Heboh Narapidana Tinggalkan Lapas dan Diduga Lakukan Tindak Kekerasan di Parepare
- Rusli Djafaar
Parepare, Sulawesi Selatan - Seorang warga binaan atau narapidana Lembaga Pemasyarakatan kelas II A kota Parepare meninggalkan lapas dan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya sendiri. Berita ini dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian warga dan sontak lapas Parepare menjadi sorotan.
"Terkait penganiayaan itu tidak benar sesuai keterangan sang istri yang telah kami mintai keterangan," ujar Kalapas Parepare, Zainuddin, membantah tindakan kekerasan yang dilakukan warga binaannya.
Meski demikian ia membenarkan bahwa memang SP (inisial narapidana) meinggallkan lapas beberapa hari yang lalu bersama seoran pegawai lapas.
"Warga binaan tersebut keluar lingkungan lapas dalam pengawalan petugas lapas dalam rangka membawa satu unit komputer (yang dimaksud printer) untuk diservis, SP meminta kebijakan untuk singgah di warung sang istri selama lima menit untuk bertemu dan diijinkan oleh petugas lapas yang mengawalnya," ujar Zainuddin yang, Selasa (28/6/2022).
Terkait kenapa SP bisa keluar lapas membawa printer komputer yang rusak,Kalapas mengatakan SP diijinkan ikut karena dikawal petugasnya karena SP sudah menjalani asimilasi dan bulan Juli 2022 akan selesai menjalani masa hukumannya.
"Betul yang bersangkutan mendapat asimilasi di lingkungan lapas karena berkelakuan baik sejak menjalani hukuman kasus desersi hingga sekarang," tambah Zainuddin.
Pihak Lapas juga sudah meminta keterangan dari istri SP dan sang istri membantah adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan suaminya. Meski demikian terkait dengan kasus ini pihak Lapas Klas II Parepare memutuskan untuk mencabut asimiliasi dari Narapidana yang bersangkutan.
"Namun demikian asimilasi SP kami cabut," beber Zainuddin
Kalapas sendiri saat dimintai konfirmasi terkait kelanjutan proses penanganan kasus ini 28/06/2022 mengatakan sedang berada di Makasar untuk menghadiri kegiatan internal.
(rdr/asm)
Load more