke bawah (kota) dulu baru mencari harga. Kalau sekarang, karena kekuatan jaringan, kita sudah tahu harganya dan kesepakatan (baku deal) sudah ditentukan sebelum barang diangkut keluar," ujar Yasin Gaib, salah seorang petani kopi Robusta Pinogu.

Keterbukaan informasi ini mengubah peta perekonomian warga. Harga biji kopi kering (green bean) Robusta Pinogu di tingkat petani kini melonjak tajam, berkisar antara Rp60.000 hingga Rp75.000 per kilogram.


Dilema di Hulu: Berkah Pasar vs Ancaman Iklim

Kopi Robusta Pinogu memiliki cita rasa khas yang kian memikat pencinta kopi di luar Gorontalo. Namun, ketika pintu pasar digital terbuka lebar, tantangan baru justru muncul di sektor hulu.

Yasin Gaib, yang mengelola lahan seluas dua hektare, menceritakan bahwa dalam kondisi normal, tanaman kopi Robusta miliknya bisa dipanen rutin setiap dua minggu sekali. Pada puncak panen raya, ia mampu menghasilkan hingga 400 kilogram biji kopi kering dengan mempekerjakan sekitar 10 warga lokal.

Namun, anomali cuaca menjadi ancaman nyata. Musim kemarau panjang membuat bunga dan buah kopi gugur sebelum matang. "Kalau musim kemarau, banyak buah yang gugur. Penurunan hasil panen bisa sampai 50 persen," tutur Yasin.

Tantangan iklim ini makin diperparah oleh berkurangnya tenaga kerja di perkebunan. Dari total potensi lahan kopi Pinogu seluas 300 hektare dengan sekitar 390 petani, belum seluruhnya tergarap secara maksimal.

"Dalam hal pemasaran kami tidak mengalami kesulitan, justru banyak permintaan yang belum sepenuhnya bisa kami penuhi. Hal ini diakibatkan oleh sebagian petani yang justru memilih bekerja di tambang daripada merawat kopi yang ada," ungkap Nurdin Maini.

Menurut Nurdin, terbukanya pasar digital harus diimbangi dengan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan dinas terkait—mulai dari teknik budidaya tahan cuaca, perawatan masa kemarau, hingga teknologi pengolahan pascapanen agar kuantitas dan mutu kopi Pinogu tetap stabil.

Menjaga Asa dari Balik Belantara

Kini, raungan mesin motor ojek modifikasi masih rutin melintasi jalan setapak berlubang dan tebing terjal di rimba Bogani Nani Wartabone. Medan ekstrem di musim kering maupun ancaman jalur berlumpur kala hujan tiba tidak serta-merta hilang oleh hadirnya teknologi.

Namun, ada satu hal besar yang telah berubah: cara petani Pinogu menatap masa depan.

Jika dahulu mereka menembus hutan membawa karung kopi tanpa tahu berapa harga yang akan diterima, kini mereka menembus rimba dengan kepastian. Dari bilik rumah di pedalaman Gorontalo, layar telepon genggam telah menghubungkan jerih payah para petani dengan pasar yang lebih luas—membawa aroma Kopi Pinogu merambah dunia digital. (iks/asm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Upaya Dorong Kesadaran Lingkungan, Waste Station Jadi Fasilitas Memilah Sampah

Upaya Dorong Kesadaran Lingkungan, Waste Station Jadi Fasilitas Memilah Sampah

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) bersama Rekosistem meluncurkan Waste Station Indofood di kawasan RDTX Place, Satrio, Jakarta.
Heboh Link Video Bilqis Selebgram Banyuwangi, Waspada Jebakan Scam dan Phishing di Balik Tautan Viral

Heboh Link Video Bilqis Selebgram Banyuwangi, Waspada Jebakan Scam dan Phishing di Balik Tautan Viral

Link video Bilqis Banyuwangi ramai dicari di media sosial. Warganet perlu waspada karena tautan viral dapat dimanfaatkan sebagai umpan scam, phishing, hingga
Klasemen Akhir Voli Asian Games 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal ke Perempat Final

Klasemen Akhir Voli Asian Games 2026: Timnas Voli Indonesia Gagal ke Perempat Final

Klasemen akhir babak fase grup voli putra Asian Games 2026, di mana Timnas Voli Indonesia gagal menjadi dua tim terbaik dari Pool B sehingga gagal lolos ke babak perempat final.
3 Fakta Terkuak Soal Bilqis Banyuwangi 'Miss Cendut', Nama Baik Dicatut Isu Viral Hingga Pelaku Ditahan Polisi

3 Fakta Terkuak Soal Bilqis Banyuwangi 'Miss Cendut', Nama Baik Dicatut Isu Viral Hingga Pelaku Ditahan Polisi

Nama selebgram sekaligus kreator konten populer asal Banyuwangi, Bilqis Luvena Danendra alias Miss Cendut atau Bilqis Banyuwangi, mendadak gempar di berbagai ..
Baku Tembak di Intan Jaya, Pentolan OPM Hermanus Hogajau dan Tiga Anggotanya Tewas

Baku Tembak di Intan Jaya, Pentolan OPM Hermanus Hogajau dan Tiga Anggotanya Tewas

Aparat pertahanan di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menembak mati pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogajau, beserta tiga bawahannya di kawasan Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Kejar Zero ODOL 2027, Pemerintah Siapkan Tambahan Alat Pendeteksi Truk Overload di Tol

Kejar Zero ODOL 2027, Pemerintah Siapkan Tambahan Alat Pendeteksi Truk Overload di Tol

Pemerintah siapkan tambahan alat WIM untuk mendeteksi truk overload di tol demi mengejar target zero ODOL pada awal 2027.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT