Setelah Mangkrak 2 Tahun Gudang Beku di PPI Beba Kabupaten Takalar Kembali Aktif dan Siap Ekspor Ikan
- idris tajannang
Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan - Setelah mangkrak 20 tahun lamanya, akhirnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tangkap, melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan, mengaktifkan kembali Cold Storage atau dikenal sebagai gudang beku dan pabrik es yang sudah tidak beroperasi.
Selain mengaktifkan kembali gudang beku dan pabrik es di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tangkap, Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan juga meresmikan Bulog Ikan, yang dihadiri ratusan Nelayan Se-kabupaten Takalar, di pelelangan ikan PPI Beba Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
"Kami mengapresiasi atas peresmian Bulog Ikan dengan harapan bisa mejaga stabilitas harga komoditas perikanan," ungkap Muh Ilyas, Kadis Perikanan Dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia juga mengatakan, jika apa yang dilakukan Gamelan (Gerakan Melayanai) Nusantara ialah ide yang brilian, pasalnya Sulsel diketahui salah satu penghasil ikan terbanyak, baik dari hasil tangkapan laut maupun budidaya.
"Jadi kita berharap setelah peresmian gudang beku ini, nilai jual ikan bisa lebih baik, dan sekaligus membantu perekonomian Para nelayan," tuturnya.
Selain peningkatan nilai jual, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan ini juga mengungkap jika kedepannya Sulawesi Selatan akan menjadi pesaing bagi daerah lain dalam Ekspor Ikan ke Negara luar, sehingga diharapkan bagi para nelayan bisa menjaga kualitas ikannya.
Sementara itu, Direktur PT Lontara Jaya Sakti, Citra Wahyuni Hasanuddin mengatakan jika kehadiran Bulog Ikan di wilayah Kabupaten Takalar, utamanya di PPI Beba ini, bisa bermanfaat bagi para Nelayan.
Apalagi, katanya citra Bulog ikan ini bisa membantu, pasalnya di Sulawesi Selatan sendiri, ikan hasil tangkapan nelayan melimpah ruah, sehingga ikan-ikan tangkapan nelayan bisa disimpan di dalam gudang beku.
"Kan ada saatnya ikan melimpah ada saatnya ikan langka, jadi dengan adanya Bulog Ikan ini ketersediaan ikan menjadi aman dan harga ikan tetap stabil," kata Citra Wahyuni Hasanuddin.
Kelompok nelayan yang telah bergabung di PT Lontara Jaya Sakti, sudah mencapai 70 kelompok, namun yang aktif mencari dan memasok ikan ke gudang Bulog ada sekitar 28 kelompok Nelayan se Galesong Raya.
Kata Amiruddin Abdullah sekaligus Ketua Koperasi Citra Laut Sulawesi, untuk menjaga keselamatan nelayan yang bergabung di koperasi yang dikelolanya, ia memberikan kartu BPJS ketenagakerjaan untuk setiap nelayan.
"Kita memberikan para nelayan BPJS ketenagakerjaan melalui CSR Pt Lontara Jaya Sakti, untuk melindungi dan menjamin mereka jika sewaktu-waktu mengalami musibah saat mencari ikan," terang Amiruddin Abdullah.
Putra asli Galesong ini mengaku sudah mengekspor sejumlah jenis ke negara-negara Asia.
"Jadi ikan yang kita Ekspor ke luar negeri itu ikan Sunu, Ikan Kakap Merah"kata Amiruddin Abdullah yang kerap di sapa Desta.
Sementara ikan yang dijual ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti di Muara Baru, hanya ikan jenis deho dan ikan tongkol.
Sementara untuk harganya, Ketua Koperasi Citra Laut Sulawesi itu mengaku lebih besar keuntungannya saat menjual ikan hasil tangkapan nelayan ke dalam negeri sendiri seperti di Muara Baru ketimbang mengekspor ke luar negeri.
"Lebih bayak keuntungan kita dapat saat menjual ikan hasil tangkapan ke muara baru ketimbang mengekspor Ikan keluarga negeri," jelas Desta.
Namua ia justru enggan menyebutkan nilai keuntungan antara Ekspor keluar dan kedalam negeri. Ia hanya membeberkan jika baru baru ini, ia telah mengirim ikan ke Negara Amerika sebesar 8 ton, dan untuk ke Muara Baru, ia mengirim ikan sebanyak 16 ton.
(idt/asm)
Load more