News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Video Pengibaran Bendera Khilafah di Poso, Ini Faktanya

Media sosial Twitter dihebohkan soal beredarnya video amatir berdurasi satu menit tentang sejumlah kelompok yang sedang mengibarkan bendera bertuliskan kalimat Tauhid identik dengan bendera Khilafah.
Kamis, 16 Juni 2022 - 17:22 WIB
Tangkapan Layar
Sumber :
  • Tangkapan Layar

Poso, Sulawesi Tengah - Media sosial Twitter dihebohkan soal beredarnya video amatir berdurasi satu menit tentang sejumlah kelompok yang sedang mengibarkan bendera bertuliskan kalimat Tauhid identik dengan bendera Khilafah.

Video tersebut pertama kali video tersebut dipublikasi oleh akun @gigih_purnomo, seperti yang dilihat tvOne, pada Kamis (16/6/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada video tersebut terlihat sejumlah warga berbusana dominan hitam dan putih mengibarkan sebuah bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid. Diketahui bendera tersebut dikibarkan di Lapangan Sintuwu Maroso.

Saat bendera hendak dikibarkan, terdengar lantang suara dari seorang warga yang merekam aksi tersebut.

"Proses pengibaran bendera di Kota Poso. Ini Poso bung! Ini poso!" serunya.

Selain itu, dalam rekaman terdengar sindirian terhadap ormas Barisan Ansor Serbaguna atau Banser.

"Banser tidak diterima di sini, ini bendera kami," katanya.

Lokasi pengibaran bendera Khilafah terjadi di dua lokasi. Pertama di Halaman DPRD Kabupaten Poso, dan yang kedua di Lapangan Sintuwu Maroso. Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan dan memeriksa 13 orang sebagai saksi. 

Usut punya usut, video tersebut terjadi pada tahun 2018 silam. Pengibaran bendera HTI itu terjadi pada pada Jumat (26/10/2018). 

Saat itu massa memulai aksi sekitar pukul 13.30 Wita. Massa awalnya berkumpul di Masjid Baiturrahman dan berakhir di kantor DPRD Kabupaten Poso.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, usai penyampaian orasi, salah seorang dari mereka menurunkan bendera merah putih dan mengganti dengan bendera HTI berwarna hitam.

Peristiwa ini lalu diketahui aparat keamanan dan langsung melapor ke Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto. Mengetahui hal itu, polisi langsung menegur massa untuk mengibarkan kembali bendera Merah Putih seperti semula. (gan/ebs)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo Siap Untuk Jadi Embarkasi Haji Penuh

Gorontalo siap untuk menjadi embarkasi haji penuh, didukung kesiapan fasilitas Bandara Djalaluddin Gorontalo di Isimu, Kabupaten Gorontalo, dan fasilitas asrama haji sesuai persyaratan.
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija Jakarta, Ada Ivar Jenner

Respons beragam datang dari para pemain Timnas Indonesia setelah Mauro Zijlstra diperkenalkan sebagai rekrutan Persija Jakarta. Reaksi Ivar Jenner jadi sorotan.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT